
1 bulan kemudian...
Tak terasa sudah hampir 1 bulan Karina dan Gama tinggal di luar negeri untuk menuntut ilmu.
Kemesraan sebagai pengantin baru masih terasa walaupun kadang juga ada drama sedikit yang menghiasinya.
Kata orang ketika pacaran akan berbeda dengan ketika kita sudah menikah, sifat pasangan kita akan terlihat aslinya ketika sudah menjadi suami istri.
Gama yang selalu berlaku lembut ternyata juga punya sisi yang keras juga tapi bukan main tangan hanya membentak saja.
Bagi Karina yang selalu mendapatkan perlakuan lembut dari Gama ketika sisi kerasnya muncul membuatnya tak menyangka suaminya begitu, seketika membuatnya menangis.
~Flashback On~
Waktu sudah menunjukkan jam 8 malam namun, Gama masih nampak sibuk dengan beberapa kertas yang sedang dicetaknya untuk menyelesaikan tugas kuliahnya.
"Mas..."
Karina datang dengan membawakan minuman hangat untuk suaminya.
"Iya sayang."
Gama masih menatap layar laptopnya tanpa menoleh ke arah Karina.
"Ini, Karin buatkan minuman hangat untuk Mas Gama."
Karina meletakkan gelas yang berisi minuman hangat di meja berdekatan dengan kertas - kertas hasil kerjaan Gama.
"Kok di situ sih.. Gimana kalau tumpah bisa basah semua kerjaan Mas. Sudah bawa keluar saja!!!"
Suara Gama terdengar keras dan dengan nada membentak Karina.
Seketika tubuh Karina bergetar menahan takut, dia belum pernah mendengar Gama semarah itu kepada dirinya.
Sedangkan Gama yang tak menyadari kalau Karina menahan tangisnya, Dia merapikan kertas itu dan menatap laptopnya lagi.
"Ma...ma...maaf.... Mas."
Karina membawa gelas itu keluar dari kamar dengan menahan air matanya.
Dia diam saja dengan terus berjalan meninggalkan kamar dan menutup pintu kamar kembali.
"Jangan nangis Karin..." ucapnya sendiri.
Bibirnya bergetar menahan rasa takut, karena baru kali ini Gama membentak begitu keras.
__ADS_1
Belum sampai di dapur air matanya sudah mengalir namun dia menahan agar tak bersuara.
Karina meletakkan gelas yang dia bawa tadi di atas meja makan.
"Siapa tau nanti Mas Gama mau minum."
Dalam hatinya sambil masih meleleh air matanya membasahi pipi mulusnya.
Tutup gelas ia ambil lalu ditutupnya supaya air tetap hangat lalu Karina memilih untuk mencari aktivitas lainnya.
Dia mengusap air matanya dan menarik nafas.
"Udah Karin, emang kamu yang salah."
Ucapnya kepada dirinya sendiri sambil mengambil air minum dan menenggaknya.
Dia melihat ada cucian bekas masak tadi yang belum sempat ia bersihkan karena buru-buru membuatkan minuman untuk Gama namun, malah salah yang dia dapatkan.
Didalam kamar Gama baru sadar jika Karina tidak lagi masuk ke dalam. Dia menyenderkan badannya di sandaran kursi dan teringat akan ucapan yang dia lontarkan kepada Karina tadi.
"Karina kemana, pasti sakit hati dia karena ucapan ku tadi."
Dia beranjak dari kursi meninggalkan pekerjaannya yang sebenarnya juga belum selesai.
Dibuka pintu kamar, Dia melihat ke ruang tamu tapi nggak ada orang. Lalu Dia keluar dan menengok ke arah dapur.
"Sruttt..."
Terdengar Karina yang menarik nafas sambil menangis di dalam diamnya.
Dia merasakan jika matanya perih karena terlalu banyak mengeluarkan air mata lalu dibasahi nya dengan air dan menekannya.
"Udah Karin.. Jangan nangis.."
Ucapnya sendiri tanpa tau jika Gama ada di dekatnya.
Gama mendekat dan memegang lengan Karina.
"Sayang.."
Karina mengusap air matanya tak mau suaminya itu tahu jika dirinya menangis.
Karina memutar tubuhnya menghadap ke arah Gama namun enggan menatapnya.
"Sayang..."
__ADS_1
Gama meraih dagu Karina dan mengangkatnya.
Karina mencoba tersenyum untuk menyembunyikan kesedihannya.
"Maaf Sayang."
Gama menangkup wajah Karina dengan kedua tangannya.
"Ka..Rin yang salah Mas. Maafin Karin.."
Suara Karina terbata-bata menahan sesak dadanya.
"Mas minta maaf sayang, Mas yang salah."
Karina menundukkan pandangannya supaya air matanya tidak meleleh.
Gama membawa Karina ke dalam pelukannya dan mengecup pucuk kepalanya.
"Maafin Mas Sayang.."
Karina terdiam dia belum membalas pelukan Gama, badannya terasa gemetar.
"Sayang..."
Gama melonggarkan pelukannya lalu menangkup wajah Karina dan mengusap air matanya.
"Maaf sayang, Mas udah kasar sama kamu."
Karina tak bisa menahan dirinya lagi, dia menangis sesenggukan sambil menatap ke arah Gama.
"Ka... Rin... minta maaf Mas . Maafin Karin..."
Gama memeluknya ,dia menyesal tadi sudah membentak istrinya nggak taunya malah membuat psikis Karina down.
"Sayang nggak salah, Mas yang salah. Mas minta maaf. Kamu sudah berniat baik membuatkan minuman untuk Mas tapi , malah Mas marah sama Kamu."
Karina melonggarkan pelukan Gama dan mengusap air matanya, namun tangannya di pegang Gama dan Dia yang mengusap air mata Karina.
"Mas janji nggak akan mengulangi lagi, sayang. Maafin ya Sayang."
Gama mengecup kening Karina dan membawanya ke pelukannya.
~Flashback Off~
ππππ
__ADS_1
Jangan lupa jempolnya πππππ