Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda
MMM #88


__ADS_3

"Makasih ya Mas."


Karina bersandar dipundak Gama sambil memeluk perut suaminya itu.


"Iya Sayang, Mas lebih seneng kamu ikut."


Mereka sudah membicarakannya dengan kedua orang tua jika Karina akan kembali ikut Gama ke luar negeri menemaninya menyelesaikan beasiswa S3 nya.


Mama Dina kukuh dengan putusannya jika Karina Indonesia saja tidak usah ikut kembali ke luar negeri untuk menemani Gama menyelesaikan beasiswanya.


Namun, akhirnya Gama dapat membujuk Mamanya dan karina akan ikut kembali bersama dirinya kembali ke luar negeri.


Sore tadi Karina dengan ditemani Gama telah melakukan check up kembali ke Dokter Rita untuk memastikan kandungannya baik-baik saja dan esok hari mereka berdua akan terbang.


"Sayang, kita istirahat ya."


Karina menganggukkan kepalanya dan Gama mencium keningnya, Mereka berdua terlelap ke alam mimpi masing-masing dengan perasaan gembira.


Adzan subuh berkumandang Karina mengerjapkan matanya mengucapkan syukur jika dirinya masih diberi nikmat umur panjang, kesehatan dan kesempatan untuk menjalani kehidupannya.


Dia membalikkan tubuhnya untuk menghadap ke suaminya karena dirinya tidur dengan dipeluk Gama dari belakang.


"Hmmm... Mau kemana Sayang."


Suara surau Gama.


"Bangun sayang.."


Karina mengusap pipi Gama dan mengecupnya.


Gama tersenyum istrinya sekarang sudah bisa merayu dirinya.


"Morning kiss nya nggak di situ sayang tapi di sini."


Gama memajukan bibirnya dan Karina paham lalu mengecupnya.


"Rasanya manis."


Celetuk Gama membuat Karina mengerutkan keningnya.


"Manis dari mana Mas, Karin belum gosok gigi."


"Nggak papa tetep manis."


Gama malah mengeratkan pelukannya lagi.

__ADS_1


"Mas, perut Karin lho."


Gama reflek langsung melepaskan pelukannya dan mengusap perut Karina


"Maaf Sayang, nggak papa kan?"


Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Yuk Mas mandi."


Karina beranjak bangun dan dibantu Gama.


"kalau bangun itu miring dulu Sayang jangan langsung duduk."


"He he ... Iya Mas."


Gama turun dari tempat tidur lalu tanpa bilang mengangkat tubuh karina dan membawanya ke kamar mandi.


"Mas ke masjid ya sayang."


Pamit Gama yang akan pergi bersama Papa ke masjid melaksanakan jamaah salat subuh.


"Iya Mas."


Selesai sholat Karina mengecek kembali koper yang akan mereka bawa dengan dibantu Gama.


"Sudah sayang, nanti kamu capek."


"Iya Mas, dokumen udah siap semua kan Mas."


"Udah sayang, yuk kita keluar terus sarapan sama mama dan papa."


Gama meraih tangan Karina membawanya keluar dari kamar untuk sarapan bersama.


Selesai sarapan Risa dan Tika pamit untuk berangkat ke sekolah, mereka tidak bisa mengantar kedua Kakaknya ke bandara.


"Dik, jangan lupa makam Bapak sama Ibu dikunjungi ya."


Pesan Karina kepada Risa.


"Iya Mbak, baik-baik di sana ya jaga keponakan Risa ini."


"Sekolah yang bener nggak usah pacar-pacaran nurut sama Mama dan Papa."


"Iya Mbak.."

__ADS_1


"Risa punya gebetan mbak." kelakar Tika dan langsung ditatap tajam oleh Risa.


"He he he.. Iya kan.." Goda Tika.


"Kamu itu ."


"Udah buruan berangkat kalian udah siang." Tengah Mama Dina.


Mereka berdua berangkat sekolah dengan naik taksi online karena Sopir akan mengantar Karina dan Gama ke bandara.


Jam menunjukkan pukul 09.00 Karina dan Gama bersiap berangkat ke bandara diantar oleh Mama dan juga Papa.


Papa Eko mumpung jadwalnya agak longgar menyempatkan diri untuk mengantar mereka berdua karena kemarin tidak bisa menjemput.


"Gama.."


"Iya Pa."


Gama menatap Papanya.


"Kamu serius sama beasiswa ini, segera selesaikan dan kita semua bisa berkumpul lagi."


"Siap Pa, Gama juga mau di Indonesia aja."


Ucapnya menatap ke arah Karina yang tersenyum.


"Jangan ditunda, Papa mau nanti cucu Papa dan Mama tumbuh di sini saja."


"Iya Pa."


"Oh ya Karin, besok kalau lahiran pulang ke Indo aja ya."


Ucap Mama Dina membuat Karina menatap ke arah Gama.


"Semoga Ma."


Jawab Gama.


Karina tersenyum saja, yang belum memikirkan sampai sana tapi memang nanti saatnya melahirkan pasti kuliah Gama juga belum selesai.


"Kalau Gama belum selesai kuliahnya, Karin kembali aja ke Indonesia nanti Mama yang akan merawat si kecil."


Gama memandang Karina yang hanya tersenyum saja, enggan ngomong takut salah yang penting sekarang dia menjadi kehamilan ini di temani dengan suaminya.


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2