Mr Billioneire Wife

Mr Billioneire Wife
Anak Steven(Revisi)


__ADS_3

“Dia putraku!” semua orang menoleh ke belakang. Daniel dan Belle membulatkan mata tatkala melihat Steven berdiri santai di ambang pintu dengan perangai datar. Alessio adalah putranya Steven. Bagaimana bisa, Steven tidak pernah bercerita jika dia sudah menikah.


Ara menatap Steven marah karena sudah mengabaikan anak semanis Alessio. Apalagi setelah melihat wajah Steven, seolah tak merasa khawatir ataupun takut akan kehilangan putranya semakin membuat Ara jengkel.


Anak sekecil Alessio seharusnya mendapatkan perhatian dari orang tua. Bukan diabaikan sampai dia merasa kesepian. "Apa yang kakak bicarakan, ini sama sekali tidak lucu!"


Mendengar Grace memanggil Steven dengan sebutan kakak membuat Ara membulatkan matanya terkejut. Jadi Alessio keponakan Grace.


Grace menatap manik hijau Steven. Namun, Steven diam dan menatapnya datar. Damian terkejut, sejak kapan Steven berubah menjadi sedingin ini.


Seingatnya Steven selalu menatap Grace dengan tatapan hangat penuh kasih sayang. Tidak seperti sekarang, Steven terlihat dingin dan cuek.


"Apa wajah ku terlihat bercanda, Alessio memang putra kandung ku Grace!" jawab Steven. Matanya menyapu ke seluruh ruangan, mencari keberadaan Alessio.


Daniel dan Belle diam memperhatikan. Mereka tidak tahu harus berbuat apa. Steven pulang setelah tinggal selama belasan tahun di Spanyol. Mereka tidak terlalu dekat sampai-sampai Steven mau menceritakan semua kehidupan pribadinya.


“Aku akan menceritakan semuanya nanti, sekarang biarkan para tamu menikmati pestanya!” ucap Steven santai, lalu melangkahkan kakinya mendekat kearah adik perempuan Damian.


“Terima kasih sudah menjaganya. Biar aku yang menjaga anak nakal itu sekarang!” Steven menatap Al marah. Tentu saja Alessio takut, dia mengeratkan pegangan tangannya pada ujung gaun Ara.


“Tuan, bersikaplah lembut pada Alessio. Dia masih kecil!" Ara memperingati. Steven tersenyum sinis.


"Aku ayahnya. Aku lebih tahu mana yang baik dan buruk untuk putraku dari pada penculik kecil seperti mu, nona!" balas Steven dengan suara remeh dan satu alis terangkat. Damian yang mendengar adiknya diejek tidak terima, mendekat dan mencengkeram kerah baju Steven.


"Tutup mulutmu itu, berani sekali kau menghina adik ku! Aku tidak akan memaafkan siapapun yang menghina keluargaku, meskipun kau adalah kakak dari istriku!" Damian melepaskan cengkeramannya kasar.


Bukannya takut Steven malah tersenyum remeh, “ jadi nona ini adalah adikmu, pantas saja sifat kalian mirip. Sama-sama suka mengatur orang!”


Bug!


Bug!


Bug!


Damian menyerang Steven brutal, anehnya Steven tak menyerang balik. Wajahnya terlihat santai, sesekali melirik Grace dengan tatapan miris. Satu hal yang Steven sesali, telah membiarkan adik kesayangannya menikah dengan orang kasar seperti Damian.


Melihat Steven tak berdaya, Grace menenangkan amarah Damian dengan memeluknya dari belakang. Pertikaian ini harus segera di hentikan jika tidak ingin pesta ini berubah menjadi upacara pemakaman.

__ADS_1


Plak! Damian tak sengaja menampar pipi Grace. Wanita itu langsung terdiam, matanya mulai berkaca-kaca. "Sayang, kau tidak papa. Maaf, aku tidak sengaja!" Damian memeluk Grace.


"Lepaskan aku!" Grace mendorong Damian, lalu menghampiri Steven yang terbaring lemah di atas tanah. "Kak, kau tidak papa?"


"Aku tidak papa Grace."


"Tapi lihat dia, sangat kasar. Tidak pantas dengan mu Grace!" Steven mulai memprovokasi.


Di sisi lain, Damian semakin kesal mendengar perkataan Steven. Apalagi melihat Grace membela pria lain dan mendorongnya dengan kasar seolah semakin memperbesar api kemarahannya.


Hukuman menantimu baby!


"Kak, dengarkan aku. hentikan semua ini, aku sudah bilang kalau aku mencintai suami ku. Aku sudah jatuh hati padanya, dia adalah hidup ku!" ucap Grace terisak. Damian senang, amarahnya meredam kala mendengar pernyataan Grace.


"jangan menangis Grace! baiklah kakakmu ini akan diam sampai acara ini selesai. Maafkan aku karena sudah mengacaukan pesta mu!" Steven membawa Grace masuk kedalam pelukannya.


