
"Selamat Sayang, akhirnya selesai juga perjuangan kamu."
Gama datang dengan membawa buket bunga dan memberikan kejutan kepada Karina yang baru saja menyelesaikan sidang skripsinya.
"Mas... Katanya nggak bisa datang."
Karina terharu dan senang mendapat kejutan dari Gama yang tadinya memberikan kabar kalau tidak bisa datang ke sidang Karina karena ada operasi.
"Mas usahakan untuk datang bukannya nggak datang. Selamat ya Sayang, ini bunga cantik untuk seseorang yang istimewa di hati Mas."
Karina menerima bunga itu dengan senyum bahagia.
"Makasih Mas."
"Cie... Bentar lagi nikah nih."
Ledek Anggun.
"Tunggu aja undangannya, Anggun."
Ucap Gama sambil tersenyum menatap Karina yang bersemu merah mukanya.
"Sayang kita sudah ditunggu Mama ke rumah sekarang ya."
"Iya Mas, Risa gimana."
"Kita jemput dulu."
"Baik Mas."
Gama membantu membawa barang bawaan Karina karena tadi berangkat bersama Anggun.
"Makasih Anggun, maaf ya aku duluan."
Karina memeluk teman baiknya itu.
"Sama - Sama Karin, kamu bahagia ya."
"Anggun ikut aja yuk sekalian ke rumah." Tawar Gama.
"Beneran nih Mas."
"Iya, kamu ajak Lukman ya."
"Oke, nanti aku nyusul ke sana sama Kak Lukman."
"Ditunggu ya."
Lalu Gama mengajak Karina ke rumahnya untuk mengadakan sedikit syukuran atas kelulusannya. Sebelumnya ke rumah menjemput Risa.
"Assalamualaikum."
Ucap Karina, Risa dan Gama yang baru saja datang.
"Waalaikumsalam."
Jawab Mama Dina yang menghampiri mereka.
"Selamat Sayang atas kelulusannya."
Mama Dina memeluk calon menantunya.
__ADS_1
"Makasih Ma."
"Yuk masuk, Papa sama Tika di dalam."
Syukuran kecil - kecilan sudah disiapkan oleh Mama Dina dengan makan bersama dengan keluarga.
Tak lama datang juga Lukman bersama Anggun, ikut makan bersama.
Setelah makan mereka ngobrol santai di taman belakang menikmati suasana malam.
"Kapan bro berangkat ke England."
Tanya Lukman ke Gama.
"Nunggu pemberitahuan resminya."
Jawab Gama sambil tersenyum.
"Enak dong bawa istri kesana."
Goda Lukman dengan menggerakkan alisnya.
"Pastinya dong, ha ha ha.."
Tawa mereka membuat Karina menatap curiga ke arah Gama.
"Kemarin Susan kepoin kamu."
"Nggak usah diladenin dia."
Surat pengunduran Gama sudah mendapatkan persetujuan namun masih menunggu surat resminya dari rumah sakit keluar dan ada beberapa pekerjaan yang harus Gama Selesaikan dahulu.
"Dia suka sama kamu."
ucap Gama sambil menatap Karina.
"Ogah... cantikan punya gue juga ha ha ha..."
Mereka malam itu bahagia hingga akhirnya Lukman dan Anggun pamit pulang. Gama juga mengantarkan Karina dan Risa ke rumah, di minta menginap Mama Dina namun ada hal yang harus Risa selesaikan besok jadi nggak bisa.
πΉπΉπΉπΉπΉ
Esok harinya Karina ke kampus mengurus administrasi untuk wisuda dan menyelesaikan semua tanggungannya dengan di temani Gama.
"Mas..."
"Iya Sayang kenapa, udah semua kan.?"
Mereka baru saja keluar dari ruangan administrasi.
Karina menganggukkan kepalanya.
"Makasih Mas."
Karina menatap Gama, semua administrasi sudah dibereskan Gama belum lagi keperluan Risa masuk SMA.
"Makasih buat apa Sayang."
Gama menggandeng tangan Karina menuju ke mobilnya.
"Semuanya, makasih Mas hanya itu yang mampu Karin ucapkan."
__ADS_1
Gama hanya tersenyum dan membukakan pintu mobil.
"Cukup kamu selalu disampingnya Mas selalu Sayang, dampingi Mas saat susah maupun senang."
Gama mencubit pelan pipi Karina.
"Insyaallah Mas."
"Masuk sayang, kita fitting baju ya."
Mama Dina sudah menunggu mereka di butik untuk fitting baju pernikahan mereka yang tinggal 1 Minggu lagi.
"Mas jadwal berangkatnya belum keluar." Tanya Karina sambil menatap Gama yang fokus menyetir.
"Belum cek email sayang, coba nanti Mas cek lagi."
Gama sekilas menatap Karina sambil tersenyum.
"Iya Mas."
Mobil sudah berhenti dengan sempurna dan mereka berdua turun lalu masuk ke dalam butik sudah ditunggu.
"Karina..."
Sapa seorang perempuan yang bekerja dibutik itu. Karina menatapnya karena dia lupa wajahnya.
"Kamu lupa sama aku, kamu Karina kan temen ku SMA."
"Siapa Sayang."
Gama yang masih menggenggam tangan Karina menatap Karina.
"Septi bukan."
Karina ragu.
Perempuan itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kamu kerja disini ya."
"Iya, Karin aku minta maaf sama kamu atas kelakuan ku dulu yang suka ngejek kamu."
Septi ini suka bully Karina karena dia pendiam dan tidak gaul seperti dia.
Karina tersenyum dan meraih tangan Septi.
"Kamu nggak salah Septi, maafin aku juga ya."
"Makasih Karin."
Septi memeluknya sedangkan Gama menatap mereka berdua.
"Ayo Sayang."
"Makasih ya Karin, silahkan masuk."
Karina tersenyum lalu digandeng lagi Gama masuk ke dalam.
"Dia kenapa Sayang."
Karina hanya tersenyum saja.
__ADS_1
ππππ