Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda
MMM #67


__ADS_3

"Karin, Risa nggak usah sungkan ini rumah kalian." Kata Mama Dina.


Mereka sedang menikmati makan malam bersama dengan kedatangan Kirana dan juga Risa menambah kemeriahan malam itu.


"Makasih ya Ma, Pa. Sudah menerima Karina dan Risa dengan baik sekali."


Gama di sebelah Karina meraih tangannya dan tersenyum.


"Makasih Mas, memberikan Karina dan Risa keluarga yang utuh."


Gama mencium tangan istrinya.


"Karin, Risa kalian anak Mama dan Papa. Anggap kami orang tua kalian berdua. Kita semua keluarga kamu." Ucap Papa Eko.


"Makasih Pa."


"Udah kita makan, kok jadi haru gini."


Kata Mama Dina yang terbawa suasana haru.


Gama menikmati makan malam dengan nikmat sambil sesekali melempar senyum ke arah Karina.


Selesai makan Karina membantu membersihkan peralatan bekas makan walaupun sudah dilarang oleh Mama Dina biar dikerjakan oleh Bibi, Karina merasa tidak enak hati karena sekarang dia sudah menjadi bagian dari keluarga itu.


Sedangkan Gama sedang berbincang dengan Papa Eko di ruang keluarga.


Selesai membereskan dapur Karina mencari suaminya ternyata sedang bicara serius dengan sang Papa dan juga Mamanya. Dia yang merasa tidak enak memilih ke belakang bergabung dengan kedua adiknya.


"Mbak Karin, sini Mbak."


Panggil Tika yang sedang asyik bersama Risa.


"Besok kan Mbak Karin sudah berangkat sama Mas Gama malam ini kita senang - senang bareng dulu mbak."


Ternyata mereka sedang memainkan permainan pantes saja ketawanya sampai ke dalam.


Karina mengamati Risa sesekali ada rasa kangen yang tumbuh dihatinya. Entah kapan nanti ia pulang ke Indonesia karena kesibukan Gama di sana dan dia harus menemani.


Tika sadar akan suasana itu lalu dia berinisiatif untuk pura-pura ke belakang meninggalkan mereka berdua.


"Tika ke belakang dulu ya Mbak."


"Iya Tika."


Di Anggukan oleh Karina .

__ADS_1


Setelah Tika pergi, Karina tiba-tiba memeluk adiknya. Risa pun kaget kenapa mbaknya tiba-tiba memeluknya.


"Dek, jaga diri baik-baik ya. Jangan nakal sama Mama Dina dan Papa, kamu jadi anak yang nurut jangan bikin susah." Karina sudah mode sedih.


"Iya Mbak, pokoknya Mbak Karin disana tenang aja Risa bisa jaga diri dan Risa akan nurut sama Mama dan Papa."


"Jangan lupa tengok makam Bapak sama Ibu ya."


"Pasti Mbak."


Mereka berdua berpelukan namun tanpa mereka tahu ada Gama dan Mama Dina yang memperhatikan mereka berdua dari jauh.


"Biarkan mereka dulu, kasih waktu sama Karina untuk berdua dengan Risa." Kata Mama Dina sambil menepuk pundak Gama dan di anggukannya.


"Jangan lupa istirahat besok berangkat pagi."


"Iya Ma."


Mama Dian menyusul Papa Eko ke kamar sedangkan Gama masih menatap mereka berdua.


"Mbak.. Udah malam, istirahat besok kan berangkat pagi. Mas Gama pasti udah nunggu kamu Mbak."


Ucap Risa dan Karina akhirnya melepaskan pelukannya.


"Kamu jaga diri baik-baik ya, itu pesan mbak dan kalau ada apa-apa selalu kabari Mbak."


Risa pura-pura menguap padahal sebenarnya dia juga sedih di tinggal Karina ke luar negeri ikut sama Gama tapi itu lebih baik demi kebahagiaan Karina.


Karina ke dalam bersama Risa dan mendapati Gama yang menunggunya di ruang keluarga.


"Itu ditunggui Mbak."


Karina jadi merasa tidak enak hati sama Gama yang menunggunya.


"Mas.. Maaf ya."


Gama malah tersenyum dan menghampirinya.


"Nggak papa sayang, udah bicaranya."


Karina menganggukkan kepalanya.


"Ya udah Risa ke kamar duluan ya Mbak, Mas."


Di Anggukkan oleh keduanya .

__ADS_1


"Kita juga istirahat yuk sayang."


Gama menggenggam tangan Karina dan membawanya ke kamar miliknya.


"Maafin Karin ya Mas, Mas jadi nungguin Karin."


"Nggak papa sayang."


Gama memeluk pinggang Karina dan berjalan menuju ke kamar.


"Masuk sayang."


Gama membuka pintu sambil menggenggam tangan Karina dan tak melepaskannya sambil menutup pintu kembali.


"Sayang."


Karina menatap ke arah Gama, dia heran dengan senyuman manis dari suaminya itu.


"Iya Mas."


Gama tiba-tiba mengangkat tubuhnya membuat Karina menjerit karena kaget.


"aaaa.. Aaa.. Mas Karin jatuh."


Sambil mengeratkan tangannya ke leher Gama.


"Nggak akan jatuh sayang."


Gama membawa Gama ke arah sofa lalu duduk dan memangkunya.


"Sayang, boleh Mas buka."


Karina menganggukkan kepalanya lalu Gama membuka jilbab yang masih ia kenakan.


"Cantik banget istri Mas."


Katanya sambil menciumi pipi Karina.


"Sayang,..."


"Hmm.. Iya Mas."


"Kita sholat 2 rakaat dulu yuk."


Karina sudah paham apa maksud Gama, dan ia hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Cie...ciee.... Nungguin ya 😁😁😁


__ADS_2