Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda
MMM #87


__ADS_3

Gama membawa Karina pulang ke rumah Mama Dina dengan perasaan gembira. Rasanya sudah tidak sabar untuk memberikan kejutan kepada Mamanya.


"Mas, nanti Mama suka nggak ya."


Karina memegang kotak yang ia beli tadi dan diisi dengan hasil USG dari Dokter Rita untuk kejutan Mama Dina.


Gama tersenyum melirik ke arah istrinya yang duduk disampingnya.


"Pasti sangat suka sayang."


Tak lama mobil Gama sudah terparkir rapi di halaman rumah.


"Jangan turun dulu sayang."


Gama keluar terlebih dahulu dari mobil lalu memutar dan membuka pintu mobil samping.


"Ayo Sayang, pelan - pelan ya."


Gama mengulurkan tangannya untuk diraih sama Karina.


"Iya mas."


"Biar Mas yang bawa tasnya."


Gama mengambil tas yang ada di jok belakang lalu berjalan masuk ke dalam rumah dengan menggandeng tangan Karina.


"Assalamualaikum."


Ucap Mereka dan terdengar jawaban dari dalam.


"Waalaikumsalam, sudah pulang kalian."


Gama dan Karina bergantian mencium tangan Mamanya.


"Iya Ma, ini Karin ada sesuatu untuk Mama. Duduk dulu yuk Ma." Ajak Gama.


"Ada apa sih Karin."


Mama Dina penasaran dan Karina hanya tersenyum saja.

__ADS_1


Mereka bertiga duduk di ruang keluarga dengan karina berada di tengah sebelah kanannya ada Gama dan sebelah kirinya ada Mama.


"Ini Ma, Karin itu punya kado spesial untuk Mama."


Ucap Gama dengan memberi kode kepada Karina untuk menyerahkan kotak yang ia bawa kepada Mama Dina.


"Silahkan Ma."


Karina memberikan kotak itu sedangkan Mama Dina mengerutkan dahinya Dia sangat heran dalam rangka apa mereka berdua memberinya kado.


"Tapi Mama nggak lagi ulang tahun kok."


"Buka aja Ma." pinta Gama.


Mama Dina membuka kotak yang diserahkan oleh Karina tadi.


Dia melihat ada amplop putih didalamnya yang bertuliskan nama sebuah rumah sakit.


"Ini apa, Kamu sakit Karin."


Karina tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Bukan Ma, coba Mama buka."


Mama Dina perlahan membuka isi amplop putih itu, dan mendapatkan ada sebuah foto didalamnya.


"USG.?"


Gama dan Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Mama Dina masih belum paham hingga dia mengamati dengan serius USG itu, baru sekian detik dia memahami dan terbitlah senyuman di bibirnya.


"Kamu hamil Karin?."


Ekspresinya takjub melihat USG itu.


Karina Tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan bahagia.


"Mama mau punya cucu.?"

__ADS_1


Gama ikut senang dan menganggukkan kepalanya.


"Mama mau jadi Oma." Ucapnya.


"Alhamdulillah Sayang."


Mama Dina saking senangnya langsung memeluk Karina dan mengusap perutnya.


"Cucu Oma disini, Alhamdulillah ya Allah..." Mama Dina tak hentinya bersyukur sudah diberikan kejutan yang luar biasa.


"Sayang, Mama seneng banget."


"Karin juga seneng Ma, maafin Karin ya Ma kalau sudah membuat Mama menunggu."


Air mata Karina ikut meleleh, mengingat obrolan Mama Dina dengan suaminya kemarin.


"Sayang..."


Mama Dina menangkup wajah Karina dengan kedua tangannya.


"Mama minta maaf kalau pernah menyakiti hati kamu."


Karina menggelengkan kepalanya.


"Nggak ada Ma, Karin bersyukur punya Mama."


Mereka berpelukan dan Gama tersenyum senang melihat dua wanita yang sangat berharga di dalam hidupnya saling berpelukan.


"Temani Gama selalu ya Karin."


Pesan Mama Dina.


"Iya Ma."


Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Mama Dina melepaskan pelukannya lalu menatap Gama dan Karina bergantian.


"Gama, Karin kamu ajak berangkat lagi.??"..

__ADS_1


Gimana ini READERSS


😁😁😁😁


__ADS_2