Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda
MMM #30


__ADS_3

"Siapa laki-laki itu."


Gama yang penasaran masuk ke dalam dan menemui mereka berdua.


Pintu toko terbuka Karina yang tertawa dengan laki-laki itu menatap ke arah Gama yang menatapnya tak biasa.


"Mas Gama sudah selesai."


Gama tersenyum sambil menatap ke arah cowok itu yang menatapnya balik.


"Ikut Mas sebentar Karin."


Karina bingung dia merasa tidak enak dengan Desi dan juga cowok itu.


"Pergi aja Karin nggak papa."


Ucap Desi.


"Maaf ya Mbak bentar aja."


"Oke."


Karina keluar dari ruang kasir itu mendekati Gama.


"Kita pergi sekarang."


Ucap Gama dan Karina lalu bicara dengan cowok itu.


"Bagas, maaf ya aku keluar dulu."


"Oke Karin, boleh minta nomor ponsel kamu."


Bagas memberikan ponselnya ke Karin dan pasti Gama menatapnya dengan tatapan tak biasa seperti mau menerkamnya.


Gama yang melihat Bagas menyodorkan ponselnya kepada Karina reflek lalu membuka dompetnya.


"Tak perlu minta nomor Karina, silahkan hubungi nomor ini jika ada hal yang perlu disampaikan."


Gama memberikan kartu namanya, membuat Karina melongo melihatnya begitu juga Desi.


"Anda siapanya Karina."


Tanya Bagas yang merasa tersinggung disodori kartu nama milik Gama.


"Saya calon suami Karina."


Karina tambah melongo saja mendengar Gama bilang begitu, Gama sendiri begitu percaya diri mengucapkan itu.


"Calon suami.?"


Bagas menatap ke arah Karina meminta penjelasan.


Karina menggigit bibir bawahnya sambil menatap Gama yang menatapnya balik.


Karina menganggukkan kepalanya supaya semua cepat selesai.


"Oke, kalau begitu kapan kalian menikah."

__ADS_1


Bagas juga begitu mencari masalah lagi.


"Tenang saja nanti undangan akan sampai di rumah kamu, tungguin aja."


Jawab Gama.


Desi menahan tawanya melihat adegan di depannya seperti di drama Korea.


"Ini kartu nama Saya kalau ada perlu sama Karina silakan hubungi nomor itu."


Bagas menerima kartu nama Gama sambil namun masih ada rasa tidak percaya di dalam dirinya.


"Ayo Sayang."


Gama menjadi membuat Karina menatapnya namun Gama sendiri malah tersenyum manis.


Untuk menyudahi drama itu Karina langsung keluar dari toko dan diikuti oleh Gama meninggalkan Bagas yang masih menatap mereka berdua.


Karin berjalan duluan dan disusul sama Gama.


"Karin..."


Karina berhenti dan wajahnya tak bersahabat.


"Kamu marah sama Mas."


Gama melihat Karina yang tak mau melihat ke arahnya.


Karina diam saja dan menundukkan kepalanya.


Gama menelisik wajah Karina yang hanya diam saja.


"Karin... Yuk kita makan kamu pasti lapar."


Gama mengulurkan tangannya namun Karina berlalu meninggalkan dia.


Gama tersenyum sendiri melihat kelakuan Karina yang sepertinya malu dan mau marah tapi tak bisa.


"Pesan apa Mbak."


Sapa yang punya warung makan namun Karina diam saja dan langsung duduk.


"Nasi goreng ayam 2 Pak, sedang ya jangan terlalu pedas."


Gama yang memesankan lalu duduk di depan Karina.


"Maafin Mas ya Karin."


"Kenapa Mas Gama bilang kayak gitu, Karina kan belum jawab mau menikah sama Mas Gama atau tidak."


Karina bersuara membuat Gama sudah senang dari pada didiamkan sama Karina.


"Tadi udah jawab."


Ucap Gama sambil tersenyum.


Karina membuang mukanya didalam hatinya cuma berharap supaya drama itu cepat selesai.

__ADS_1


"Mas boleh tanya Karin.?"


"Apa!!!."


Karina tambah jutek.


"Kalau jutek gitu tambah cantik aja."


Goda Gama membuat Karina mengerucutkan bibirnya.


"Nggak lucu."


"Ha ha ha.." Gama malah tertawa.


"nyebelin."


"He ... Cowok tadi siapa?."


"Temen."


Karina hanya menjawab singkat saja.


Gama menganggukkan kepalanya.


"Kayaknya dia suka sama kamu, dari cara dia menatap Kamu dan bicara sama kamu."


Karina langsung menatap tajam ke Gama.


"Mana ada, dia temen SMA aku Mas."


Nada bicara Karina seperti orang yang sedang menjelaskan ke salah pahaman.


Gama tersenyum.


"Mas cemburu kamu bercanda sama Dia, makanya Mas tadi bilang gitu aja kamu calon istri Mas."


Karina menatap heran ke arah Gama.


"Cemburu Mas, Karina nggak ngapa-ngapain sama Bagas."


"Mas nggak suka cara dia menatap kamu."


"Mas... Karin nggak ada hubungan apa-apa sama Bagas. setelah lulus juga baru ketemu lagi tadi."


"Bagus kalau begitu, karena kamu milik Mas dan tak boleh seorang pun mendekati kamu."


Ucap Gama sambil menyuapkan sendok ke dalam mulutnya karena pesanannya sudah datang.


Karina sendiri heran begitu posesifnya Gama, padahal jawaban aja belum dia berikan sedangkan di dalam hatinya Gama senang karena dia bisa tahu bagaimana sebenarnya perasaan Karina kepadanya.


"Posesif."


Karina ikut menyuapkan sendok yang berisi nasi goreng ke mulutnya membuat Gama tersenyum sambil mengunyah.


"Kamu lucu Karin."


πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2