Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda
MMM #71


__ADS_3

Gama dimarahi Mama Dina sudah menyebabkan Karina sakit.


"Baru juga 3 hari jadi suaminya kamu buat sakit Karina."


Gama hanya senyam-senyum saja mendengarkan omelan Mama Dina sedangkan Karina sendiri merasa tidak enak sama Gama malah suaminya itu yang dimarahi Mamanya.


"Ma, Mas Gama nggak salah kok. Karin aja kecapekan Ma."


"Karin, nggak usah belain suami kamu. Dia memang seperti itu suka seenaknya sendiri nggak mikirin istrinya lagi capek malah sesukanya sendiri."


Karina akhirnya juga diam saja.


"Maaf Ma, Gama ngaku salah tapi Gama udah periksa Karina Ma ini mau keluar cari obat."


"Buruan kenapa masih di situ aja nggak buruan cari obatnya."


Gama cuma senyum saja, bagaimana mau pergi Mama Dina aja masih bicara terus.


"Ya udah, udah dulu ya Ma. Gama mau keluar."


"Iya, sekalian cari keperluan rumah Karina biar istirahat saja."


"Iya Ma."


Setelah selesai mendapatkan ceramah dari Mama Dina, Gama pamit sama Karina untuk keluar membeli obat dan keperluan mereka.


"Sayang, buat tidur aja ya. Mas kunci pintu depan kamu di kamar aja jangan bangun takut kamu pusing nanti, tensi kamu juga rendah."


"Iya Mas, Mas hati-hati ya."


Gama mencium kening Karina dan menganggukkan kepalanya.


"Nggak usah khawatir sama Mas, Mas pergi dulu. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam Mas."


Karina melihat Gama hingga keluar dari kamar lalu mendengar Gama mengunci pintu yang artinya suaminya itu sudah keluar rumah.


Setelah hampir 1 jam berlalu Gama telah kembali dan masuk ke kamar mendapati Karina yang tertidur pulas efek juga dari obat yang dia minum tadi.


Gama tersenyum memandang istrinya dan membiarkan saja Karina untuk tidur supaya cepat pulih. Dia ke dapur dan ingin membuat bubur untuk sarapan Karina.


Setelah matang Gama ke kamar lagi dan melihat Karina yang masih terlelap dengan pelan Dia duduk di tempat tidur dan mengusap kepala istrinya.


"Sayang, bangun yuk kita sarapan dan kamu harus minum obat."


Karina menggeliatkan badannya perlahan membuka matanya dan melihat suaminya yang tersenyum memandangi dirinya.


"Bangun sayang."

__ADS_1


Gama mencium kening Karina.


"Mas, cek suhu badan kamu dulu ya. Kayaknya udah terasa adem."


Gama beranjak mengambil termometer yang dia beli tadi.


"Alhamdulillah suhu kamu sudah mendekati normal, bangun ya kita sarapan."


"Iya Mas."


Perlahan Gama membantu Karina bangun.


"Mas gendong aja yuk."


"Karin bisa jalan Mas."


"Badan kamu lemes, yuk kita sarapan."


Gama langsung membopong tubuh Karina dan membawanya keluar dari kamar.


"Mas masak ya."


Karina melihat ada bubur, nasi dan sayuran yang sudah tersaji di atas meja .


Gama tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Tapi nggak tau enak apa nggak sayang, lama Mas nggak ke dapur."


"Sayang kenapa, ada yang sakit."


Gama yang mengambilkan bubur untuk sarapan Karina mengambil duduk di kursi sampingnya sambil menangkup wajah Karina.


"Maafin Karin, gara-gara Karin sakit Mas Gama malah repot masak itu kan tugas Karin melayani Mas."


"Sayang, nggak papa."


Gama membawa Karina ke pelukannya.


"Maafin Karin Mas."


"Iya nanti Kalau sayang udah sembuh, Sayang yang masak ya."


Karina menganggukkan kepalanya.


"Sekarang makan dulu ya."


Gama menyuapi Karina dengan telaten walaupun sudah di tolak namun Gama tetap memaksa menyuapinya.


"Enak nggak sayang."

__ADS_1


"Enak Mas."


"Tadi Mas ke supermarket beli aja yang udah instan tinggal masak."


Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Makasih Mas."


Mereka menikmati sarapan dan Gama telah belanja beberapa kebutuhan rumah yang siap masak saja supaya tidak repot.


Setelah sarapan Gama memberikan obat kepada Karina agar segera enakan badannya.


"Buat istirahat aja Sayang biar cepat pulih badannya."


"Mas, Karin masih bisa kok beresin rumah."


"Nggak boleh, kamu istirahat aja. Nurut ya sama Mas biar cepat sembuh badan kamu."


"Mas kan juga capek kenapa nggak istirahat."


"Iya nanti istirahat sama kamu."


Gama menggendong Karina lagi membawanya ke kamar.


"Sayang, cepat sembuh ya besok ikut Mas ke kampus."


"Karin boleh ikut Mas."


Gama tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Sekalian nanti kita cari keperluan rumah untuk kita, Mas nggak ngerti kalau cari sendiri kan lebih pinter istri Mas ini."


Gama menciumi pipi Karina yang mendekap tubuhnya.


"Huaaa...."


Karina menguap dan malu menutupinya.


"Tidur aja Sayang."


Karina menganggukkan kepalanya dan tak lama terlelap, Gama memang memberikan obat supaya Karina bisa istirahat.


Setelah Karina tertidur lagi, ia bangun ingin mempersiapkan segala sesuatu yang akan menjadi keperluannya besok ke kampus.


Saat Gama menata berkas terdengar nada dering ponsel Karina. Dia meraihnya dan membaca pesan dari Anggun.


"Besok kita live ya Karin... Happy Graduation.. πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³"


Gama memandang Karina yang terlelap.

__ADS_1


"Belum juga sembuh, bisa nangis lagi besok dia." Ucap Gama sendiri.


😁😁😁😁


__ADS_2