Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda
MMM #68


__ADS_3

"Selamat tidur sayang."


Gama tersenyum - senyum sendiri memandangi Istrinya yang terlelap disampingnya terlihat nyaman di pelukannya sambil sesekali menyingkirkan anakan rambut yang menutupi dahi Karina.


"Kamu lucu, gemesin banget sih kamu sayang."


Dikecup kening Karina lembut agar tidak mengusik tidurnya.


Gama masih senyum sendiri mengingat kegiatan mereka tadi hingga Karina nampak lelah dan langsung terlelap.


"Makasih sayang."


Dikecupnya lagi kening Karina lama sambil mendekapnya dan tak lama Gama ikut terlelap juga.


Sayup-sayup terdengar suara dari masjid yang menandakan sebentar lagi masuk waktu Subuh.


Karina mengerjapkan matanya dan merasakan badannya yang capek juga lemas. Dia membuka matanya nampak wajah Suaminya yang masih terlelap disampingnya.


Karina menggerakkan kepalanya hingga membuat Gama merasakan ada yang bergerak hingga Dia akhirnya membuka kedua matanya.


"Sayang..."


Suara surau Gama sambil mengusap kepala Karina yang juga menatapnya.


Karina nampak lesu dan masih mendekap tubuhnya mencoba tersenyum.


"Udah bangun sayang."


Gama memberikan morning kiss dan di balas pula oleh Karina.


Gama menangkup wajah Karina dengan satu tangannya sedangkan yang satu masih memeluk istrinya itu.


"Sayang, terlihat lemas. Masih sakit.?"


Karina menganggukkan kepalanya.


"Lemas Mas, badan Karin rasanya capek." Suara Karina pelan.


Gama tersenyum lalu menegakkan badannya supaya bisa mendekap Karina.


"Maafin Mas."


Gama mencium kening Karina dan memeluknya erat.


"Mas..."


Karina mendongakkan kepalanya.


"Hmm.. Iya Sayang kenapa.?"


Gama mengusap kepala Karina lembut.


"Mas seneng nggak."


Gama malah tersenyum dan mencolek hidung Karina.


"Seneng banget sayang, kenapa tanya gitu Sayang."


Karina menatap suaminya sambil meraih pipi Gama dan ia usap-usap lembut.


"Mas.. Kalau Mas merasa nggak seneng sama Karin bilang ya, kalau Mas nggak suka dengan pelayanan Karin juga bilang atau mungkin jika Karin belum bisa seperti yang Mas mau, Mas Gama bilang Uya sama Karin."


Gama malah mengeratkan pelukannya sambil menciumi pucuk kepala Karina.

__ADS_1


"Mas seneng banget kamu layani Sayang, terimakasih selalu ada di sisi Mas ya. Temani Mas sampai kapan pun."


"Karin nggak sempurna Mas, kalau Karin salah diingatkan kalau Karin nggak nurut sama Mas Gama tegur Karin ya Mas."


Gama menciumi pipi Karina bergantian kanan kiri.


"Kita saling mengingatkan sayang, kita berproses bersama untuk menjadi lebih baik."


"Mas, kalau Mas merasa bosan sama Karin bilang ya Mas jangan langsung pergi Karin nggak akan paham."


Gama meraih dagu Karina dan mencium bibirnya.


"Kamu nggak boleh ngomong kayak gitu sayang, setiap masalah itu ada solusinya kalau kita selesaikan dengan kepala dingin."


"Karin sekarang milik Mas Gama, dan Mas Gama akan selalu ada untuk Karin Kan.?" Mata Karina sudah berkaca.


"Sayang, Kita akan selalu bersama."


"Mas,..."


Karina meleleh air matanya.


"Karin, mau ikut kemana pun Mas pergi."


Gama tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil mengusap air mata Karina.


"Dan Mas akan selalu minta untuk ditemani sama kamu sayang."


"Makasih ya Mas, Karin sayang sama Mas Gama."


"I Love You.."


Gama memberikan ciuman hangat hingga Karina pun membalasnya.


Karina menganggukkan kepalanya.


"Mas gendong ya, kamu lemes gini berendam dulu di air hangat."


"Makasih Mas."


Gama bangun duluan lalu mengangkat tubuh Karina dan membawanya ke kamar mandi.


"Mas nggak ke masjid."


Tanya Karina setelah ia di turunkan Gama ke bath up dan diisi dengan air hangat.


"Mas mau sholat di rumah sayang."


Mereka mandi berdua dan setelah selesai keluar dari kamar menuju ke mushola rumah dan berjamaah bersama.


Karina sudah nampak lebih segar walaupun masih merasakan badannya yang terasa capek, entah kenapa bisa seperti itu.


"Karin..."


Panggil Mama Dina selesai sholat karena melihat Karina seperti kelelahan.


"Kamu sakit..?"


"Nggak Ma."


Lalu Mama Dina melirik ke arah Gama yang berdiri di samping Karina.


"He he he... Kenapa sih Ma."

__ADS_1


Gama langsung paham tatapan Mamanya.


"Kita ke kamar dulu ya Ma."


Gama meraih pinggang Karina dan membawanya ke kamar, Mama Dina memandanginya sambil menggelengkan kepalanya.


"Mama kayak nggak paham aja."


Bisik Papa Eko langsung dapat tatapan tajam dari Mama Dina.


"Bercanda Ma."


"Papa sama aja."


"He he he.. Ayo kita ke kamar juga Ma."


Di dalam kamar Karina menata mukenanya dan juga alat sholat Gama.


"Sayang.."


Gama memeluknya dari belakang.


"Iya Mas."


"maafin Mas ya."


Karina tersenyum dan mengusap tangan Gama yang melingkar di perutnya.


"Karin seneng kok Mas."


"Sayang, siapkan terbang hari ini."


Karina memutar tubuhnya dan menatap Gama.


"Karin, akan ikut kemana pun Mas pergi."


"Makasih sayang, kita cek lagi bawaan kita ya sayang."


"Iya Mas."


Karina dibantu Gama mengecek koper dan tentunya yang penting dokumen milik Gama untuk kuliah disana.


"Sayang, nanti kalau ada libur semesteran kita bisa pulang."


"Iya Mas. Sudah masuk semua Mas."


Karina menutup kopernya lalu mendekati Gama yang menata berkasnya.


"Sudah sayang ini Mas cek ulang untuk dokumen registrasi ulang."


"Jangan ada yang terlewat Mas."


"Iya sayang Ku."


Gama mengecup kening Karina dan mencolek hidungnya.


"Mas tambah semangat sekarang, perginya di temani Sam istri tercinta Mas."


"Mas harus serius kuliahnya ya."


"Pasti dong, kan ada penyemangat yang selalu ada setiap waktu."


Gama memeluk Karina dan tak henti mengucapkan terima kasih karena Karina sudah dengan senang hati menemani dirinya dan menjadi teman hidupnya.

__ADS_1


😍😍😍😍


__ADS_2