
Gama keluar dari kamar mandi dan sudah terlihat lebih segar. Dia menghampiri Karina yang masih memejamkan kedua matanya.
"Sayang."
Gama mengecup kening Karina dengan lembut, Dia tak mau mengganggu istrinya yang baru beristirahat setelah berjuang mempertaruhkan nyawanya.
"Makasih sayang."
Gama menggenggam tangan Karina dan menciumi punggung tangannya.
Karina merasakan ada yang menggenggam, dia menggerakkan kepalanya yang masih terasa berat.
Gama mengusap - usap kepala Karina yang tertutup hijab sederhana.
"Mas..."
Karina mengigau dan kedua matanya masih terpejam.
"Ee..eee..kkkk..."
Putri kecilnya pun mulai bergerak merasakan tidak nyaman.
Risa dan Tika yang didekatnya memberi kode ke Mama Dina.
"Ma, dedek bangun."
Mama Dina dengan sigap mengambil si kecil dari boks baby.
"Sayang, bangun ya. Dia tau kali Papanya udah datang."
Mama Dina membawa si kecil ke Gama yang duduk di samping Karina.
"Princess Papa."
Gama dengan lembut mengambil alih gendongan Putri kecilnya.
"Pelan-pelan Gama."
Kedua bola matanya berpindah memandang malaikat kecil yang kini ada di gendongannya.
__ADS_1
"Mas..."
Karina perlahan membuka kedua matanya dan menyaksikan pemandangan yang begitu indah suaminya menggendong Putri kecilnya.
"Sayang, makasih sudah melahirkan malaikat kecil kita."
Gama dengan sayangnya mencium pipi si kecil. Karina pun tersenyum bahagia melihatnya.
Gama mendekat ke Karina dan mengecup keningnya sambil masih membopong di kecil.
"Terima kasih sayang."
Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kayaknya haus dia Karin."
Dengan dibantu Mama Dina bangun, lalu Gama memberikan si kecil untuk menyusu.
Karina terlihat meringis karena masih merasakan sakit.
"Sayang, pelan - pelan aja minumnya. Kasihan Mama." Gama dengan jarinya mengusap pipi si kecil.
"Karin mau dipanggil Bunda aja Mas."
"Kalau Bunda pantasnya pasangannya itu Ayah ya sayang " Kita Gama sambil tersenyum ke arah Karin.
"Iya Mas."
"Mau panggil apa aja, yang penting manggil Oma cantik ya." Mama Dina nggak mau kalah.
"Sama Aunty yang cantik ya."
Tika sama Risa nggak mau kalah.
"Apalah ya sayang, yang penting kamu princess nya ayah."
Gama mengecup pipi Si kecil yang menggemaskan sekali.
Kehadiran si kecil membawa kebahagiaan baru bagi mereka semua. Gama seakan lupa ada tanggung jawab yang harus ia segera selesaikan.
__ADS_1
"Mas, dapat cuti berapa hari."
Gama tersenyum dan mengecup lembut tangan Karina.
"3 hari aja Sayang, tapi Mas bahagia sekali bisa pulang sekarang. Maaf ya sayang Mas nggak ada di saat kamu berjuang melahirkan putri kita."
Nanar kedua mata Gama menatap Karina.
"Mas, Karin seneng Mas pulang. Nggak papa Mas Karin ikhlas melewati semua. Lagian ada Mama yang mendampingi Karina dan ada Papa juga yang memilihkan dokter terbaik membantu persalinan tadi."
"Sayang, Mas merasa bersalah padahal sudah janji sama kamu untuk menemani tapi nyatanya..." Gama nampak menyesal dan bersalah.
"Mas, semua baik-baik saja. Karin selamat dan Putri kita juga lahir dengan sehat. Putri kita hebat Mas dia langsung keluar Karin tidak merasakan sakit yang begitu."
Gama beralih duduk di ranjang samping Karina. Dia memeluk pundaknya dan mencium keningnya.
Tika dan Risa antusias memotret Mereka.
"Bahagia selalu ya Kak, Mbak."
Semua bahagia melihat kemesraan mereka bertiga, serasa keluarga sempurna.
"Kak.." Tanya Tika.
"Kenapa."
"Namanya siapa nih si kecil..."
Karina menatap suaminya sambil tersenyum.
"Siapa sayang." Tanya Gama.
"Siapa aja yang penting maknanya bagus Mas dan Nama itu sebuah doa."
"Iya Sayang, namanya...."
Gama membuat penasaran semua orang.
πππππ
__ADS_1
Eee...aaa siapa ya..
Ayo aunty. Online kasih sarannya πππ