Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda
MMM #75


__ADS_3

Karina selesai mempersiapkan sarapan dan mencari suaminya yang masih berada di kamar.


"Mas..."


Karina membuka pintu kamar dan memanggil Gama.


"Iya sayang."


Gama masih menata tas nya.


"Sarapan udah siap Mas."


Gama tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Ia Sayang."


Gama membawa tasnya keluar dan menggandeng tangan Karina.


"Yuk kita sarapan sayang."


Mereka berdua keluar dari kamar dan menuju ke meja makan.


"Baunya harum ini, Mas jadi lapar."


Gama meletakkan tasnya dan duduk di kursi sebelahnya.


"Maaf ya Mas, hanya balado udang yang Karin masak."


"Nggak papa kemarin Mas juga cuma beli itu. Yuk Sayang kita makan."


Karina mengambilkan lauk dan meletakkannya di atas nasi yang sudah ia ambil tadi sebelum memanggil Gama.


"Silahkan Mas."


"Makasih sayang."


Gama senang sekali ini pertama kali Karina masak dengan status sebagai istrinya.


"Kamu juga makan sayang."


"Iya Mas."


Karina dan Gama menikmati pagi itu dengan sarapan berdua, saat sedang menikmati ada panggilan telepon masuk di handphone milik Gama dan ternyata dari Indonesia.


"Mama Sayang."


Karina senang sekali kalau dapat telepon dari keluarga di Indonesia.


"Assalamualaikum..."


Ternyata yang muncul wajah kedua adiknya, Tika dan Risa.


"Waalaikumsalam."

__ADS_1


Jawab Gama dan Karina yang senang sekali bisa melihat adiknya.


"Mesra amat."


Biasa Risa ledek mereka berdua.


"Kenapa iri."


Jawab Karina.


"Yeay... Siapa yang iri ya."


Risa dan Tika saling pandang dan mengejek ke arah kedua kakaknya.


"Awas ya kalian berdua kalau sudah berani pacaran." Gertak Gama.


"Emang kenapa Kak, kan udah gede udah SMA." Bela Tika.


"Belum boleh baru juga masuk kemarin, nanti Kakak bilang ke Mama." Ancam Gama.


"Tenang aja Gama, kalau mereka berdua sudah berani pacaran Mama nikahin aja langsung."


Tiba-tiba Mama Dina ikut gabung.


"Ha ha ha..." Puas tawa Gama.


"Mama, apaan sih kita mau sekolah dulu terus kuliah. Nggak mau nikah sekarang."


Tika yang langsung komentar.


"Risa juga nggak boleh pacaran masih anak sekolah juga Udah mau pacaran." tambah Karina.


"Mbak Karin, tau nggak. Kemarin Risa itu...mmmm..mmmmmmpph."


Mulut Tika langsung di bekap sama Risa.


"Apaan Tika."


Tanya Karina penasaran.


"Nggak ada mbak, nggak ada."


sangkal Risa.


"Ada yang disembunyikan ya."


"Nggak ada Mbak, selamat ya Mbak udah wisuda. Mama Dina udah pesen makan siang bersama Sama temennya mbak Karin."


Bocoran dari Risa sekaligus mengalihkan pembicaraan.


Karina yang baru tahu menatap suaminya yang menikmati sarapan dan pura-pura tidak mendengar.


"Makan apa, Dek."

__ADS_1


"Syukuran aja Karin, itu suami kamu yang minta." Jawab Mama Dina.


Karina menatap Gama yang hanya tersenyum manis kepadanya.


"Mas.."


"Sekedar syukuran aja Sayang, sama temen-temen kamu."


"Tapi Mas... Berlebihan itu kenapa nggak keluarga saja."


Karina merasa tidak enak pasti suaminya mengeluarkan uang banyak untuk mentraktir temannya.


"Nggak papa sayang, sesekali saja karena teman kamu juga sudah secara tidak langsung menjaga kamu, membantu kamu ini hanya sedikit ucapan terimakasih sayang sama mereka."


"Tapi Mas, teman Kampus Karin banyak. Kenapa Mas nggak ngomong dulu ke Karin."


Gama tersenyum saja dan meraih tangan Karina lalu mengecupnya.


"Suprise Sayang.." 😘😘😘


"Wah.. Wah.. Bahaya tha, main cium di depan anak kecil."


Celetuk Risa dan Tika.


"Selamat ya Sayang, sudah wisuda sekarang sudah sarjana dan Mama bangga punya anak kamu."


Ucap Mama Dina berhasil membuat Karina meleleh.


"Makasih Ma, Karina nggak bisa balas apapun atas semua kebaikan Mama."


Mama Dina nampak tersenyum senang.


"Kamu cukup disana dan buat Gama selalu senang itu sudah cukup untuk Mama. Jaga suami kamu ya Sayang buat dia menjadi laki-laki yang bertanggung jawab dan mudahkan semua bebannya kelak yang akan menjadi tanggungjawabnya."


Pesan Mama Dina.


"Iya Ma, insyaallah Ma. Terima kasih banyak Ma."


Gama mendekat ke istrinya dan memeluknya.


"Kalian bahagia selalu."


Akhirnya video call pagi hari itu berakhir dan Karina masih tak menyangka suaminya memberikan kejutan lagi.


"Mas, makasih."


"Iya Sayang, jangan nangis ini kan hari bahagia kamu sayang."


Gama mengusap air mata Karina yang membasahi pipinya.


"Makasih Mas."


Karina mendekap erat Gama dan dalam hatinya sangat bersyukur diberikan keluarga yang sangat mencintainya.

__ADS_1


😍😍😍😍😍


Love banyak - banyak ya


__ADS_2