
"Sayang.."
Karina menatapnya balik, dan melihat Gama seakan ingin bicara sesuatu.
"Iya Mas kenapa.?"
"Mas mau cerita sesuatu."
"Soal apa Mas." Karina sudah punya tebakan pasti wanita tadi.
"Tentang siapa wanita tadi."
Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Dia, mantan Mas tapi kita sudah lama tidak punya hubungan dan baru kali ini juga ketemu lagi."
Gama bercerita dengan memandang ke arah Karina.
"Terus kenapa dia tadi minta maaf sama Mas."
"Mungkin dia merasa bersalah."
"Bersalah kenapa Mas."
Karina hanya mencoba menggali informasi.
"Dia dulu pergi meninggalkan Mas dan berselingkuh dengan teman dekat Mas sendiri. Maafin Mas ya Sayang baru cerita, bukan maksud Mas menyembunyikan masa lalu tapi biarlah yang sudah terjadi ya sudah selesai."
"Mas, Karina nggak papa itu juga masa lalu dan setiap orang punya masa lalunya sendiri."
Gama meraih tangan Karina dan menggenggamnya.
"Sayang, Mas ini nggak sempurna dan Mas ingin kamu menjadi pelengkapnya. Mas banyak kekurangan dan kamu yang bisa menutupinya dan apa bila ada kelebihan dari diri Mas ini semua karena ada kamu di samping Mas."
"Mas, kita saling melengkapi dan Karina minta untuk selalu jujur mau baik ataupun buruk diantara kita. Ajarin Karin ya Mas untuk jadi lebih baik lagi."
"Kita saling belajar sayang."
Katanya sambil menarik tangan Karina ingin menciumnya namun di tarik sama Karina.
"Jangan Mas, belum boleh."
Katanya sambil tersenyum dan menyembunyikan tangannya.
__ADS_1
"Tadi gandeng boleh."
"Udah bonus itu, aslinya juga belum boleh. Biar mantannya tadi percaya kalau Karin istri Mas."
Canda Karina.
"Kamu kan memang istri Mas, tau gitu tadi Mas cium kamu."
Gama sedikit sebel dan pura - pura cemberut.
"Karin telepon Papa nih."
Ancam Karina.
"Ampun.. Iya maaf Sayang."
Karina tersenyum puas dia punya senjata untuk menolak setiap keinginan Gama karena mereka belum sah suami istri.
"Sayang, besok ada bimbingan lagi."
Tanya Gama sambil melihat sekilas ke arah Karina yang duduk di sampingnya sambil melajukan mobilnya.
"Besok belum Mas, Jadwalnya lusa Karin juga belum buat revisi."
"Kenapa sayang, hemmm...?"
Gama tersenyum ke arah Karina yang nampak punya beban berat.
"Cerita sama Mas."
Karina menatap Gama.
"Tinggal dikit aja kok sulit banget ya Mas, rasanya udah capek."
Karina diakhir skripsinya mengalami sedikit kesulitan karena masih harus revisi padahal sudah dua kali dia benerin tapi belum juga disetujui oleh Dosennya.
"Sabar Sayang, kamu pasti bisa . Coba diselami apa maunya Dosen, dipahami dulu apa yang disampaikan kemarin di bimbingan terakhir coba ditelaah dulu nggak usah buru-buru."
Nasehat Gama dan Karina menganggukkan kepalanya.
"Iya Mas, Karin lagi mikir juga nyari solusinya."
"Butuh referensi lagi, Mas temenin cari buku."
__ADS_1
Gama berusaha untuk selalu ada dan meluangkan waktunya supaya bisa menemani Karina.
"Besok Karin mau cari sama Anggun aja , nggak papa kan Mas. Soalnya kemarin Anggun juga ngajak nyari buku." Karina menatap Gama.
"Kalau mau sama Anggun juga nggak papa, kalau mau sama Mas juga Mas siap aja." Katanya sambil tersenyum.
"Mas nggak sibuk."
"Mas rencana mau resign, kan sudah harus siap-siap untuk berangkat ke luar negeri sama kamu."
"Kan belum tau kapan berangkatnya Mas." Karina menatap Gama ketika bicara mau resign.
"Ya paling nggak biar rumah sakit siap cari Dokter baru sayang, Mas nggak enak juga kalau mendadak."
Karina nampak menganggukkan kepalanya.
"Kita juga harus persiapan pernikahan kan Sayang."
"Karina juga mau segera menyelesaikan skripsi ini Mas."
Kata Karina bersemangat membuat Gama mengulurkan tangannya dan mengusap kepala Karina.
"Kita selesaikan semua bersama sayang."
Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Tak terasa mobil Gama terparkir sempurna dihalaman rumah Karina dan nampak Risa yang langsung keluar dari dalam rumah.
"Lihat itu Mas, rese pasti Dia."
Karina sudah menebak isi kepala adiknya yang senyum-senyum di depan pintu.
"Kasih aja oleh-oleh nya pasti Risa seneng."
"Mas suka manjain Risa."
Gama tadi membelikan Risa untuk keperluan sekolahnya.
"Nggak papa, Risa adik Mas juga."
"Makasih ya Mas."
Gama tersenyum dan turun bersama Karina.
__ADS_1
ππππ