Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda
MMM #96


__ADS_3

"Aduh... Kenapa terasa kencang begini."


Karina baru saja masuk kamar mandi dan merasakan perutnya terasa kencang.


"Astaghfirullah... Mas..."


Karina merintih merasakan perutnya yang terasa kencang dan dia pun memilih untuk duduk di lantai.


Setelah beberapa menit dia merasakan agak lega dan perutnya sedikit mereda sakitnya lalu mencoba berdiri supaya bisa keluar dari kamar mandi dan memanggil Mama Dina.


"Bismillah ya Sayang, kamu kuat."


Karina berpegangan dan mencoba untuk berdiri, perlahan kedua kakinya mampu menopang tubuhnya lalu berjalan dengan tetap berpegangan ke tembok hingga sampai pintu.


Karina rasanya mau menangis dia membayangkan jika suaminya ada di situ pasti akan langsung diangkat dan ke rumah sakit.


"Kamu bisa Karin."


Karina berhasil sampai di sofa lalu duduk dia sambil mengatur nafas.


"Ya Allah, sakit.."


Dia merasakan perutnya kencang kembali.


"Huh... Astaghfirullah.."


Karina mencoba meraih ponselnya di meja dan menghubungi Mama Dina.


"Ma.. Perut Karin..."


Hanya itu yang diucapkan karina dan telepon itu terputus karena Mama Dina langsung ke kamar untuk melihat kondisinya.


"Karin.."


Mama Dina teriak melihat Karina yang duduk di sofa sambil mengusap perutnya yang terasa kencang.


"Bi.. Bibi..."

__ADS_1


Mama Dina memanggil Bibi untuk meminta memberitahu sopir mereka untuk mempersiapkan mobil.


"Cepat siapkan mobil."


Mama Dina membantu Karina berdiri dan dibantu juga oleh Bibi untuk menuju ke mobil.


"Bi ambil semua peralatan yang ada di tas."


"Baik Bu."


Bibi langsung pelari ke dalam rumah kembali setelah membantu Karina naik ke atas mobil untuk mengambil tas.


Mama Dina menjadikan tubuhnya untuk bersandar Karina dan selalu membuatnya untuk tetap rileks tidak terlalu tegang menghadapi persalinan ini.


"Karin, istighfar ya sholawat semoga dimudahkan semua."


Mobil telah berjalan menuju ke rumah sakit, Bibi tidak ikut dia diminta untuk menjaga rumah dan menghubungi Papa Eko yang sedang di rumah sakit.


"Ma.. Sakit.. Ma."


"Istighfar Karin... Sebentar lagi ya kita sampai Papa udah nunggu di sana."


"Karina selalu sholawat dan beristighfar dia betul-betul menginginkan suaminya ada disisinya saat ini."


"Cucu Oma sabar ya."


Mama Dina mengusap-usap perut Karina.


Tak lama kemudian mobil pun telah terparkir di depan UGD di rumah sakit, Papa Eko sudah menunggu di sana bersama suster.


Papa Eko membantu Mama Dina untuk memapah Karina.


"Ayo Sus."


Brankar didorong oleh Papa Eko bersama dengan suster untuk menuju ruang persalinan dan Mama Dina mengikuti dibelakang.


Sedangkan di luar negeri.

__ADS_1


Gama merasakan perasaannya yang tidak tenang. Saat ini disana masih dini hari dan Dia baru saja melaksanakan ibadah salat subuh.


"Sayang, lagi apa ya biasanya sudah absen telepon jam segini."


Gama bicara sendiri sambil melipat sajadahnya dan meletakkan di tempatnya.


Lalu Dia mengambil ponselnya dan menghubungi sang istri.


"Aku harus segera bisa ambil cuti nih biar bisa pulang menemani karina melahirkan."


Gama melihat kalender karena sesuai dengan prakiraan dari dokter HPL masih 3 harian lagi dan dia berencana hari ini ingin ketemu dengan profesor dan langsung pulang ke Indonesia.


"Kok nggak diangkat."


Gumamnya sendiri setelah panggilannya ke Karina berdiri namun tidak ada jawaban.


"Masa tidur, nggak biasanya."


Gama mencoba menghubunginya lagi berharap tidak terjadi sesuatu dengan istri dan anaknya.


"Sayang kemana."


Gama yang mulai merasakan gelisah dia hanya menghubungi Mama Dina.


"Apa Ma...!!!! sekarang keadaan istri dan anak Gama gimana Ma. Gama mau ngambil penerbangan sekarang Ma."


Reaksi Gama langsung kaget dan dia bingung padahal baru semalam masih teleponan dengan Karina dan belum ada tanda-tanda apapun.


"Ma... Gimana Karina."


Mama Dina sudah bercerita semuanya jika karina sudah ditangani oleh dokter kandungan teman Papanya.


"Gama pulang sekarang Ma, tapi Gama harus menemui profesor dulu Ma."


"Doakan istri kamu, dan kamu juga harus tenang. Semua baik-baik saja."


Kata Mama Dina.

__ADS_1


"Gama pulang Ma."


,πŸ‘‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


__ADS_2