
Karina sudah pengajuan judul skripsi, dan luar biasa dengan sekali pengajuan langsung di ACC.
Sekarang Karina sedang disibukkan dengan penyusunan skripsi, dia harus pandai membagi waktu antara bimbingan dengan dosen dan juga bekerja belum lagi waktu untuk bisa bersama Gama tidak dapat dipungkiri lagi mereka berdua memiliki kesibukan masing-masing jadi memang harus pandai membagi waktunya.
"Sayang, dimana."
Terdengar suara Gama di balik telepon Karina.
"Di Kampus Mas."
"Sama siapa."
Suara Gama terdengar khawatir.
"Sama Anggun ini mau pulang, Mas."
"Tunggu Mas, jangan kemana - mana Mas jemput sekarang ini sudah dijalan. Pulang sama Mas."
"Iya Mas."
Hari ini Karina bimbingan skripsi sama Anggun tadi pagi dia dijemput sama Gama dan diantarkan ke kampus. Ternyata di luar dugaan dosennya baru datang siang hari dan banyak sekali mahasiswa yang akan bimbingan hari itu, alhasil harus menunggu hingga sore. Sedangkan Gama juga ada operasi penting hingga tidak bisa menghubungi Karina hingga sore hari.
Karina sudah mau pulang bersama Anggun dan akan diantar namun tiba - tiba Gama telepon dan datang menjemputnya ke kampus.
"Maaf ya Gun, aku dijemput Mas Gama."
"Iya Karin nggak papa. Kamu mau berangkat kerja juga."
Karina menggelengkan kepalanya.
"Ini udah kesorean Gun, tadi sudah kirim pesan juga ke tante Dwi."
"Ya udah nggak papa ijin sehari."
"Makasih banyak ya Gun."
"Santai aja, itu udah datang jemputannya."
Mobil Gama sudah merapat dan terparkir lalu ia turun menghampiri Anggun dan Karina yang ada di parkiran.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." jawab Karina dan Anggun.
"Maafin Mas Sayang, tadi ada operasi penting jadi tidak sempat mengabari kamu." Gama merasa bersalah membuat Karina lama menunggunya.
"Nggak papa Mas, Karin juga baru selesai tadi dosennya datangnya siang."
"Anggun makasih ya udah nemenin Karina."
"Sama - sama Mas, karena Mas Gama udah datang Anggun pulang duluan ya. Antar Karina ya Mas."
"Iya Gun, Karina tanggung jawab Saya. Kamu hati - hati."
"Makasih ya Gun." Ucap Karina.
"Oke.. Bye.. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Anggun menjalankan mobilnya yang meninggalkan mereka berdua.
"Ayo Sayang, kita pulang. Risa sudah dikasih tahu kan kalau kamu pulang terlambat."
"Udah Mas."
Gama membukakan pintu mobilnya untuk Karina masuk.
__ADS_1
"Makasih Mas."
Gama berputar lalu membuka pintu mobil sebelah dan menjalankannya meninggalkan kampus.
"Kita makan dulu Karin."
"Nggak usah Mas udah mau maghrib kasihan Risa di rumah sendiri, kita beli sesuatu aja Mas dimakan di rumah aja."
"Oke..."
Gama melajukan mobil yang menuju ke rumah Karina.
"Karin, kamu nggak berangkat kerja kan.?"
Ucapnya sambil melirik ke arah sampingnya.
"Nggak Mas, Karin udah ijin tadi."
"Sayang, kalau Mas meminta kamu nggak usah kerja aja gimana. Saat ini kamu kan juga sudah sibuk untuk skripsi supaya kamu bisa fokus."
Karina menatap Gama yang fokus menyetir dan sesekali melirik ke arahnya.
"Karin masih butuh biaya untuk sekolah Risa, Mas."
Gama tidak menjawab dulu lalu membelokan mobilnya ke Drive thru untuk pesan makanan.
"Kita pesan itu dulu."
Sambil menunggu pesanan Gama memandang ke arah Karina.
"Mas akan menanggung semua biaya kalian berdua, karena Kamu calon istri Mas dan Risa adik Mas."
