Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda
MMM #47


__ADS_3

"Sayang..."


Gama meraih tangan Karina yang berjalan duluan setelah turun dari mobil.


"Gini kan lebih mesra, iya kan Sayang."


Gama tersenyum ke arah Karina yang memandangnya datar.


"Mas, nggak boleh belum muhrim."


Karina melepaskan genggaman tangan Gama.


"Bentar aja sayang."


Gama meraih tangan Karina lagi dan menggenggamnya lalu membawanya berjalan.


"Tapi nggak boleh lama-lama Mas."


Karina masih protes aja dan Gama cuma tersenyum manis.


"Mau cari buku apa sayang."


Gama membawa Karina ke toko buku paling komplit disana.


"Tentang Desain grafis Mas."


"Oke, sebelah sana ya."


Karina masih mengikuti Gama dengan tangan mereka yang masih saling menggenggam.


Karina mencari buku yang yang dia inginkan sebagai referensi dalam menyusun proposal.


"Udah dapat sayang."


Gama memperhatikan Karina yang sedang membaca sampul sebuah buku.


"Sepertinya ini sesuai yang Karina cari, Mas."


"Ya udah ambil aja Sayang, terus cari lagi yang lain juga untuk tambahan referensi."


Karina menganggukkan kepalanya dan melihat-lihat buku lainnya.


"Sini Mas bawain."


Gama mengambil tas belanja yang dibawa Karina berisi buku yang dia pilih.


"Karina bisa bawa sendiri Mas."


"Nggak papa, Mas bawa aja kamu pilih lagi."


"Makasih."


Setelah memilih beberapa buku yang dirasa cocok Mereka menuju ke kasir untuk membayarnya.


"Pakai ini mbak."


Gama mengeluarkan kartu saktinya.


"Mas, Karin bayar sendiri aja."


Gama hanya tersenyum saja.


"Yuk sayang, kita mau makan dulu atau sekalian jemput Risa."


"Kita jemput Risa sekalian ya Mas."


"Oke."


Mereka keluar dari mall itu dan Gama melajukan mobilnya menuju ke sekolahan Risa.


"Kamu laper Sayang."


Gama mendengar suara perut karena saat mereka masih menunggu Risa di depan gerbang sekolahannya.

__ADS_1


"He he.. Iya Mas."


"Setelah ini kita cari camilan aja dulu, Mama baru aja kirim pesan sudah masak di rumah."


"Iya Mas, nggak enak sama Mama udah dimasakin masa kita mau makan di luar."


Tak lama Risa keluar dari gerbang sekolahnya dan langsung menuju ke mobil Gama.


"Assalamualaikum."


Ucap Risa saat masuk ke dalam mobil.


"Waalaikumsalam..."


Jawab Karina dan Gama.


"Kita langsung jalan ya."


"Mbak, Risa laper."


Karina melihat ke belakang menatap Risa.


"Iya kita ke rumah Mama Dina, nanti makan di sana aja ya Mama Dina udah masak untuk kita."


"Oke."


Gama tidak tega dengan Risa yang sudah kelaparan dia membelokkan mobilnya ke sebuah minimarket untuk membeli beberapa camilan.


"Banyak banget Dik."


Risa masuk ke dalam mobil kembali setelah membeli beberapa cemilan tadi diberi uang Sama Gama.


"He he he.. Tadi dikasih uang sama Mas Gama kan disuruh beli."


"Iya udah dimakan itu, Mbak kamu juga lapar perutnya udah bunyi dari tadi."


Karina menatap Gama yang tersenyum ke arahnya.


"Masa Mbak Karin tega sih makan sendiri, suapi Mas Gama gitu."


"Mas mau roti."


Tawar Karina.


"Boleh."


Karina membukakan satu bungkus roti sandwich dan mengarahkan ke mulut Gama yang tetap fokus menyetir.


"A.. Mas."


Gama tersenyum lalu membuka mulutnya dan menggigit roti yang disuap kan oleh Karina.


"Makasih."


Ucapnya sambil mengunyah roti di dalam mulutnya.


Karina tersenyum lalu mengarahkan roti itu lagi setelah ditelan oleh Gama.


"Lagi Mas."


"Udah Sayang, mau minum."


Karina membukakan botol minuman ke arah Gama dan diambilnya.


"Udah Sayang, makasih."


"Sama-sama Mas."


Risa tersenyum-senyum sendiri melihat kemesraan mereka berdua.


Tak lama mereka sampai di rumah Mama Dina, Risa turun duluan baru setelah itu karina dan Gama mengikutinya.


"Assalamualaikum."

__ADS_1


"Waalaikumsalam."


Mama Dina yang sudah mendengar kedatangan mobil Gama menyambut mereka.


"Aduh, Mama udah nungguin dari tadi."


"Maaf ya Ma."


Karina meraih tangan Mama Dina dan mencium punggung tangannya kemudian diikuti oleh Risa.


"Ayo kita langsung makan ya."


Mama Dina mengajak mereka semua ke ruang makan untuk menyantap makan siang yang sudah ia siapkan.


"Makan yang banyak Karin."


Tawar Mama Dina.


"Iya Ma."


"Risa juga jangan malu ya."


"Risa nggak malu Ma, tadi aja ada yang nggak malu suap-suapan di mobil."


"Uhuk..."


Karina langsung tersedak.


"Minum Sayang."


Gama sigap mengambilkan minum, Mama Dina dan Risa memandangi mereka berdua sambil senyum.


"Sayang Mulu manggilnya kapan dihalalkan." Sindir Mama Dina.


"Mama, Gama mau nunggu Karin lulus dulu. Iya kan Sayang."


Karina tersenyum malu.


"Tapi nggak papa kan Mama ke rumah Bude dulu sebelum Karin lulus, menikahnya nanti setelah skripsi nggak papa."


Karin belum menjawab dan senyum saja.


"Karin, bilang ke bude ya. Mama sama Papa mau ke sana . Mama khawatir sama anak laki-laki Mama ini lama-lama membahayakan."


Gama nyengir aja.


"Kalau Gama ikut saja Ma, nikah sekarang juga boleh."


Ucapnya sambil menggoda Karina yang tersenyum saja.


"Oke, Mama nunggu Papa longgar dulu ya Karin."


"Iya Ma."


Mereka menghabiskan makan siang lalu bercengkrama di ruang keluarga.


"Karin sama Risa nginep sini ya. Tika baru pulang besok."


Pinta Mama Dina dan Gama tersenyum senang tentunya.


"Karina nggak bawa baju ganti Ma."


Karina bingung mau mencari alasan apa.


"Tenang aja, Gama nanti ajak ke butik."


"Siap Ma."


Gama benar-benar senang mendengarnya.


"Risa nanti ikut ke butik sekalian sama Mas Gama ya." Ucap Mama Dina.


"Siap Ma."

__ADS_1


😁😁😁😁


__ADS_2