Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda
MMM #28


__ADS_3

"Kamu kenapa Karin.?"


Anggun melihat Karina yang raut wajahnya aneh sambil menata ponselnya.


"Mas Gama kenapa.?"


Ucapnya sendiri.


Anggun yang mendengar karina menjawab begitu jadi penasaran dan mengintip ke arah ponselnya.


"Kenapa Mas Gama, nggak terjadi sesuatu kan.?"


"Kok tiba-tiba kirim pesan kayak gini."


Karina memperlihatkan ponselnya yang terdapat pesan dari Gama yang isinya.


"Karin, Mas minta doanya ya πŸ™‚."


Anggun tersenyum namun dia sembunyikan.


"Coba ditanya aja, minta doa apa."


"Gitu ya."


Karina lalu mengirimkan pesan balasan kepada Gama.


"Apa jawabannya.?"


Anggun masih menyimpan sesuatu dari Karina.


"Belum dibaca."


jawab Karina sambil menggelengkan kepalanya.


"Mungkin ada operasi yang besar atau apa gitu."


Ucap Anggun dengan gaya biasa saja tapi sudah tau sebenarnya.


"Mungkin ya."


Karina pun tidak curiga dengan Anggun.


~Flashback On~


Malam itu Anggun sedang bersantai di ruang keluarga sambil memangku laptopnya kemudian datang Lukman yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Rajin amat."


Lukman seperti biasa suka mengganggu adiknya itu dengan mengacak rambutnya.


"Kebiasaan deh, jahil banget sih."


Anggun merapikan rambutnya lagi.


"Buat apa sih."


Lukman duduk disampingnya Anggun.


"Desain, bantuin Kak."


"Kamu yang kuliah kenapa minta Kakak yang buat."


"Kurang gimana gitu, bagusan kalau Karin yang buat."

__ADS_1


Anggun melihat - lihat hasil karyanya.


Lukman lalu menghadap ke Anggun begitu mendengar nama Karina.


"Eh.. Dek.."


"Ngagetin aja sih Kak, Napa coba."


"Si Karina itu gimana sih, sama Gama."


Anggun menatap heran ke arah Kakaknya.


"Lho, kok malah tanya Anggun. Kakak yang setiap hari sama Mas Gama gimana dia."


Anggun beralih bertanya karena belum paham maksud dari Lukman.


"Bukan Gama, tapi Karina gimana sebenarnya perasaannya sama Gama."


"Nggak paham juga, emang kenapa sih Kak."


"Karina itu suka nggak sih sama Gama. Udah berapa bulan coba Gama menunggu dia."


Anggun menghela nafasnya dan meletakkan laptopnya di meja.


"Kalau Anggun melihatnya itu, Karina sebenarnya juga suka sama Mas Gama tetapi dia selalu beralasan kalau dia nggak pantas untuk mendampingi Mas Gama."


"Paham Kakak, tapi kasihan Gama dia masih berharap terus sampai dia mau daftar beasiswa S3 aja masih mikirin Karina."


Anggun menatap ke Lukman dengan wajah bertanya - tanya.


"Mas Gama mau kuliah S3, Kak.?


Lukman menganggukkan kepalanya.


"Segitu cintanya Mas Gama sama Karin."


"Itu dia, Gama emang kalau sudah cinta sama perempuan seperti itu tapi kalau dia dibuat kecewa malah menjerumuskan dirinya sendiri."


"Terus Mas Gama nggak jadi daftar kuliah."


"Jadi.."


Anggun malah kaget Lukman bilang begitu.


"Lho gimana sih."


"Gama itu akhirnya tetap daftar beasiswa dengan risiko kalau nanti dia keterima dan Karina belum menerima cintanya dia akan melepaskan beasiswa itu walaupun harus membuat kecewa kedua orang tuanya yang sangat berharap."


"Sampai segitunya Mas Gama."