"Terima kasih Mas tapi Karin nggak mau merepotkan Mas Gama, karena Karin belum menjadi istri Mas. Risa tanggung jawab Karin Mas, nggak mau merepotkan Mas Gama."
βKarin, Mas ikhlas menanggung kalian berdua."
Gama menghela nafasnya, dia tersenyum memilih mengalah dulu karena kalau dia terlalu memaksa karina malah nanti tidak mau sama sekali.
"Sayang... Jangan sungkan minta tolong sama Mas ya."
Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Makasih Mas."
Pesanan Mereka sudah jadi dan segera melanjutkan perjalanan ke rumah.
Sesampainya di rumah Karina turun lalu mengetuk pintu dan dibukakan oleh Risa.
"Mbak lama banget."
Risa memanyunkan bibirnya.
"Maaf, ini di beliin Mas Gama kesukaan kamu."
Mata Risa berpindah melihat kantong plastik bening berisikan makanan kesukaannya.
"Mas Gama mana Mbak, masih di mobil." Risa celingukan mencari Gama.
"Mas Gama ke masjid mau sholat, ini siapkan piring dan minuman hangat Mbak mau mandi dulu. Siapkan di ruang tamu kalau Mas Gama datang segera minta untuk makan."
"Iya Mbak."
Karina masuk ke dalam untuk segera mandi dan membersihkan badannya sedangkan Risa mempersiapkan makan malam untuk mereka.
"Assalamualaikum."
Terdengar suara seorang laki-laki di depan pintu.
__ADS_1
"Waalaikumsalam, Mas Gama silahkan masuk Risa masih buat minum."
Jawab Risa sambil mengintip di korden.
"Oke."
Gama duduk di ruang tamu lalu Risa segera keluar membawa minuman hangat untuk mereka.
"Mbak Karin masih sholat Mas, silahkan Mas Gama makan dulu tadi pesan Mbak Karin begitu."
"Nanti aja nunggu Mbak kamu."
"Ya udah silahkan minum Mas."
"Makasih ya Risa."
Gama mengambil gelas dihadapannya dan menenggak teh hangat yang disajikan oleh Risa.
"Risa, makan dulu aja kalau lapar."
"Nanti Mas bareng lebih enak, Mbak Karin bentar lagi selesai."
Beberapa menit kemudian Karina keluar.
"Mas belum makan.?"
"Nunggu kamu." Sambil tersenyum.
"Nggak papa Mas makan dulu, nggak usah nunggu Karina."
"Nggak enak makan sendiri, nggak ada yang ladenin."
Ucap Gama sengaja minta diambilkan sama Karina.
"Ya udah silahkan makan Mas."
Karina menyiapkan makan dan menghidangkannya kepada Gama.
"Makasih Sayang."
"Ada anak kecil, sayang sayangan muluk."
Risa berlaga terganggu dia selalu menyaksikan kemesraan mereka.
Malam makin larut nggak baik laki-laki bertamu ke rumah perempuan yang tidak ada walinya, akhirnya Gama pamit untuk pulang.
"Hati - hati ya Mas, kasih kabar Kalau sudah sampai rumah salam untuk Mama dan Papa."
"Iya Sayang, jangan lupa kalau tidur pintu dikunci. Terus Mas cuma mau bilang dan Mas tidak akan memaksa kamu untuk berhenti bekerja tapi kapanpun kamu akan berhenti bekerja Mas akan siap menanggung semua biaya kalian berdua."
Gama meninggalkan pesan lagi ke Karina untuk memikirkan kembali soal berhenti bekerja.
"Makasih banyak ya Mas, Karin akan berusaha sendiri dulu untuk memenuhi kebutuhan kita karena Karin dan Risa tidak mau merepotkan Mas Gama dan keluarga."
"Iya Sayang, kalau butuh apapun bilang sama Mas."
"Makasih Mas."
"Ya udah sekarang kamu masuk dan kunci pintu Mas baru akan pulang setelah kamu masuk rumah."
"Baik Mas, hati-hati ya Mas."
"Iya Sayang, I Love You πππ."
Goda Gama dan Karina tersenyum saja masuk ke dalam rumah dan lalu menguncinya.
ππππ
__ADS_1