Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda
MMM #37


__ADS_3

"Alhamdulillah, kita sudah sampai. Ayo turun."


Gama sudah memarkirkan mobilnya di halaman rumah kedua orang tuanya.


"Mas, Karin takut."


Karina masih terdiam saja di tempat duduknya mengamati sekitar, rumahnya besar dan halamannya banyak tumbuh bunga.


"Ayo Mbak."


Risa sudah turun dan mengetuk kaca samping depan mobil.


"Kenapa takut, hmmm... Mama udah nunggu lho. Ayo turun sama Mas."


Gama yang sudah turun lalu membuka pintu mobil samping dimana Karina duduk dan masih menunggu Karina turun.


"Karin, dengerin Mas. Mama itu udah pengen banget ketemu sama kamu, Mama mau kenal sama calon menantunya." Kata Gama dengan tersenyum kepedean.


"Apa sih Mas Gama."


Karina bersemu merah pipinya.


"He he he.. Merah itu pipi."


Ledek Gama.


"Gendong aja Mas kalau nggak mau turun." Ledek Risa membuat Karina melotot.


"Mbak bisa turun sendiri."


Karina langsung turun dari mobil nggak mau sampai Gama benar-benar menggendong dirinya.


"Gitu dari tadi."


Ledek Risa.


"Ayo masuk."


Risa dan Karina mengikuti Gama yang berjalan di depan menuju ke pintu utama yang terbuka.


"Assalamualaikum."


Ucap Gama, namun Karina malah menarik tangan Risa.


"Dik, Mbak takut."


"Kenapa sih Mbak, ayo..."


"Waalaikumsalam."


Terdengar jawaban dari dalam rumah suara seorang wanita.


"Udah sampai ya, mana tamu istimewanya Gama."


Mama Dina yang mengenakan hijab keluar dan melihat di belakang anaknya tak ada orang.


Gama menoleh ke belakang ternyata Karina dan Risa masih di depan.


"Sebentar Ma."


Gama ke depan melihat Karina dan Risa berdiri di pintu.


"Karin, Risa ayo masuk."


"Ayo Mbak."


Risa menarik tangan Karina dan membawanya masuk ke dalam.


"Assalamualaikum."


Ucap Risa dan Karina.

__ADS_1


"Waalaikumsalam, wah ini tamu istimewanya." Lirik Mama Dina ke Gama yang tersenyum.


"Ma, kenalin ini Karina dan adiknya Risa."


Setelah diperkenalkan oleh Gama Karina meraih tangan Mama Dina dan mencium punggung tangannya begitu pula dengan Risa.


"Karina, Tante.."


"Ini Karina, cantik sekali."


Kata Mama Dina sambil melirik Gama dan menyambut dengan ramah membuat Karina merasa tidak enak.


"Cantik dong Ma, pilihan Gama."


"Kalau ini,.."


"Risa, Tante."


"Adiknya juga cantik. Kelas berapa sayang "


"Kelas 3 SMP Tante."


"Wah.. Seumuran dengan Tika ya."


"Tika adik Mas, Risa."


Terang Gama dan Risa menganggukkan kepalanya.


"Ayo.. Silahkan duduk kok berdiri aja sih dari tadi."


Karina dan Risa mengikuti Mama Dina dan duduk di ruang tamu.


"Karin, duduk sini sebelah Tante."


Karina yang awalnya duduk dengan Risa berpindah ke sebelah Mama Dina. Gama memandangnya dengan tersenyum.


"Biasa aja Karin, anggap ini rumah sendiri." Mama Dina memeluk pundak Karina membuatnya nyaman.


"Sebelumnya Tante minta maaf nggak bisa datang waktu Bapak meninggal, Tante lagi ke luar kota nemenin Papanya Gama."


"Iya Tante, terimakasih doanya Tante."


Lalu terdengar salam orang masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." Jawab Mereka


Lalu muncul Tika yang datang bersama Papanya yang pulang dari kantor.


"Sebentar ya itu Papanya Gama pulang."


Pamit Mama Dina.


"Ada tamu."


Kata Papa Eko, Papanya Gama.


"Ini lho Pa, yang sering Gama ceritain."


Kata Mama Dina sambil melirik anak kebanggaannya.


Karina menatap ke arah Gama mendengar itu, ternyata selama ini Gama bercerita kepada keluarganya.


Karina dan Risa menghampiri Papa Eko dan juga Tika, mereka saling bersalaman.


"Tika, Risa ini seumuran kamu lho."


Kata Mama Dina.


"Hai, kelas 3 juga ya."

__ADS_1


Tika juga ramah orangnya.


"Iya, Risa."


Mereka saling berkenalan.


Hari sudah sore sebentar lagi adzan Maghrib berkumandang, Mama Dina menemani Papa Eko ke kamar, Tika juga membersihkan diri.


Karina dan Risa berada di ruang tamu ditemani Gama.


"Mas Gama, cerita ya sama Tante dan Om."


Gama tersenyum, dan menganggukkan kepalanya.


"Mas cerita apa saja."


"Semuanya." Ucap Gama dengan santai aja.


Lalu datang Mama Dina menghampiri mereka.


"Karin, Risa kita persiapan sholat Maghrib yuk. Gama bersihin diri dulu sama." Kata Mama Dina.


"Iya Ma, Karin Mas tinggal dulu ya."


"Iya Mas."


Karina dan Risa mengikuti Mama Dina sedangkan Gama ke kamar untuk membersihkan diri dan bersiap sholat Maghrib.


Adzan berkumandang, Mereka segera melaksanakan sholat di mushola rumah dengan Papa Eko sebagai imamnya.


Selesai sholat Mama Dina mempersilahkan untuk makan malam bersama.


"Karin, Risa jangan sungkan anggap rumah sendiri."


"Makasih Tante."


Mereka menyantap makan malam bersama dengan menu yang sudah disediakan oleh Mama Dina.


Gama senang sekali kedua orang tuanya bisa menerima Karina dan Risa dengan ramah menganggap mereka seperti anaknya sendiri.


Selesai makan malam mereka mengobrol santai di ruang keluarga.


"Karina di rumah tinggal sama siapa."


Tanya Papa Eko.


"Hanya berdua Om, sama Risa."


"Kalian berani ya tinggal berdua saja. Kalau saudara dari Bapak dan Ibu masih ada."


"Kalau Bapak anak tunggal Om, saudara Ibu ada Bude tinggal di luar kota."


"Gama, kapan ke rumah Bude nya Karina." Goda Papanya.


Karina hanya menunduk saja, sedangkan Gama tersenyum ke arah Papanya.


"Papa kapan siap mengantar Gama kesana." Gama balik tanya.


"Masa harus papa antar, sendiri nggak berani."


"Kalau untuk meminta Karina sebagai istri Gama berani Pa. Tapi kalau mau membicarakan pernikahan ya harus sama Papa dong." Ucap Gama santai, Karina hanya diam saja.


"Memang Karina mau jadi istri kamu."


Gama menatap Karina begitu pula sebaliknya.


"Karin, mau kan jadi istri Mas?".


Karina gugup ditanya begitu di depan kedua orang tua Gama.


🀩🀩🀩🀩🀩

__ADS_1


__ADS_2