Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda
MMM #74


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 4 dini hari, Gama terbangun dan melihat jam di ponselnya.


Dia meletakkan ponselnya dan menatap Karina yang masih terlelap di sampingnya sambil tersenyum dan mengecup keningnya.


Gama membiarkan Karina tetap tidur dan belum membangunkannya, Dia kemudian bangkit dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi.


Di dalam kamar mandi Gama menatap wajahnya di depan cermin sambil membasuh mukanya.


"Kasihan juga sebenarnya."


Dia mengelap wajahnya lalu keluar bermaksud membangunkan istrinya ternyata Karina sudah bangun dan menatap dirinya.


"Sudah bangun sayang."


Gama menghampiri Karina dan mengusap kepalanya lalu mencium keningnya.


"Sudah subuh Mas."


"Sebentar lagi Sayang, mandi dulu yuk."


Karina menatap jam yang ada di meja dan nampak wajahnya menanti sesuatu.


"Sayang kenapa."


Karina tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Yuk mandi sayang."


Gama berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Karina.


"Mas mandi dulu aja, Karin nanti."


"Mas mau bareng, ayo sayang."


Karina merasa tidak enak akhirnya mau diajak mandi bersama suaminya.


Selesai mandi adzan sudah berkumandang lalu mereka berdua melaksanakan sholat subuh berjamaah.


"Biar Karin bereskan Mas."


Karina selesai sholat melipat sajadah yang ia kenakan sholat bersama suaminya.


"Mas ke kamar mandi ya sayang."


Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Karina masih melipat mukena yang ia pakai sholat tadi, lalu terdengar suara nada panggilan di ponselnya.


"Siapa yang telepon."


Karina menghampiri ponselnya yang ada di atas meja dan ternyata panggilan video call.


"Anggun video call."


Karina mengamati pintu kamar mandi menanti suaminya keluar dari sana.

__ADS_1


"Gimana ini, nanti Mas Gama marah nggak ya."


Panggilan itu berhenti karena tidak langsung di angkat Karina namun, kemudian berbunyi lagi Anggun memanggil kembali.


"Siapa sayang, kok nggak dijawab."


Gama yang keluar dari kamar mandi melihat Karina hanya memandangi ponsel ditangannya.


"Anggun Mas."


Karina memperlihatkan layar hp ke arah Gama.


"Jawab Sayang."


Gama tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Jawab Sayang."


"Boleh Mas.?"


"Iya Sayang, sini."


Gama membawa Karina untuk duduk di sofa menjawab video call Anggun.


"Mas, ini masih pagi."


Karina masih heran dengan suaminya padahal kemarin bilang nggak boleh.


"Jawab Sayang, Mas juga mau lihat."


"Assalamualaikum.. Karin..."


Teriak mereka dan berhasil membuat hari Karina yang nampak nanar menatap mereka yang mengenakan toga yang sangat ia nantikan.


"Waalaikumsalam.. Semuanya."


Karina tak kuasa menahan harunya, Gama merangkul pundak Karina dan langsung dapat sorakan dari temannya.


"Wah.. Pengantin baru bikin iri.."


"Makanya nikah."


Jawab Gama.


"Iya yang udah nikah."


Celetuk Anggun.


"Aku ikut Senen, kalian semua sudah pakai toga." Ucap Karina yang tak kuasa menahan tangisnya.


Gama memberikan kekuatan kepada Karina dengan mengusap pundaknya.


"Karin... Kamu ada disini lho.. Tara......"


Seorang temannya memperlihatkan figur Karina dalam wujud foto yang dicetak sebesar dirinya yang mengenakan toga.

__ADS_1


"Hiks...hiks.s... Kalian bikin aku mewek..." Karina menangis dan Gama membawa ke pelukannya.


"Kami nggak bisa foto sama kamu tapi kami bisa membuat kamu di foto kami Karin..."


"Makasih ya untuk semuanya."


Gama yang mewakili Karina masih terisak.


"Karin.. Kita seneng lho. Kamu kok malah nangis.. Hiks....hiks..."


Mereka yang ada di Indonesia juga malah mewek.


Karina menengadahkan kepalanya dan menatap semua temannya di layar ponselnya.


"Makasih semuanya.."


"Kita sayang kamu Karin..."


Teriak Anggun."


"Makasih semuanya..."


Akhirnya video call berakhir dan Gama memeluk Karina.


"Kamu hebat sayang, semua orang sayang sama kamu."


"Hiks... Makasih Mas, Karin seneng sekarang di sini menemani Mas Gama."


Gama menangkup wajahnya dan mengecup bibir Karina.


"Mas mau kamu bahagia Sayang."


"Tapi Mas, kenapa Anggun bisa telepon jam segini."


Gama tersenyum dan menceritakan semuanya, jika dirinya semalam menelepon Anggun dan memintanya untuk video call di waktu subuh saja supaya Karina juga sudah bangun dan keadaannya sudah lebih sehat.


"Mas, makasih."


Gama tersenyum dan memeluknya.


"Masih ada kejutan lagi sayang, tapi ikut Mas ke kampus ya nanti."


Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Makasih Mas."


Karina memeluk Gama erat dan bersyukur ternyata suaminya itu baik sekali dia sudah salah berfikir seperti kemarin.


"Nggak gratis ya sayang."


Bisik Gama dan Karina menganggukkan kepalanya saja.


😁😁😁


Jangan Lupa LIKE, KOMEN ya...

__ADS_1


Maafin Author, lagi sok Sibuk πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


__ADS_2