Dari kejauhan Belle tersenyum senang, karena nyatanya Steven masih tetap sama seperti dulu. Mungkin Steven sedikit lebih mudah marah karena rumitnya masalah yang menimpa. Namun, di lihat dari bagaimana cara Steven memperlakukan Grace membuat Belle yakin. Hati Steven masih lembut seperti di.


"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, silahkan kalian nikmati pestanya kembali!" Hans mencairkan suasana dengan meminta para tamu undangan kembali menikmati acara.


Para tamu undangan kembali ke tempatnya masing-masing dan acara kembali dilanjutkan. Steven berjalan mendekat kearah Ara.


"Tuan, biarkan aku saja yang menangani Alessio untuk sementara waktu. Silahkan nikmati pestanya saja!" lirih Ara, kemudian menggendong Al. Steven melihat Ara dengan pandangan yang sulit diartikan, tapi Steven mengangguk pasrah karena tidak punya pilihan.


Steven duduk di kursi paling pojok, lalu mematik sebatang rokok. Setiap kepulan asap yang keluar seakan menenangkan dirinya. Matanya tak henti-hentinya memperhatikan Damian dan Grace.


Melihat Damian mencari kesempatan dalam kesempitan dengan menyentuh ataupun menempelkan diri pada Grace membuatnya berdecak sebal.


Kenapa si sialan itu tidak tahu tempat, dasar bajingan mesum! geram Steve dalam hati. Entah kenapa merasa kesal melihat Damian berhasil mendapatkan hati adiknya. Berulang kali pria sialan itu menatapnya dengan tatapan mengejek seakan membuat api kekesalannya semakin berkobar.


Tidak betah dengan pemandangan yang ada didepannya, Steven mengalihkan pandangannya kearah lain. Memilih memperhatikan seorang wanita yang tengah memangku putranya dengan penuh kasih sayang seakan dia adalah ibu kandungnya sendiri.


Steven mengeluarkan ponselnya dan mengabadikan pemandangan yang menakjubkan itu. "Steven!" panggil seorang wanita cantik berambut ikal.


"Hai Rachel, lama tidak berjumpa!" Steven balik menyapa.


"Aku merindukanmu!" Rachel memeluk Steven, bukan apa-apa tetapi Rachel sudah menganggap Steven seperti kakak kandungnya sendiri.

__ADS_1


"Aku juga sangat merindukanmu babe!" Steven membalas pelukan itu. Tidak sadar sepasang mata mengamati interaksi mereka dari kejauhan.


"Aku tidak menyangka kau juga menikah dengan sepupu Damian!" kata Steven. Tuhan bersikap adil dengan membuat Grace dan Rachel terjebak dalam kehidupan dua psikopat gila.


"Aku di jodohkan dan aku tidak bisa menolak!"


"Lalu, apa kau menginginkan hadiah pernikahan dari ku?"


"Tentu saja! Aku akan menagihnya nanti!" Rachel mengedipkan sebelah mata. Peter yang melihat itu semakin geram, pria itu berjalan melewati kerumunan dan menarik Rachel menjauh dari Steven.


"Aku ada urusan mendadak, aku harus pergi sekarang!" pamit Peter tiba-tiba. Rachel dan Grace mau melayangkan protes, namun melihat tatapan dingin Peter membuat mereka mengurungkan niat.


"Baiklah, terimakasih sudah datang walaupun cuma sebentar!" Setelah itu Peter menarik Rachel keluar dari tempat acara. Keduanya langsung pulang ke Las Vegas.


"Lihat Grace! kakak mu membuat sahabat mu berada dalam masalah!" seru Damian memprovokasi.


"Maksud mu?" Tanya Grace tidak mengerti.


"Aku yakin Peter akan menghukum Rachel karena berani memeluk Steven di depannya langsung!" jawab Damian menjelaskan.


"Mereka hanya melepaskan rasa rindu satu sama lain. Untuk apa Peter cemburu, lagi pula Steven menganggap Rachel seperti adiknya sendiri!"


"Tetap saja Peter tidak suka melihat Rachel memeluk pria lain!"


"Menakutkan sekali, untung saja kau tidak jahat seperti sepupu mu!" Grace mengulum senyum tenang, Tidak tahu Damian tengah menatapnya lapar sekarang.


"Siapa bilang aku tidak akan menghukum mu Grace. Kau memeluk Steven membela Steven tadi." bisik Damian, meniup daun telinga Grace setelah menyelesaikan kalimat.


"Itu refleks, lagi pula kenapa kau cemburu. Steven kakak kandungku. Aku tidak mungkin berselingkuh dengannya!" jawab Grace asal, tidak tahu jawabannya itu dianggap serius oleh Damian.


"Kau berani memikirkan perselingkuhan Grace?" tanya Damian dingin. Grace menoleh, terkejut dengan wajah Damian yang berubah masam karena jawaban asalnya.


"Aku hanya bercanda, astaga apa kau sedang datang bulan. Kenapa mudah sekali tersinggung sih," Grace menggerutu kesal.


"Malam ini kau harus mendapat hukuman babe!"


TBC

__ADS_1


warning!


cerita ini hanya fiksi yang author buat sesuai dengan imajinasi author jadi mohon untuk tidak dianggap serius🙏


__ADS_2