Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda
MMM #95


__ADS_3

"Ayo Karin, kita berangkat."


Mama Dina sudah menunggu Karina di teras mereka akan pergi ke dokter karena ini jadwal check up kandungannya.


Mendekati masa melahirkan pemeriksaan dilakukan 2 minggu sekali.


"Iya Ma."


Karina baru keluar, Dia tadi habis telepon dengan suaminya. Biasanya yang mengantarkan selalu Gama baru kali ini karina berangkat periksa ditemani oleh Mama Dina.


Ada rasa sedih juga tapi, ya sudahlah sama saja Mama Dina juga begitu perhatian dengan dirinya


"Pak, pelan-pelan saja ya."


Ucap Mama Dina kepada Pak sopir.


"Iya Bu."


Mobil mulai berjalan meninggalkan rumah menuju ke rumah sakit mereka sudah membuat janji untuk bertemu dengan dokter hari ini.


"Karin.."


Mama Dina menggenggam tangan Karina yang semenjak tadi masuk mobil hanya mengamati luar jendela saja.


"Iya Ma."


Karina menoleh kearah Mama Dina sambil tersenyum.


"Gama bilang apa tadi."


Karina tersenyum namun terlihat matanya berkaca-kaca.


"Mas Gama minta maaf sama Karin nggak bisa nganter ke dokter Ma."


Mama Dina tersenyum dan menggenggam tangan Karina dan tangan satunya mengusap perut menantunya itu.


"Itulah suami kamu Karin, Dia sangat mencintai kamu juga calon anaknya."

__ADS_1


"Karin, bersyukur Ma menikah dengan mas Gama."


"Bahagia selalu ya sayang, Gama itu pernah kecewa dan Mama selalu berdoa dia itu bahagia bersama kamu dan juga anak-anak kalian."


"Aamiin Ma, doa restunya Ma."


Mama Dina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Karin, sangat berterima kasih pada Mama, Papa Mas Gama dan juga Tika. Kalian semua sayang sama Karina dan juga Risa. Makasih ya Ma sudah menerima kami dengan tangan terbuka."


Mama Dina memeluk menantunya.


"Bahagia selalu sayang, Mama cuma pesan temani selalu Gama. Dia sangat mencintai kamu."


Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya tak terasa air matanya mengalir sendiri.


"Sayang, kamu beruntung sekali."


Karina berbicara dalam hatinya sambil mengusap perut besarnya.


Tak lama mobil yang mereka tumpangi telah terparkir sempurna di halaman rumah sakit.


Setelah menunggu pasien sebelumnya akhirnya Karina dipanggil masuk.


"Selamat siang Mbak Karina."


Sapa Dokter Rita.


"Siang Dok."


Mereka bersalaman, Mama Dina dan Karina duduk dihadapan Dokter Rita.


"Bagaimana keadaan Mbak Karina, apa ada keluhan mendekati masa melahirkan ini."


Karina tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Alhamdulillah, tidak ada Dok. Hanya intensitas saya ke kamar mandi memang jauh lebih sering seperti Dokter Rita terangkan kemarin."

__ADS_1


"Wajar itu Mbak, yang penting Mbak Karin itu jangan terlalu capek dan juga pikirannya dibuat santai mendekati masa melahirkan ini. Saya paham Dokter Gama sedang tidak berada di sisi Mbak Karin tapi harus tetap mengontrol emosi dan juga pola pikir Mbak Karina."


"Iya Dok."


"Dokter Rita tenang saja, menantu saya ini anaknya mandiri dan juga Gama pun selalu setiap saat mengabarkan keadaan calon anaknya."


"Syukur Alhamdulillah Tante, saya hanya ada rasa khawatir takutnya suami lagi jauh dan mood Mbak Karina bisa naik turun."


"Terima kasih perhatiannya Dokter, saya kangen cucu saya Dok bisa USG lagi kan." pinta Mama Dina.


"Dengan senang hati Tante, mari Mbak Karin."


Karina dibantu oleh suster untuk berbaring di tempat pemeriksaan lalu dioleskan gel di atas perutnya dan dokter Rita mulai menggerakkan stik untuk melihat kondisi keadaan calon anaknya yang ada di dalam rahim.


"Alhamdulillah semua baik-baik saja Tante, sudah diposisi tinggal menunggu waktunya saja untuk lahir."


"Alhamdulillah."


Ucap Syukur Mama Dina Yang senang sekali.


"Saya bisa melahirkan dengan normal kan Dok." Tanya Karina.


"Insyaallah Mbak Karin, tapi kemarin Dokter Gama bilang ke saya kalau Mbak Karin terlalu kesakitan dia menyarankan untuk sesar saja."


"Mas Gama memang gitu Dok, tapi saya mau melarikan secara normal saja. Insyaallah bisa ya kan Ma."


Mama Dina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Suami kamu itu terlalu khawatir Karin."


Dokter Rita tersenyum dia paham bagaimana sikap Gama kepada istrinya.


Selesai pemeriksaan karina kembali ke rumah bersama Mama Dina, dia sudah tak sabar ingin bercerita kepada suaminya namun nanti saja karena perbedaan waktu antara Indonesia dan Inggris.


😱😱😱😱😱


Makasih semua atas dukungannya.

__ADS_1


Author nggak nyangka banyak banget yang minta UP, tapi maaf ya tidak bisa setiap hari πŸ™


🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2