
"Gama kan..? Yang sampai frustasi di tinggal teman gue..."
Susan baru tau.
"Dia setelah putus dari temanku jadi sering gonta-ganti cewek."
Susan mendengarkan cerita temannya tentang Gama sambil memandang ke arah Gama yang sedang ngobrol dengan Karina bersama seorang perempuan yang baru saja datang.
"Jadi masa lalu kamu seperti itu Gama."
Dalam hati Susan.
πΉπΉπΉπΉπΉ
Karina dan Gama serius mendengarkan penjelasan dari Jeni mengenai konsep pernikahan mereka.
"Sayang, suka yang mana."
Karina masih melihat-lihat beberapa pilihan yang ditawarkan oleh Jeni.
"Karin bingung Mas, Karin ikut aja."
Karina menatap Gama yang tersenyum ke arahnya.
"Pilih yang sesuai selera kamu Sayang, yang mana aja bebas asal kamu suka Mas akan setuju."
"Semua bagus Mas."
"Ini bagus Mbak."
Risa yang ikut sibuk melihat - melihat beberapa pilihan yang dibawa Jeni.
Karina melihat yang ditunjukkan oleh Risa.
"Glamour banget."
Karina kurang suka banyak blink - blink.
"Kamu pilih yang kamu suka saja sayang, nggak usah buru-buru dicari mana yang cocok."
Karina menganggukan kepalanya dan melihat lagi sambil diberi penjelasan sama Jeni.
Setelah beberapa kali pertimbangan dan saran dari Jeni juga akhirnya mereka sepakat dan menentukan pilihannya.
"Mas, Karin ke kamar mandi dulu ya."
"Ikut Mbak."
Risa mengikuti Karina dibelakangnya.
"Iya Sayang, Mas tunggu disini."
Gama masih ngobrol dengan Jeni.
Karina masuk ke kamar mandi dan berpapasan dengan Susan yang keluar dari kamar mandi.
"Eh.. Tunggu deh. Kamu yang waktu itu kan.? Yang suka ngikutin Dokter Gama."
Susan sambil nyinyir ke Karina.
Risa memandang tak suka ke arah Susan yang kelihatan sok. Karina tersenyum saja tidak menanggapinya.
"Hati-hati lho.. Sama Dokter Gama kelihatannya aja alim tapi Bua...ya.. Ceweknya dimana - mana ada dan pastinya lebih cantik dari kamu."
__ADS_1
Risa udah geregetan sama Susan mau dijambak dia.
Karina diam saja malah tersenyum dan tidak meresponnya kalau diladenin sama gilanya.
"Malah senyum nanti di tinggalin nangis lagi.." Ledek Susan.
Risa yang sudah geregetan maju seolah menantang Susan.
"Mbak, kenapa sih nggak suka ya kalau Mbak Karin nikah sama Mas Gama."
"Anak kecil tau apa kamu."
Susan malah mendorong Risa.
"Kamu pikir aku takut apa."
Risa nantang balik dan mendorong Susan.
"Anak kecil songong ya."
Karina menarik Risa untuk mundur.
"Udah Risa nggak usah diladenin."
"Lepasin Mbak, Aku nggak takut sama perempuan ini."
"Jaga mulut kamu ya."
Susan mengacungkan jarinya ke muka Risa.
"Udah nggak usah diladenin Dek, nanti juga capek sendiri."
Karina menarik Risa masuk ke kamar mandi.
"Dokter nggak punya akhlak."
Susan yang tak terima menghampiri Risa namun pintunya langsung ditutup Karina.
"Berani ya kamu anak kecil."
"Ha ha ha..."
Risa tertawa senang.
"Nggak usah diladenin Dek, biarin aja."
"Gemes aku Mbak, kalau nggak kamu cegah Mbak udah tak Jambak dia."
Karina hanya terkekeh saja.
"Orang seperti itu biarkan saja Dek, kalau diladenin sama gilanya."
"Sabar banget sih Mbak."
Risa heran sama Karina.
Lalu mereka berdua keluar dari kamar mandi dan Susan sudah tidak ada.
Sebelum sampai di meja mereka Karina dan Risa melihat Susan yang sedang berbincang dengan Gama.
"Lampir itu lagi... Mau tak jambak dia."
Risa mau melangkah namun di cegah oleh Karina.
__ADS_1
"Jangan Dek, kita biasa saja."
"Udah mbak diam aja."
Risa mendekati Gama dan Karina segera mengikutinya.
"Ngapain sama Mas Gama."
Susan berdiri mendengar suara Risa.
"Anak kecil ngapain ikut campur."
Bentak Susan.
"Nggak usah ganggu Mas Gama sama Mbak Karin lagi, nggak usah ngadu sama Mas Gama biar dikasihani. Mas Dia ini udah jelek - jelekin Mas Gama di depan Mbak Karin."
Gama menatap bingung ke arah Risa dan Susan yang tak terima.
"Maksud kamu apa."
Susan mau mendorong Risa namun dihalangi Gama.
"Dokter Susan pergi saja nggak usah ganggu kita lagi."
Usir Gama nggak mau mereka ribut disana.
"Tapi anak kecil ini yang suka cari gara - gara duluan Dok."
"Mending Dokter Susan pergi sekarang."
"Awas ya.. Kamu.!!!"
Risa malah melet ke arah Susan.
"Sayang kamu nggak papa kan.?"
Gama mendekati Karina yang diam saja dan dia hanya tersenyum.
"Nggak papa Mas."
"Mbak Karin sih diam aja denger kayak gitu."
Gama heran menatap Risa yang bilang begitu.
"Bilang apa, Sayang."
"Nggak papa kok Mas."
Gama yang tak percaya menatap Risa tak percaya.
"Bilang kalau Mas Gama itu ceweknya banyak dimana-mana dan lebih cantik dari kamu."
Risa dengan lagaknya menurut Susan tadi.
"Kamu nggak percaya kan Sayang sama Susan."
Karina tersenyum.
"Mas bisa dipercayakan.?"
Karina membalikkan pertanyaan.
ππππ
__ADS_1
Maaf ya kakak sibuk di dunia nyata jadi telat UP nya πππ