Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda
MMM #41


__ADS_3

"Ngapain melamun sih Karin."


Anggun yang baru datang dengan membawa pesanannya ikut duduk bersama Karina di kantin kampus.


"Nggak papa."


Jawab Karina sambil tersenyum.


"Ada masalah, hmm..."


Anggun sambil memasukkan siomay ke dalam mulutnya.


"Aku bingung ngatur waktu, Gun."


Anggun mengerutkan dahinya memahami ucapan Karina.


"Waktu apa?. "


Anggun sangat menikmati siomay favoritnya.


"Maksudnya nanti Gun, kita kan mau bimbingan terus Dosen pasti juga sulit kita harus menyelesaikan beliau sedangkan aku juga kerja sorenya."


Anggun menatap Karina sambil masih mengunyah siomay di dalam mulutnya.


"Kamu masih ingin sambil bekerja."


"Aku masih butuh biaya Gun, tapi sebenarnya Mas Gama sudah pernah bilang kalau aku suruh berhenti bekerja saja tapi aku nggak enak nanti disangka memanfaatkan Mas Gama."


Anggun tersenyum.


"Kamu beruntung Karin, Mas Gama sayang banget sama kamu."


"Tapi juga nggak harus selalu minta tolong Mas Gama kan Gun.? Selama aku bisa akan berusaha sendiri."


"Tapi, kalau kamu mengiyakan keinginan Mas Gamal pasti dia dengan senang hati akan menerimanya."


Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Terlalu baik Mas Gama itu Gun, aku cuma merasa nggak enak sama kamu dan Tante Dewi kalau nanti harus izin terus untuk tidak masuk kerja."


"Semua kembali ke kamu Karin, kalau masih bisa melakukannya ya dijalani kalau sudah nggak sanggup masih ada solusi Mas Gama yang baik hati, he he he..."


Ucap Anggun sambil cengengesan menggoda Karina.


"Kamu itu nggak ngasih solusi malah ledekin terus."


"Ha ha ha.. Itu sudah solusi paling baik."


"Hedeh..."

__ADS_1


Karina dan Anggun lalu berpisah di parkiran, mereka mengendarai kendaraan masing-masing menuju ke tujuannya sendiri-sendiri.


Karina menuju ke rumah karena pergi ke rumah temannya untuk menyelesaikan tugas sedangkan Anggun ke rumahnya.


Sesampainya dirumah Karina memarkirkan sepeda motornya di teras lalu masuk ke dalam rumah.


Dia ingin memasak sebelum nanti berangkat bekerja.


"Siapa sih yang telepon."


Karina bicara sendiri sambil berjalan untuk mengambil ponselnya yang ia tinggal di sebelah televisi.


Senyum terbit di bibirnya begitu melihat siapa yang memanggil.


"Assalamualaikum Mas."


"Waalaikumsalam, kamu dimana Sayang." terdengar suara Gama yang manis.


"Di rumah Mas mau masak."


"Sudah pulang kuliah.?"


"Sudah Mas, kenapa Mas."


"Mas ini lagi diluar mau balik ke rumah sakit tadinya mau ngajak kamu makan siang malah sudah di rumah mau masak." Sengaja Gama memancing Karina.


"Mas sama siapa.?"


"Bukan itu maksud Karin, Mas mau makan di rumah ini Karin mau masak."


"Mau banget dong, Mas ke sana ya."


Semangat banget Gama langsung merespon.


"Iya Mas, ini Karin mau masak."


"Oke, Mas otw ya."


"Iya Mas hati-hati."


"Oke, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Mereka mengakhiri percakapannya lalu Karina pun segera menuju ke dapur untuk mempersiapkan makan siang.


Sekitar setengah jam kemudian terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumah Karina.


"Assalamualaikum.."

__ADS_1


Terdengar suara cempreng Risa.


"Waalaikumsalam, lho kok bisa kamu datang bareng Mas Gama."


Karina melihat Risa masuk ke dalam rumah dan Gama berdiri di depan pintu.


"Tadi ketemu di depan."


Ucap Gama.


"Masuk Mas, Karin siapkan makan siang dulu."


Gama tersenyum dan menganggukkan kepalanya masuk ke dalam rumah.


Beberapa saat kemudian makan siang telah tersaji, mereka makan bersama di ruang tamu tak enak jika makan di dalam karena Gama belum muhrimnya.


"Kamu kerja Sayang."


Gama nggak malu memanggil Karina sayang padahal ada Risa di situ.


"Iya Mas."


Jawab Karina sambil menganggukkan kepalanya.


"Nanti bareng Mas aja."


"Pulangnya Karina gimana nanti malam."


Gama tersenyum.


"Mas jemput, nanti malam."


"Karin malah merepotkan Mas."


"Sama sekali tidak, Mas malah seneng bisa antar jemput kamu."


Ucap Gama sambil tersenyum.


"Udahlah mbak iya aja."


Risa sambil senyum - Senyum sendiri.


"Ganti baju Mas tunggu."


Titah Gama.


"Baik Mas, sebentar ya."


Gama tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ


__ADS_2