
Malam sudah menampakkan dirinya, Karina tengah di sibukkan di dapur untuk mempersiapkan makan malam.
Lalu dimana Gama.?
Gama mengamati istrinya yang sedang sibuk dengan duduk menyangga dagunya menatap punggung Karina.
"Sayang..."
"Hmm.. Iya Mas."
Karina sekilas menoleh ke belakang tersenyum kepada Gama.
"Mas bantuin ya."
"Nggak usah Mas, sebentar lagi. Ini tugas Karin untuk mempersiapkan makan malam."
"Tapi Mas mau bantuin."
"Nggak usah Mas."
Memang sejak tadi Gama ingin membantu istrinya tapi bukannya membantu malah mengganggunya dengan memeluk Karina dari belakang hingga membuat istrinya jengah.
"Kalau Mas disini gimana mau masak, Karin nanti apa gunanya ada di sini tidak mempersiapkan makan malam untuk Mas Gama." Protes Karina.
"Kamu cukup nemenin Mas, nggak perlu repot begini sayang."
Lalu Karina punya jurus handal dengan memperlihatkan wajah sedihnya hingga membuat suaminya itu mengalah dan duduk di kursi makan sambil mengamati dirinya yang sedang memasak.
"Silahkan Mas, sudah matang."
Karina menghidangkan menu asam manis cumi dihadapan Gama.
"Baunya wangi banget sayang, bikin tambah laper."
"Karina ambil nasi dulu Mas."
Gama mengamati istrinya yang sibuk ke sana kemari untuk menghidangkan makan malam.
"Silahkan Mas."
Karina menghidangkan satu piring berisi nasi dan lauknya di hadapan Gama yang tersenyum senang.
"Makasih sayang."
Ucapnya sambil meraih tangan Karina dan menciumnya.
__ADS_1
"Sama - sama Mas, silahkan makan Mas."
"Kamu makan juga sayang."
Karina duduk berhadapan dengan Gama karena memang baru ada dua kursi untuk mereka makan berdua.
Nikmat yang dirasakan oleh Gama dalam hatinya tak berhenti bersyukur dipertemukan dengan seorang wanita yang begitu luar biasa.
"Nambah Mas." Tawar Karina.
"Boleh sayang."
Karina mengambilkan nasi lagi dan lauk, Gama benar dibuat keenakan makan masakan istrinya.
"Kamu nggak nambah lagi sayang."
Gama melihat Karina yang menyudahi makannya.
"Udah Mas, Karin kenyang."
"Makasih ya sayang."
Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Iya Mas jangan sambil bicara kalau makan."
Setelah menyelesaikan makannya Gama mau membantu Karina untuk membereskan peralatan bekas makan mereka.
"Nggak usah Mas biar Karin aja."
"Mas juga bisa sayang."
Gama membawa piring bekas makannya ke tempat cuci piring.
"Mas, duduk aja biar Karin yang nyuci."
"Oke.."
Gama mengecup pipi Karina lalu duduk di sofa menunggu istrinya.
Tak lama Karina menyusulnya dan Gama melambaikan tangannya untuk meminta Karina duduk di sampingnya.
"Minum Mas."
Karina meletakkan gelas berisi minuman dimeja.
__ADS_1
"Makasih sayang."
Gama merangkul pundak Karina yang duduk di sampingnya.
"Sayang, mumpung besok Mas belum mulai kuliahnya kita besok jalan - jalan ya."
Karina menatap Gama heran.
"Jalan Mas.?"
Gama menganggukkan kepalanya.
"Iya Sayang, Mas mau ngajak kamu honey moon."
"Kita kan sudah honey moon ini Mas, kita nggak di Indonesia lho."
"Tapi beda sayang, dari kemarin cuma di rumah saja. Keluar juga cuman ke kampus lalu belanja dan pulang lagi."
Gama membawa Karina ke dalam pelukannya.
"Di rumah aja nggak papa Mas, lagian kita bisa hemat juga."
Karina menengadahkan kepalanya menatap wajah suaminya yang tersenyum dan mengecup keningnya.
"Ini mumpung Mas masih longgar sayang, bukan masalah uang. Uang nanti bisa di cari lagi nggak usah mikir itu ya Sayang."
"Lusa Mas juga sudah kuliah, apa nggak capek mending buat istirahat aja di rumah. Bagi Karin di rumah juga honey moon Mas nggak perlu yang mahal jalan - jalan kemana gitu."
Gama menegakkan badannya lalu menangkup wajah Karina supaya menatap dirinya.
"Sayang, Mas rasanya kayak suami yang kejam nggak ngajak istrinya melihat dunia luar. Gini aja apa yang Sayang inginkan, atau mau kemana gitu, apa makan apa gitu."
Karina nampak berfikir.
"Sayang masa iya hidup di sini nggak pernah tau apa yang menarik dari negeri ini."
"Emang apa yang menarik disini Mas."
Gama tersenyum menang akhirnya bisa memancing Karina.
"Sayang mau apa."
Gama mendekatkan wajahnya ke Karina dan menempelkan hidungnya ke hidung milik Karina.
"Naik kereta Mas."
__ADS_1
"Berangkat besok sayang."
ππππ