Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda
MMM #65


__ADS_3

Tit..tit..tit...


Terdengar bunyi alarm yang bersumber dari ponsel milik Karina.


Gama yang mendengarnya namun yang punya HP masih terlelap memeluk tubuh suaminya.


Gama membuka matanya, merasakan kebas di tangan kirinya yang tertindih kepala Karina. Senyumnya terbit ketika memandang wajah sang istri yang terlelap di dalam pelukannya.


Tangan Gama tergerak menyingkirkan anakan rambut yang menutupi kening sang istri, lalu di kecupnya kening itu.


"Kamu cantik sayang, walaupun sedang tidur."


Karina sama sekali tidak terusik mungkin badannya terasa sangat capek atau memang merasakan nyaman dan damai tidur memeluk suaminya yang biasanya hanya guling yang menemani.


"Jam berapa ini."


Gama ingin meraih ponsel Karina yang terletak di meja kecil samping tempat tidur.


Perlahan Gama menggerakkan badannya ke samping meraih ponsel Karina dan mematikan alarm.


"Baru jam 3."


Gama meletakkan kembali ponsel Karina lalu memiringkan badannya untuk di peluk Karina lagi sambil mengusap kepala istrinya itu perlahan.


"I love you sayangku."


Gama ikut terlelap kembali, hingga adzan subuh berkumandang.


Karina sayup-sayup mendengar suara adzan yang merdu, lalu mengerjapkan kedua matanya dan perlahan membukanya.


Yang ia pandangi pertama kali wajah suaminya yang damai dan tenang didalam tidurnya.


"Mas Gama.."


Ucapnya dalam hati.


Gama menggeliat badannya, dia juga mendengar panggilan adzan subuh untuk melaksanakan sholat.


Dia mengerjapkan matanya lalu membuka dan memandangi Karina yang sudah bangun ternyata.


"Sayang, udah bangun."


Gama mengusap kepala Karina yang masih memeluknya lalu memberikan kecupan di bibir Karina.


"Morning kiss, Sayang."


Karina tersenyum saja, dia belum berani membalas.


"Mana morning kiss buat Mas, kan sudah sepakat semalam."


Protes Gama dan menunggunya.


Karina menatap Gama dan memberanikan diri untuk mengecup bibir Gama.


Cup..


Gama tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia meraih leher Karina dan membalas kecupannya hingga mereka berdua saling membalas dan saling menikmati seperti tadi malam sebelum tidur.

__ADS_1


Bukan pertama kali Gama membuat Karina hampir tidak bisa bernafas karena tuntutan hasratnya untuk mencium istrinya yang begitu menggoda dan membuat kesepakatan jika bangun tidur harus morning kiss dulu.


"Maaf ya Sayang."


Gama melepaskan bibirnya setelah merasa Karina nafasnya tersengal.


"Sakit Mas."


Bibir Karina digigit Gama bukannya mengobati malah tersenyum Senang dianya.


"Mas obati ya."


Gama mau nyosor lagi itu.


"Nggak mau ah, bangun Mas mandi."


Karina melepaskan diri dari dekapan Gama dan duduk.


"Mandi bareng yuk."


Gama malah memeluknya lagi dan menggoda mengajaknya mandi bareng.


"Mas mandi duluan aja, keburu siang."


"Oke, kali ini Mas mandi sendiri tapi lain kali kita harus mandi bareng sayang."


Gama mengecup pipi Karina lalu turun dari tempat tidur.


"Mas ke kamar mandi ya Sayang."


Karina masih di atas tempat tidur tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Mbak, bangun. Malu suaminya udah bangun masih dikamar."


Terdengar suara Risa yang jahil mengganggunya, dia tadi melihat Gama sudah ke kamar mandi.


Setelah Gama keluar Karina buru-buru bergantian baju dan mengenakan jilbab lalu keluar dari kamar.


Risa yang melihat Kakaknya keluar lalu lari menuju ke kamarnya.


"Berisik..."


"Ha ha ha..."


Tawa Risa berhasil mengganggu Karina.


Budenya tersenyum saja melihat kelakuan kedua keponakannya.


Karina balik lagi ke kamar untuk membereskan tempat tidur dan mengambil baju ganti lalu ke belakang.


"Bude ngapain."


"Mau buat teh, kamu baru bangun."


"Udah dari tadi Bude, gantian biar Mas Gama yang mandi dulu."


Budenya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Tak lama Gama keluar dan melihat Karina di dapur bersama Budenya.


"Sayang mandi kita jamaah."


"Iya Mas, tunggu Karina sebentar."


Gama menuju ke kamar terlebih dahulu dan Karina segera membersihkan diri untuk berjamaah sudah di tunggu suaminya.


Setelah mandi dan berwudhu Karina bergegas ke kamar dan mendapati Gama sudah menggelar dua sajadah untuk mereka.


"Harusnya Karin tadi Mas yang nyiapin."


"Nggak papa Sayang, Mas juga bisa kok." Ucap Gama sambil tersenyum menunggu Karina mengenakan mukena.


"Ayo Mas."


Mereka berjamaah setelah selesai tak lupa berdzikir dan berdoa.


"Sayang, kopernya nanti dibawa sekalian ya. Besok kita berangkat dari rumah Mama." Ucap Gama karena besok mereka terbang pagi.


"Iya Mas."


Karina mengecek kembali barang bawaannya.


"Mas Karin bawa ini nggak papa kan."


Karina memperlihatkan foto keluarganya yang masih utuh ada Bapak dan Ibunya.


"Iya Sayang, nggak papa."


Gama mendekati Karina dan meraih tangannya lalu membawanya ke dalam pelukannya.


"Maaf ya Sayang, Mas tau ini berat untuk kamu."


Gama mengusap kepala Karina yang pas di dadanya.


"Karina ikhlas Mas, menemani Mas Gama ke luar negeri."


"Sayang, makasih sudah mau pergi sama Mas."


Karina menganggukkan kepalanya dan mengeratkan pelukannya.


"Nggak usah bawa baju banyak sayang, nanti kalau butuh kita bisa cari disana."


"Iya Mas."


Gama melonggarkan pelukannya dan mencium kening Karina dalam dan lama.


"Mas beruntung mendapatkan kamu sayang."


Karin tersenyum dan memeluk Gama lagi. (Udah ketagihan Karina ini) 😁


"Kita berangkat ke gedung jam berapa Mas."


"Mas telepon Mama dulu ya."


Karina mengemas kopernya lagi sedangkan Gama menghubungi Mamanya.

__ADS_1


😁😁😁😁😁


__ADS_2