
"Apa kabar Gama."
Donita mengulurkan tangannya ke arah Gama ketika mereka saling berpapasan di bandara.
Gama yang merasa tidak enak dengan dokter Rifki akhirnya juga menerima uluran tangan dari Donita.
"Baik."
Gama tak melepaskan genggaman tangannya kepada Karina.
"Ini istri kamu."
Donita menyapa Karina.
"Iya, Sayang ini Donita."
Karina tersenyum menerima uluran tangan dari Donita.
"Karina."
"Donita."
Mereka saling bersalaman dan melemparkan senyuman.
"Sayang, itu Mama sudah menunggu kita."
Gama sengaja ingin segera pergi dari Rifki untuk menghindari perasaan karena yang tidak diinginkan.
"Iya Mas, ada Risa."
Karina sudah sangat merindukan adiknya itu dan baru kali ini punya kesempatan untuk bisa pulang ke Indonesia dan mereka terbang bersama dengan Dokter Rifki yang juga ingin pulang makanya kamu bisa bertemu dengan Donita yang sedang menjemput Rifki di bandara.
Gama menggandeng tangan Karina dan meninggalkan Donita serta Rifki bersama dengan anaknya untuk menemui Mama Dina dan kedua adiknya yang datang menjemputnya.
"Sayang, apa kabar."
Mama Dina langsung memeluk menantu tersayangnya.
"Baik Ma, Mama sehat kan.?"
"Alhamdulillah sehat sayang."
Gama tersenyum melihat kedua wanita yang sangat dia cintai saling melepas rindu.
"Ma..."
__ADS_1
Gama sengaja ingin menggoda mamanya karena sepertinya dari tadi tidak mempedulikan dirinya yang ada di sana karena terlalu bahagia bertemu dengan Karina.
"Anak Mama.. Tambah subur."
"Kan terjamin Ma."
Gama mencium tangan Mamanya.
Karina berpelukan dengan Risa yang sudah 6 bulan ini baru dia lihat kembali walaupun hampir setiap hari mereka melakukan video call.
Tak lupa pula dengan Tika si tomboy yang ngangenin juga, apalagi Gama kebiasaan mengacak rambutnya walaupun sekarang tika sudah berjilbab semenjak sekolah SMA.
Mereka berjalan menuju itu mobil yang sudah ditunggu oleh Pak sopir karena Papa Eko tidak bisa ikut menjemput mereka.
"Gama..."
Mama Dina tiba-tiba memanggil Gama yang ada di belakangnya berjalan bersama Karina saat akan masuk ke mobil.
"Kenapa Ma."
Gama menjadi heran dengan Mamanya.
"Mama nggak salah lihat kan itu si Donita.?"
Gama menatap ke arah yang ditunjukkan oleh Mama Dina begitu pun dengan Karina.
"Iya Ma."
Jawab Gama datar dan meminta Karina untuk masuk ke dalam mobil.
"Masih berani dia muncul."
"Udah Ma ayo masuk kita pulang."
Mama Dina masih menatap Donita yang masuk ke dalam mobilnya bersama sang suami yaitu Dokter Rifki.
"Ma, ayo ."
Akhirnya Mama Dina masuk ke dalam mobil yang ditumpangi oleh Donita bersama Dokter Rifki melaju.
"Mama kenapa."
Tanya Tika.
"Bikin mood Mama rusak aja."
__ADS_1
Gama yang duduk di depan di samping pak sopir, memintanya untuk melajukan mobil menuju ke rumah.
"Udah Ma."
Gama menatap ke belakang memastikan Karina baik-baik saja dan ternyata dia bersama Risa.
"Bikin keselll..."
"Mama kenapa sih ."
Tika tak habis pikir Mamanya ngomel sendiri.
Mama Dina membuang mukanya ke arah jendela luar mobil, Dia teringat kembali bagaimana kelakuan Donita menyakiti putra kebanggaannya.
Tak lama mobil sudah sudah terparkir rapi di halaman rumah, mereka semua turun dan Gama menunggu Karina.
"Ayo Sayang."
Gama mengulurkan tangannya begitu melihat Karina akan keluar mobil.
Mama Dina , Tika dan Risa masuk ke dalam rumah diikuti oleh Gama dan Karina dibelakangnya sambil bergandengan tangan.
"Sayang capek."
Karina menganggukkan kepalanya dan Gama bermaksud langsung membawanya ke kamar.
"Ma, Kita langsung istirahat ya. Karina sudah capek."
"Iya Sayang, bawa Karina ke kamar ."
Gama masih menggandeng tangan Karina dan membawanya ke kamar miliknya yang sudah ia rindukan.
Karena badan yang terasa sangat capek Karina begitu selesai membersihkan diri langsung tertidur di atas ranjang milik suaminya.
Gama yang baru saja keluar dari kamar mandi tersenyum melihat Karina yang langsung tertidur.
"Kasihan kamu sayang."
Gama ikut merebahkan diri di samping Karina sambil menarik selimutnya menutupi tubuh mereka berdua.
"Makasih sayang."
Gama memeluk Karina dari belakang dan mencium aroma shampo yang Karina kenakan.
πππππ
__ADS_1