
"Alhamdulillah ya Gun, kita bisa wisuda bareng."
Karina bersama Anggun mendaftar wisuda walaupun sudah di akhir waktu mereka masih bisa ikut wisuda kloter ini yang waktunya tinggal 1 minggu lagi.
"Kita bisa wisuda gasik Karin."
"Betul, aku Seneng banget."
Karina melihat kertas yang ada di tangannya saat ini.
"Kamu seneng mau wisuda apa mau nikah." Ledek Anggun.
"He he .. Keduanya dong."
Lalu terdengar suara panggilan masuk di ponsel Karina.
"Siapa."
Anggun kepo dan Karina memperlihatkan layar ponselnya.
"Hmm.. udah aku duga."
Karina tersenyum saja dan menjawab panggilan dari Gama.
"Assalamualaikum, Mas."
"Waalaikumsalam, dimana sayang udah pulang belum."
"Belum Mas masih di kampus, ada apa Mas."
"Mas mau bicara sesuatu, Mas jemput ya."
"Karin sama Anggun Mas, penting banget ya."
"Iya Sayang, ini Mas udah di jalan."
Setelah panggilan berakhir, Karina bilang ke Anggun yang sebenarnya juga sudah mendengar tadi jika dia di jemput sama Gama.
"Iya Nggak papa, Mas Gama kan calon suami kamu."
"Maaf ya Gun."
"Nggak papa Karin, udah biasa he he he.." Canda Anggun namun membuat Karina tidak enak hati.
Tak selang berapa lama Gama datang dan menemui Karina yang bersama dengan Anggun.
__ADS_1
"Ya udah, Mas Gama udah datang aku cabut ya." pamit anggun.
"Mau kemana ayo ikut aja."
Ajak Gama.
"Masa aku jadi obat nyamuk kalian sih." Anggun malas aja dia tak bawa pasangannya.
"Kamu Kayak sama siapa aja sih Gun, ikut ya." Karina yang merayunya kini.
"Please..."
"Oke deh, emang mau kemana."
"Kita ke kafe depan aja situ, mobilnya bawa aja sekalian." Ucap Gama.
"Siap Mas."
Karina naik mobil Gama dan Anggun mengikutinya dari belakang membawa mobilnya sendiri.
Setelah sampai mereka masuk dan memilih tempat duduk yang nyaman untuk ngobrol tak lupa juga memesan makanan sesuai dengan selera mereka masing-masing.
"Mas katanya mau ngomong penting, soal apa." Tanya Karina.
Gama menghela nafasnya lalu mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan isi sebuah email.
Karina membaca isi email itu dengan serius karena sudah melihat dari mana email itu berasal.
"1 minggu lagi Mas untuk konfirmasi ke kampusnya?"
Karina memandang Gama dan mendapatkan anggukan kepala.
"Apa itu Karin."
Anggun kepo juga, salahnya tadi ia di ajak.
"Ini Mas Gama harus konfirmasi ke kampusnya 1 minggu lagi."
"1 minggu lagi, itu kan pas kita wisuda Karin."
Karina terlihat kaget dia tak menyangka akan secepat ini padahal ia sudah sangat mendambakan wisuda itu, momen dimana ia merasakan bangga bisa mewujudkan cita-cita kedua orang tuanya.
Gama sebenarnya sudah tau makanya dia buru-buru mengajak Karina bicara.
"Iya Mas.."
__ADS_1
Karina terlihat sangat kaget dan bingung, Gama pun melihat itu.
Gama meraih tangan Karina dan ingin bicara dari hati ke hati, dia sadar ini terlalu mendadak untuk Karina.
"Sayang... Mas nggak akan memaksa kamu untuk ikut berangkat sama Mas, nanti bisa Mas jemput lagi setelah kamu wisuda dan urusan Mas disana selesai."
Karina merasa bersalah mendengar ucapan Gama, padahal dia sendiri yang mendorong dan mendukung Gama untuk ambil S3 diluar negeri.
"Karin saran ya."
Ucap Anggun memecah keheningan.
"Kamu mending berangkat sama Mas Gama, lagian kamu juga sudah jadi istri Mas Gama 3 hari lagi apa tega kamu melihat Mas Gama berangkat sendiri."
Karina menatap Gama dan jujur dia bingung satu sisi ingin menunjukkan kepada almarhum kedua orang tuanya tapi satu sisi lain ini suami masa ia membiarkan suami ke luar negeri sendiri.
"Sayang, Mas nggak memaksa kamu. Mas ngerti kok kamu mau wisuda."
"Wisuda bisa via video call Karin, nanti aku live dari sini."
Anggun menyemangati Karina entah itu benar atau salah dia mencoba membantu Karina supaya tidak menyesal nantinya.
"Mas..."
"Iya Sayang, Mas nggak papa Sayang."
Gama mengusap kepala Karina yang tertutup hijab.
"Karin mau ikut berangkat sama Mas Gama." Ucapnya dengan tersenyum walaupun masih ada ganjalan di hatinya.
"Sayang, Mas nggak mau memaksa kamu."
"Karin nggak terpaksa kok Mas, Karin beneran mau berangkat sama Mas Gama soal wisuda nanti bisa lihat live."
"Gitu baru bener."
Dukung Anggun.
"Makasih ya Sayang, maafin Mas membuat kamu sulit begini."
Karina menggelengkan kepalanya Dia tersenyum.
"Karina seneng Mas, besok kita ke makam Bapak sama Ibu ya Mas. Karin kangen."
"Iya Sayang, besok sama Mas ke makam. Makasih ya Sayang."
__ADS_1
Anggun ikut senang melihat temannya itu sudah menemukan seseorang yang benar-benar sayang sama dia dan menerima apa adanya.
πππππ