"Alasannya, Karina belum ada yang menjaga kalau dia tinggal ke luar negeri."


"Kalau Karina tetap tidak menerima Mas Gama apa Mas Gama masih tetap akan menunggu Karina dan tidak akan kuliah S3."


"Gama bilang dia akan melepaskan Karina kalau Karina sudah menemukan seseorang yang bisa menjaganya dan tulus mencintainya."


Anggun sampai menggelengkan kepalanya tidak percaya segitu cintanya Gama kepada Karina.


"Padahal Mereka awalnya tidak kenal tapi kenapa bisa Mas Gama segitu cintanya sama Karina apa ada rahasia yang Mas Gama sembunyikan."


"Katanya dia ingin menjalankan amanat dari Bapaknya Karina."


"Kalau amanat memang harus di jalankan tapi kan juga tidak harus mencintainya sampai segitunya sampai mengorbankan cita-cita Mas Gama sendiri."

__ADS_1


Lukman menatap Anggun.


"Kenapa Kak."


"Coba kamu tanya lagi sama Karina apakah dia mencintai Gama atau tidak tapi jangan bilang tentang rencana Gama ini. Dia nggak mau menambah beban Karina yang akhirnya benar-benar tidak bisa menerima dia yang terlihat terlalu sempurna di mata Karina."


"Iya Kak, nanti aku coba bicara."


"Ingat ya, jangan cerita soal beasiswa Gama."


"Siap tenang aja Kak, tapi aku juga nggak bisa janji kalau melihat Karina yang selalu minder itu jadi geregetan sendiri aku Kak."


"Makanya itu Kamu bilang sama Dia, nggak usah terlalu minder Mamanya Gama aja pengen ketemu sama dia."


"Serius Kak, berarti Mas Gama udah cerita dong sama Tante Dina."


Lukman menganggukkan kepalanya.


"Karin.. Karin.. Beruntung banget jadi Kamu ada laki-laki yang segitu cintanya sama kamu tapi kenapa kamu malah minder terus."


"Ya Wajar saja sih Dek, kalau Karina minder dia sadar diri cuman yatim piatu berusaha sendiri untuk kuliah sama sekolah adiknya ini datang-datang seorang cowok dokter dari keluarga kaya lagi. Itu cewek yang benar nggak kayak kamu malah kecentilan."


Lukman mengacak rambut Anggun lagi.


"Kak.. Nyebelin sih. Tapi, Aku juga nggak mau jadi seperti Karina mungkin aku nggak kuat kalau harus hidup seperti Karina."


"Makanya bersyukur."


~Flashback Off~


Karina masih diam saja dan pikirannya masih tertuju kepada Gama.


"Kamu kenapa sih Karin, nggak dimakan itu jajanannya."


"Aku khawatir sama Mas Gama."


Ucap Karina dan membuat Anggun tersenyum sendiri.


"Kamu sayang kan sama Mas Gama."


Karina langsung menatap ke arah Anggun.


"Aku takut kalau sayang Mas Gama."


"Takut apa sih Karin."


"Takut mengecewakan Mas Gama, aku nggak sebaik yang Mas Gama pikirkan."


Anggun meraih tangan Karina.


"Mas Gama harus membuktikannya seperti apa lagi supaya kamu percaya sama dia."


"Entah.. Buat ku Mas kamu sudah membuktikannya tapi sepertinya dia lebih pantas sama yang lebih dari aku."


"Kalau aku jadi kamu ya Karin ajakan Mas Gama menikah Udah aku Iya kan."


"Nggak semudah itu Karin, aku nggak mau dibilang sama orang hanya memanfaatkan. Biarlah aku ingin menyelesaikan semua tanggung jawabku dulu."


Anggun menghela nafas.


"Ingat Karin, Mas Gama menunggumu sudah berapa lama..."


Karina terdiam ada rasa bersalah di dalam dirinya...

__ADS_1


πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


__ADS_2