Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda
MMM #27


__ADS_3

Gama memutuskan untuk mendaftar beasiswa S3 dengan harapan dia lolos dan mendapatkan beasiswa itu serta Karina sudah menerima cintanya.


Tapi Gama tidak memberi tahu Karina soal beasiswa itu, Dia tak ingin jika Karina tahu akan menjadikan beban pikirannya.


"Buru-buru amat Bro."


Lukman menepuk pundak Gama yang berjalan agak cepat selesai keluar dari bangsal pasiennya.


"Bikin kaget aja kamu."


"Mau kemana."


Lukman mengimbangi langkah Gama yang berjalan menuju ke ruangannya.


"Ke ruangan, dari mana kamu tiba-tiba nongol di belakang."


"Tadi ada pasien baru."


Gama nampak mengganggu anggukkan kepalanya.


"Aku istirahat di ruangan mu ya."


Pinta Lukman.


"Tumben, pakai ngomong biasanya juga ngikut aja masuk ke dalam."


"He he he.. takut ganggu nanti ada cewek cantik yang datang."


Ledek Lukman.


"Maksud kamu itu."


Gama memberikan kode dengan matanya.


"Ha ha ha.. Paham juga kamu."


"Cantikan yang lagi di kampus dong."


"Kamu nggak bisa buat dia percaya, udah kepedean."


"Bentar lagi."


Gama membuka pintu ruangannya dan mereka berdua masuk ke dalam.


Lukman menjatuhkan dirinya di atas sofa yang ada di ruangan itu, sedangkan Gama duduk di kursinya dan lalu membuka laptop.

__ADS_1


"Kamu mau ngapain sih ."


Lukman yang melihat gambar sok sibuk.


"Aku mau daftar beasiswa S3, kamu mau sekalian."


Kata gambar sambil mengotak atik laptopnya.


"Nggak dulu makasih, aku mau ngumpulin tabungan dulu buat nikah."


"Udah serius sama itu."


"Iya dong, terus kalau kamu keterima beasiswa S3 Karina gimana."


"Harapan ku, kalau aku keterima S3 dan Karina sudah menerimaku jadi bisa aku bawa ke luar negeri."


"Ya kalau dia bersedia, pasti pertimbangan dia banyak bagaimana dengan Risa nanti tinggal sama siapa."


"Risa bisa sama Mama, kalau aku sudah menikah dengan Karina dan Risa sekolah sama Tika."


Lukman serius memandang ke arah Gama, karena pembicaraannya sudah menyangkut keluarganya.


"Keluarga kamu sudah bisa menerima Karina dan Risa."


"Aku udah cerita sama Mama, Dia mendukung aku tapi aku harus bawa Karina ke rumah karena Mama mau kenal."


Gama tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dia lalu serius dengan beberapa datanya dan memasukan pendaftaran beasiswa S3 ke luar negeri.


Lukman merebahkan dirinya di atas sofa namun pandangannya ke atas menatap langit-langit ruangan Gama.


"Om gimana.?"


"Papa pasti ikut dengan keputusan Mama."


Lukman nampak mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Syukur kalau begitu tapi, ini kita bicara yang tidak baiknya ya."


Gama gantian menatap Lukman yang tiba-tiba berbicara seperti itu.


"Maksud kamu."


Lukman lalu duduk sambil beradu pandangan dengan Gama.


"Kalau Karina tetap tidak menerima kamu, karena alasan dia selalu minder dengan dirimu yang terlihat sempurna. Apa yang akan kamu lakukan, apa kamu akan terus melanjutkan beasiswa S3 mu jika kamu benar-benar keterima."

__ADS_1


Gama menghela nafasnya dan menyandarkan badannya di kursi.


"Jujur aku belum siap untuk itu tapi jika memang dia tidak mau menerima ku ..." Gama nampak menghela nafasnya dalam memikirkan yang sebenarnya dia tidak mau itu terjadi.


"Apa keputusan mu."


Tanya Lukman.


"Munafik ya kalau aku tidak kecewa, tapi aku akan ikut bahagia jika dia bahagia walaupun itu harus dengan orang lain tapi..."


Gama nampak berfikir lagi dan itu terlihat sangat berat untuk mengatakannya.


"Aku tidak akan pergi ke luar negeri sebelum dia menemukan seseorang yang benar-benar bisa menjaga dia dan menyayangi dia dengan setulus hati."


Gama menegakkan badannya dan menetap ke arah hukuman yang menatapnya balik.


"Dengan kata lain misal kamu keterima S3 dan Karina belum bisa menerimamu kamu siap melepaskan beasiswa itu demi menjaga Karina.?"


Gama menganggukkan kepalanya dengan yakin sambil menatap ke arah Lukman.


"Kamu yakin, nggak sayang dengan kesempatan yang sudah datang di depan mata dan tentu kamu akan mengecewakan Om dan Tante."


"Huftt..."


Terdengar helaan nafas Gama.


"Semoga kedua orang tuaku bisa menerima keputusanku."


"Memang semoga keputusan itu ada di tangan kamu tapi kenapa kamu tidak coba untuk meyakinkan Karina dulu baru mengambil S3 kamu."


"Kesempatan itu sekarang dan Mama sama Papa menginginkanku untuk mengambil beasiswa ini."


"Itu jelas Om sama Tante mendukung kamu untuk beasiswa tapi kamu malah lebih memilih Karina."


Lukman malah menggelengkan kepalanya.


"Aku merasa Karina itu tanggung jawabku, aku akan pergi kalau Karina sudah menemukan orang yang tepat untuk menjaga dia misal itu bukan aku. Tapi, aku masih akan terus berusaha untuk mendapatkan dia."


Ucap Gama dengan mantap dan Lukman tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Semoga ada penyelesaian yang tetap dan kamu tidak mengecewakan siapa pun."


Gama menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


Aamiin

__ADS_1


πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


__ADS_2