Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda
MMM #93


__ADS_3

Tinggal satu minggu waktu libur yang dimiliki oleh Gama untuk bisa menemani Karina di Indonesia sebelum dirinya kembali ke luar negeri.


Pagi ini Gama mengajak Karina untuk jalan pagi menikmati udara yang masih sejuk di pagi hari.


Mereka berdua bergandengan tangan sambil berjalan sampai menikmati suasana pagi hari di sekitar area perumahan rumah Mama Dina.


"Sayang, kalau pagi buat jalan biar segar badannya."


Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Iya Mas."


"Jangan malas ya kalau Mas nggak di rumah."


Karina lagi-lagi tersenyum supaya suaminya itu tenang.


"Sayang, maafin Mas ya kamu harus disini sama Mama dan ditemani Risa."


Gama mencium tangan Karina yang ia genggam.


"Iya Mas, Bismillah semua baik-baik saja semuanya." Ucap Karina sambil tersenyum.


Gama tersenyum dan mencubit pelan hidung Karina.


"Mas gemes sama Kamu, kalau sudah terasa kencang perutnya buru-buru bilang ke Mama ya. Supaya langsung diantar ke rumah sakit."


"Mas nggak usah terlalu khawatir, Karina paham kok Mas dan Mama pasti juga selalu menjaga Karin dan cucunya."


Karina mengusap perutnya yang semakin membesar.


Gama mengajak Karina untuk beristirahat sebentar dan duduk di kursi yang ada di taman.


"Sayang..."


Gama mengusap perut istrinya dan mengajak bicara anak yang ada di dalamnya.


"Princes Papa yang cantik, baik-baik ya Sama Mama. Kalau mau keluar jangan buat Mama sakit ya, anak manis."


Gama sekarang memanggil calon anaknya dengan sebutan princess karena berdasarkan bayi yang ada di dalam perut Karina berjenis kelamin perempuan.

__ADS_1


Karina tersenyum senang, suaminya begitu menyayangi dirinya dan juga calon anak mereka.


"Mas emang ada melahirkan nggak sakit."


Gama memandang istrinya.


"Sakit semua sayang tapi, semoga tidak terlalu sakit yang kamu rasakan karena princess kita ini dengan mudah mendapatkan jalan keluar."


"Aamiin ya Mas."


Setelah dirasa suhu udara semakin panas, Gama mengajak Karina untuk kembali ke rumah mereka juga belum sarapan.


"Nanti sebelum Mas kembali, kita check up dulu ya sayang. Supaya Mas disana tenang kamu dan anak kita baik-baik saja."


Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Sesampainya di rumah Gama dan Karina masuk ke dalam rumah dan mendapati kedua adiknya bersama Mama dan Papa sudah berada di ruang makan.


"Ayo kalian sarapan sekalian."


Panggil Mama Dina.


"Sekalian saja, nggak papa kan Mas."


Gama tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Iya cuci tangan dulu ya Ma."


"Oke."


Karina dan Gama mencuci tangan terlebih dahulu sebelum bergabung dengan mereka untuk menyantap sarapan pagi.


Sarapan yang nikmat di pagi hari itu dengan menu yang sudah disiapkan oleh Mama Dina.


Tika dan Risa berpamitan dengan semuanya untuk berangkat ke sekolahan dengan diantar oleh sopir.


"Gama." Panggil Papa Eko.


"Iya Pa."

__ADS_1


Gama menatap ke Papanya yang berada di depannya.


"Waktu kamu tinggal 1 tahun untuk menyelesaikan beasiswa kamu. Jadi Papa harap kamu serius yang segera selesai."


Gama malah tersenyum sambil mengusap perut Karina.


"Siap Pa, Gama rasanya sudah nggak sabar mau menyelesaikan dan bisa di rumah bersama anak istri dan juga Mama Papa."


"Lagian, kalau kamu lama di luar negeri nanti bisa-bisa anak kamu nggak mengenalmu." Mama Dina malah menakutinya.


"Nggak lah Ma, Gama mau bawa Karin dan anak Gama ke sana."


"Nggak ada, Karin di Indonesia saja sampai Kamu selesai."


"Kok gitu Ma."


"Kamu nanti keenakan di sana nggak lulus-lulus. Malah hidup di sana nanti kalian Mama jauh dong sama cucu Mama nanti. Kalian kalau mau ke sana silakan tapi cucu Mama tinggal di rumah saja."


"Mama... Kan Ayahnya Gama kok malah anaknya dirumah."


Gama nggak mau kalah.


"Makanya, cepetan diselesaikan."


Papa Eko benar menekannya.


"Iya Pa, ini Gama juga sudah berusaha untuk menemui profesor terus supaya cepat selesai juga."


"Bagus dong, kalau nggak mau anak kamu nggak kenal sama kamu lamain aja."


Mama Dina sengaja menakutinya.


"Mama apaan sih."


Gama mengusap perut Karina dan istrinya itu hanya tersenyum saja.


"Sayang, nggak ya. Princess Papa kesayangan Papa ya."


😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2