Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda
MMM #92


__ADS_3

"Kenapa sayang."


Karina menyandarkan kepalanya di dada Gama yang duduk disampingnya sedangkan Gama sendiri melingkarkan tangannya di pundak Karina dan yang satu mengusap perut Istrinya yang membesar.


"Mas, nggak papa nanti kembali sendiri."


Gama mengecup pucuk kepala Karina yang berada di bawahnya.


"Iya sayang, kamu tenang aja ya. Nanti kalau mendekati melahirkan Mas akan pulang."


Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Mereka saat ini sedang berada di dalam pesawat perjalanan menuju ke Indonesia. Gama mendapatkan libur semesterannya dan satu minggu ini nanti akan berada di Indonesia menemani Karina setelah itu dia akan kembali seorang diri dan membiarkan istrinya berada di Indonesia dengan ditemani oleh keluarga.


Karina akan melahirkan di Indonesia, ini semua demi kebaikan dirinya dan juga anaknya karena ada Mama Dina nanti akan membantu merawat si kecil.


"Mas, jangan lupa makan terus kalau tidur jangan malam-malam."


Ucap Karina dan Gama tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Iya sayang Ku. Mas akan selalu mengingat pesan kamu."


Gama mencubit pelan hidung Karina.


"Tidur sayang, perjalanan masih jauh."


Gama menata selimut menutupi tubuh Karina dan menggenggam tangannya supaya nyenyak tidurnya.


Karina menoleh ke arah Gama.


"Mas, nggak tidur."


"Tidur sayang."


Gama mencium tangan Karina lalu berpindah ke kening dan tak lupa kecupan manis di perut istrinya itu.


Karina memejamkan matanya dan tangannya masih di genggam oleh Gama.


Setelah melampaui perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya pesawat yang membawa mereka telah landing dengan selamat.


Gama selalu menggenggam tangan karena dengan satu tangan sedangkan tangan yang satunya mendorong koper.


"Mas, mau ke toilet dulu."


Gama menganggukkan kepalanya lalu mengantarkan Karina ke toilet sebelum keluar dari bandara.


"Mas tunggu di luar ya."

__ADS_1


"Iya Mas."


Gama menunggunya di luar, Karina masuk seorang diri ke dalam toilet perempuan.


"Gama."


Seorang wanita yang baru saja keluar dari toilet juga menyapa Gama yang sedang menunggu Karina.


Gama pun menoleh ke arah sumber suara.


"Lisa.."


"Hai.. Ini beneran kamu."


Mereka berdua saling berjabat tangan.


"Iya aku, emang siapa."


"Kamu ngapain disini, masa kamu berdiri di depan pintu kamar mandi cewek."


"Nungguin istri ku."


Lisa nampak kaget, Gama menyebut istri.


"Istri?"..


"Jahat ya kamu, nikah nggak ngabarin. Mana sosmed kamu nggak aktif lagi sekarang."


Gama tersenyum saja sambil memandang ke arah pintu keluar kamar mandi.


"Mana istri kamu."


"Bentar lagi keluar, nah.. Itu dia."


Nampak sosok Karina yang keluar dari kamar mandi perempuan berjalan ke arah dirinya.


"Itu, kirain sama yang dulu itu bisa balik lagi."


Gama tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Gama mengulurkan tangannya ke arah Karina dan disambut istrinya itu.


"Sayang, kenalin ini teman Mas."


Karina pun tersenyum sambil berjabat tangan dengan Lisa.


"Lisa."

__ADS_1


"Karina."


"Ini teman Mas waktu S1 sayang."


Gama menjelaskan karena dia tidak mau ada salah paham dengan istrinya lagi.


Karina pun sekarang menyadari karena memang suaminya ini memiliki paras yang banyak digandrungi oleh perempuan.


"Udah hamil aja istri kamu, nih nggak kasih kabar."


"Kamu kan di luar terus. Sayang, capek ya."


Gama beralih ke Karina yang sudah terlihat capek.


"Iya deh, selamat ya. Karin, Gama. Aku duluan ya."


"Oke."


Jawab Gama dan dianggukkan oleh karina.


"Yuk sayang."


Gama menggenggam tangan karina membawanya keluar dari bandara karena sudah dijemput sambil menceritakan siapa Lisa itu.


Lisa ini teman yang baik, dia justru dulu memberi semangat kepada Gama untuk lanjut kuliah daripada mengejar perempuan.


Gama dan Karina tersenyum senang melihat Risa dan Tika yang menjemput mereka.


"Mama nggak ikut."


Tanya Gama dan Karina langsung memeluk adiknya dan mengecek keadaan tangannya.


"Mama ikut Papa, Kak."


"Risa udah sembuh Mbak."


Risa memang sudah tidak memakai penyangga lagi namun memang harus bergerak dengan hati-hati.


"Yuk kita pulang."


Mereka menuju ke mobil yang sudah ditunggu pak sopir.


"Suprise...."


Teriak Mama Dina saat Gama membuka pintu mobil.


"Mama..."

__ADS_1


😁😁😁


__ADS_2