Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda
MMM #61


__ADS_3

Tak terasa hari yang ditunggu telah tiba, hari bahagia kedua keluarga dimana Gama akan mengucapkan janji sucinya menemani Karina dan menjadikan dia wanita satu satunya yang dia sayangi dan akan ia jaga seumur hidupnya.


Setelah dua hari sebelumnya Karina dan Gama serta Risa datang ke makam kedua orang tuanya untuk meminta restu mereka akan menikah.


~Flash back On.~


"Bapak, Ibu. Karin datang bersama Mas Gama dan Risa. Karin kangen Pak, Bu.. Hikss...."


Karina tak bisa menahan air matanya diatas pusara kedua orang tuanya.


Risa merangkul Kakaknya dan mereka berdua larut dalam kesedihan. Gama berada di depan Karina dan tak banyak yang ia lakukan, dia ingin memberikan waktu kepada Karina dan Risa untuk mengungkapkan rindunya kepada kedua orang tuanya.


Karina merasakan sesak di dadanya, dimana hari bahagianya kedua orang tuanya sudah tak ada walaupun dia yakin kedua orang tuanya disana ikut bahagia karena dia menikah dengan laki-laki yang diinginkan oleh Bapaknya.


"Pak.. Karin akan menikah sama Mas Gama. Laki-laki yang Bapak beri amanah untuk menjaga Karin, hikss..."


"Sayang..."


Gama tersenyum ke arah Karina supaya calon istrinya ini kuat jangan menangis terus kasihan kedua orang tuanya.


"Maafin Karin Mas, hikss...."


Risa menenangkan Karina lalu Gama lah yang berucap.


"Bapak, Ibu. Gama mohon doa restu untuk menikah dengan anak gadis pertama Bapak dan Ibu menjadikannya istri dan menemani kehidupan Gama hingga tua nanti dan hanya maut yang dapat memisahkan kami."


Karina menatap Gama yang berucap begitu tulus di depan pusara kedua orang tuanya.


"Gama berjanji akan menjaga Karina seperti amanah Bapak Heri waktu itu, Gama berjanji akan menyayangi Karina dengan tulus seperti Bapak dan Ibu menyayangi Karina tanpa mengurangi rasa Sayang Karina terhadap Bapak dan Ibu."


Karina merasakan ketulusan Gama berbicara kepada kedua orang tuanya.


"Bapak Heri, Gama akan menuntun Karina menjadi istri Sholehah dan menjadi amal bapak dan Ibu di surga. Terimakasih Bapak dan Ibu telah melahirkan, membesarkan dan terus menyayangi Karina hingga besar dan kini tanggung jawab itu akan Gama ambil alih semoga Bapak dan Ibu bahagia di surga Allah, Aamiin ya rabbal'alamiin.."

__ADS_1


Gama lalu tersenyum ke arah Karina yang menatapnya.


"Bapak, ibu Karin mohon doa restunya untuk berumah tangga bersama Mas Gama. Doakan kami selalu bisa menjaga amanah ini."


"Bapak, Ibu. Risa senang sekarang menemukan keluarga baru. Keluarga Mas Gama baik Pak, Bu. Mereka menganggap Risa seperti anaknya sendiri." Gantian Risa yang mengadu.


"Kita berdoa ya."


Gama memimpin doa dan diaminkan oleh Karina dan Risa setelah itu mereka tak lupa menabur bunga diatas pusara kedua orang tuanya.


~Flash back On.~


Pagi hari sudah nampak ramai di rumah kedua orang tua Karina dengan sanak saudara yang sudah datang dari kemarin.


Mengingat Karina Yatim piatu dari keluarga besar saling bantu membantu persiapan acara pernikahannya.


Di kamarnya Karina masih di make up oleh Mua yang khusus dipersiapkan oleh Mama Dina untuk calon menantunya.


Anggun yang sejak semalam menginap di rumah Karina memandangi wajah Karina yang nampak cantik hasil riasan.


Karina tersenyum, merona wajahnya padahal baru Anggun yang memujinya bagaimana kalau Gama nanti yang melihatnya.


Acara akad nikah akan berlangsung pukul 9 pagi dan masih sekitar satu jam lagi acara dimulai namun semuanya sudah terlihat siap menunggu kedatangan calon mempelai laki-laki.


Rumah pun sudah nampak dekorasi yang menawan karena semua diurus oleh keluarga Gama, Karina tinggal terima beres menjadi pengantin saja.


"Mbak Karin cantik banget."


Risa yang baru masuk ke dalam kamar Karina melihat Karina sudah selesai dengan riasan wajahnya tinggal berganti baju pengantin.


"Buruan Risa gantian kamu."


Tegur Anggun.

__ADS_1


"Iya Mbak."


Anggun dan Risa juga di poles untuk mempercantik dirinya menjadi Bridesmaids Karina.


Setengah jam kemudian Budenya masuk ke kamar melihat keponakannya yang sudah selesai dirias.


"Karin, cantik banget keponakan Bude."


Karina tersenyum senang namun ada sedikit sedih mengingat kedua orang tuanya.


"Bude..."


Mata Karina nanar menatap Budenya.


"Jangan nangis, Gama udah datang itu di depan sebentar acara dimulai."


Budenya mengusap sudut mata Karina yang akan mengalir.


"Karin ingat Bapak sama Ibu."


"Ikhlaskan Karin, Bude yakin Bapak sama Ibu kamu bahagia disana. Mereka pasti seneng melihat kamu menikah dengan laki-laki pilihan Bapak kamu."


"Kamu yang kuat Karin, masih ada Risa yang harus kamu jaga dan sekarang ada Gama yang akan menemani kamu."


Karina benar tak tahan, air matanya lolos begitu saja membuat Risa juga merasa sedih.


"Mbak..."


Mereka berpelukan membuat yang melihatnya ikut terharu..


😭😭😭😭


Siapin tisunya ya

__ADS_1


__ADS_2