
Tak dapat dipungkiri rasa sedih menggelayuti Karina dan juga Risa, tapi mereka harus ikhlas dan tetap mendoakan kedua orang tuanya.
Rombongan mempelai pria telah tiba setengah jam yang lalu dan pak penghulu yang akan menikahkan mereka pun sudah siap.
"Bisa kita mulai acaranya."
Diiyakan oleh kedua keluarga sedangkan Karina masih berada di dalam kamarnya menunggu Gama menyelesaikan tugasnya.
Gama dan Paman Karina yang berlaku sebagai wali nikahnya berjabat tangan.
"Saya terima nikah dan kawinnya Karina Puspa Widya Kusuma dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas 20 gram dibayar tunai."
Ucap Gama dalam satu kali tarikan nafas dan disaksikan oleh banyak pasang mata yang menyatakan SAH...
Air mata Karina mengalir begitu saja menyaksikan momen itu, rasanya sesak di dadanya mengingat kedua orang tuanya yang tak ada di saat momen bahagia ini.
"Hiks... Bapak... Ibu..."
Tangis Karina dan Budenya memeluknya sambil mengusap punggungnya.
"Karin, kenapa malah nangis. Bapak sama ibu Kamu pasti bahagia disana melihat sekarang sudah bersuami.
Budenya menegakkan badan Karina dan mengusap air matanya.
"Karin, kamu sudah nangisnya. Doakan Bapak sama Ibu kalau kamu nangis terus begini kasihan Bapak sama Ibu kamu disana."
Suasana kamar itu terasa sangat hari, Risa juga menangis dan ditenangkan oleh Anggun.
"Dek, kamu jangan juga kasihan Mbak Kamu."
"Hiks...hiks..."
Risa lalu menghampiri Karina dan mereka saling berpelukan lagi.
Gama yang telah sah menjadi suami Karina, dipersilahkan untuk menjemput Istrinya yang berada di kamar.
__ADS_1
Saat tiba di depan kamar Karina, karena pintunya terbuka Gama melihat Karina dan Risa menangis dan saling berpelukan.
Bude keluar menghampiri Gama.
"Masuk Gama jemput istri kamu."
"Iya Bude."
"Kamu tenangkan Karina ya, bantu dia mengikhlaskan semuanya dan Bude yakin kamu akan membuat Karina bahagia."
"Baik Bude."
Gama masuk ke dalam kamar Karina membuat Anggun meraih tangan Risa memintanya untuk melepaskan pelukannya.
"Sini Dek."
Risa melepaskan pelukannya dan Karina yang berlinang air mata menatap Gama yang datang lalu menundukkan wajahnya karena masih malu.
Karina diminta untuk duduk lalu Gama berjongkok di depannya.
"Sayang.."
Karina masih terisak dan tak berani menatap Gama yang kini sudah sah jadi suaminya.
"Lihat Mas Sayang."
Gama perlahan mengangkat dagu Karina yang masih sesenggukan.
"Sayang nggak sendirian ada Mas yang akan selalu menemani setiap saat dan setiap waktu kamu. Kita akan mulai kehidupan kita berdua dan insyaallah mas akan selalu berusaha membahagiakan kamu."
Ucap Gama dengan dalam sambil menatap wajah cantik Karina yang sudah di rias untung make up yang dipakai waterproof.
Karina meresapi setiap ucapan Gama dan menatapnya dalam.
"Karin... Hiks... Hiks.. Kangen sama Bapak dan Ibu Mas. Kenapa mereka sudah nggak ada saat Karina menikah."
__ADS_1
Air matanya mengalir lagi dan Gama langsung mengusapnya.
"Ada Mas di sini sayang, ada Risa. Ada Bude ada Mama, Anggun pun setia selalu menemani kamu. Kita semua selalu ada buat kamu dan dosa sayang kalau bilang begitu. Kita nggak tau takdir kita tapi kita harus ikhlas menerima ketetapan Allah."
Karina terdiam dan masih sesenggukan, Gama masih tersenyum dan mengusap air matanya.
"Maafin Karin Mas."
Gama tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Karin.. Gama ini sudah suami kamu ayo cium tangannya."
Titah Budenya karena Karina belum melakukan hal itu.
Gama berdiri dan diikuti Karina yang dibantu oleh Gama.
Karina lalu mencium tangan Gama yang kini telah sah menjadi suaminya lalu Gama pun mencium kening Karina dengan penuh cinta.
"Sayang, jangan merasa sedih terus ya. Kita semua ada disini akan selalu menemani kamu."
Mereka yang melihat iri dengan kemesraan kedua pengantin baru itu. Gama mengusap pipi mulus Karina sambil tersenyum supaya istrinya itu tak bersedih terus.
"Kamu cantik banget sayang, istri siapa sih..."
Goda Gama dan Karina menjadi malu mau tersenyum tapi habis nangis alhasil dia menunduk saja menyembunyikan wajahnya.
Semua orang malah terkekeh mendengar candaan Gama yang suka menggoda Karina.
"Saya perbaiki make up dulu Mbak."
Ucap yang merias Karina karena ada sedikit riasan yang Kurang bagus.
"Kita keluar ya sayang, Mama pasti sudah nggak sabar ingin melihat menantunya."
Karina sudah tenang dan tersenyum, Gama melingkarkan tangan Karina di lengannya sambil berjalan pelan mereka keluar menemui semua tamu dan menyelesaikan administrasi pernikahan.
__ADS_1
πππ
Sah .. Sah.....