
"Maaf Sayang."
Gama masih duduk di samping Karina yang tidur, dia malah resah kalau istrinya itu akan sedih lagi karena tidak bisa ikut wisuda.
"Apa aku bilang Anggun aja ya, nggak usah live. Tapi, nanti Karin tambah sedih dikira aku melarangnya."
Gama pusing sendiri, dia keluar dari kamar ingin mengambil minum ke dapur.
Karina yang tertidur sayup-sayup mendengar nada dering ponselnya berbunyi. Dia membuka matanya dan melihat sekitar tak ada suaminya disana.
"Mas Gama kemana."
Karina mencoba meraih ponsel miliknya yang ada di atas meja kecil dekat tempat tidur.
"Anggun."
Karina menggeser tombol hijau dan menjawab telepon dari Anggun.
"Assalamualaikum Gun."
"Waalaikumsalam.."
Suara Karina yang terdengar berat membuat Anggun langsung memindahkan panggilan ke video call.
"Kamu sakit Karin."
Tanya Anggun begitu melihat Karina yang berbaring di at@s tempat tidur dan wajahnya terlihat memerah.
"Demam aja Gun, ada apa."
"Besok live aku jam 9 ya, kira-kira disana jam berapa ya Karin."
Ceklek..
Pintu Kamar terbuka Gama masuk dan menghampiri Karina.
Karina tersenyum ke arah Gama yang mengambil duduk di sampingnya.
"Siapa Sayang."
Karina menghadapkan layar ponselnya ke arah Gama.
"Anggun Mas."
"Hai Mas Gama, Karin kenapa bisa sakit begitu. Padahal suaminya dokter lho." ledek Anggun.
"Kecapekan aja."
Jawab Gama sambil mengecup kening Karina dihadapan Anggun.
__ADS_1
"Malah mesra-mesraan, gimana Karin besok disana jam berapa."
"Mas, kalau Indonesia jam 9 pagi disini jam berapa." tanya Karina kepada Gama.
"Sekitar jam 3 pagi, emang mau ngapain."
"Kan mau live Mas, gimana sih Mas Gama ini."
"Kenapa pagi banget, Karin kan harus istirahat masih pemulihan."
Jawab Gama dan wajah Karina seketika berubah , tak mau menangis juga karena benar juga yang dikatakan oleh Gama.
"Tapi ini wisuda Mas, kalau agak siang nanti udah acara di dalam ini kita mau live bareng-bareng sama temen dulu."
Sanggah Anggun namun Karina hanya diam saja.
"Kan bisa nunggu sini subuh dulu."
Gama memandang Karina yang hanya diam saja menatap ke arah Anggun.
"Mas Gama pelit banget sih, katanya kalau sampai sana boleh live sama Karin. Itu lihat wajah Karin sedih begitu, Mas Gama nggak kasihan apa."
Anggun yang sadar akan perubahan raut wajah Karina sengaja bilang begitu ke Gama.
"Sayang..."
Gama mengusap rambut Karina sambil tersenyum.
Karina memandang Gama dengan ekspresi datar.
"Mas Gama nggak ngerti perasaan ku apa." Dalam hati Karina.
"Sayang, maksud Mas baik kok supaya kamu istirahat cepat pulih."
"Mas, cuma sekali ini aja masa nggak boleh. Kita sudah siapkan suprise lho buat Karina."
Anggun lagi-lagi ngeyel sama Gama.
"Udah Gun, bener apa kata Mas Gama. Siang aja kita live-nya."
Karina berusaha tersenyum dan terlihat baik-baik saja di depan Anggun.
Gama tersenyum dan mengusap kepala Karina.
"Maksud Mas baik kok Sayang."
Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya saja.
"Karin, terus gimana suprise nya."
__ADS_1
"Siang aja ya Gun."
Ucap Karina dengan tersenyum walaupun Anggun tau di dalam hati Karina kecewa tapi itu permintaan suaminya.
"Maaf Gun, sampaikan maaf ku juga sama temen-temen."
Anggun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah Karin, bahagia selalu ya."
Anggun melambaikan tangannya lalu mengakhiri video call mereka.
Karin meletakkan kembali ponselnya di meja dan Gama masih berada disampingnya sambil memandangi istrinya itu.
"Sayang."
Gama meraih tangan Karina dan membawanya ke pelukannya.
"Sayang..."
Karina diam di pelukan Gama dan menahan tangisnya.
"Karin mau ke kamar mandi Mas."
Gama melepaskan pelukannya.
"Mas antar yuk."
Karina menggelengkan kepalanya.
"Karin bisa Mas."
Gama memandangi tubuh Karina yang berjalan agak sempoyongan masuk ke kamar mandi.
"Maafin Mas Sayang, Mas tau kamu kecewa sama Mas tapi semua demi kebaikan kamu."
Ucap Gama sendiri.
Sedangkan Karina air matanya lolos begitu saja saat masuk ke kamar mandi.
"Jangan nangis Karin, semua demi kebaikan kamu kenapa Mas Gama begitu, hiks...hiks..."
Karina terisak sendiri sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya.
"Nggak papa Karin, Mas Gama tujuannya baik..." Dia masih terus menguatkan diri.
Tok... Tok...
"Sayang, kamu nggak papa kan.?"
__ADS_1
Suara Gama sudah terdengar memanggil Karina.
πππ