Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda
MMM #84


__ADS_3

Esok harinya Gama dan Karina pamit untuk ke makam Bapak dan Ibunya, Risa akan menyusul nanti sepulang sekolah.


"Mas.."


Gama menoleh ke arah Karina yang duduk di sampingnya sambil tersenyum.


"Iya sayang, kenapa."


"Makasih Mas."


Gama mengusap kepala Karina dengan lembut dengan satu tangannya sedangkan yang sebelah masih memegang setir mobil.


"Sama - sama sayang, maafin Mas juga ya. Sudah 2 hari balik tapi baru mengajak kamu ke makam."


"Nggak papa Mas, kemarin juga masih capek."


Gama melajukan mobilnya langsung ke arah makam, baru nanti setelah pulang dari makam Dia kan ke rumah dan menginap disana memanfaatkan waktu mumpung masih di Indonesia.


Mobil telah berhenti sempurna, Karina turun bersama Gama lalu berjalan masuk ke area pusara kedua orang tuanya.


"Assalamualaikum Bapak, Ibu."


Karina bersimpuh di hadapan pusara kedua orang tuanya, rasa rindu yang memenuhi dada membuatnya tak bisa menahan tangisnya.


Gama mengusap punggung Karina dengan lembut yang bersimpuh sambil menangis.


"Karin, kangen sama bapak dan ibu. Maafin Karin lama nggak kesini."


Karina mengusap air matanya lalu membersihkan rumput - rumput kecil yang ada disekitar pusara kedua orang tuanya. Makam Bapak dan Ibunya sudah terlihat bersih karena bisa juga rajin menengok makam bapak dan ibunya.


"Sayang, kita berdoa ya."


Karina menganggukkan kepalanya dan Gama pun memimpin doa untuk kedua orang tuanya.


Selesai berdoa Ramadan karena menaburkan bunga ke atas besar kedua orang tuanya.


"Pak, Bu. Maafin Gama yang membawa Karina untuk ikut ke luar negeri jadi jarang menengok makam bapak dan ibu." Ucap Gama sambil menaburkan bunga.


Karina menatap suaminya, dia bersyukur mendapatkan suami yang sayang kepada kedua orang tuanya walaupun sudah tiada.


"Mas makasih sudah mendoakan Bapak dan Ibu."


"Sayang, Bapak dan ibu orang tua Mas juga."


Karina tersenyum lalu Gama pun mengajak Karina untuk ke rumah karena hari juga sudah semakin siang.


Mobil melaju ke rumah kedua orang tua Karina, mereka akan menginap karena Gama tahu jika istrinya sangat merindukan rumahnya.


Karina berbinar begitu mobil berhenti dihalaman rumah yang menjadi kenangannya di masa kecil bersama kedua orang tuanya dan juga adiknya.


"Ayo Sayang."


Gama membukakan pintu mobil untuk Karina dan mengeluarkan tangannya.


"Makasih Mas."


Gama juga mengambil tas yang berisi baju ganti Mereka.


Rumah kedua orang tua Karina ini kosong tapi Risa setiap satu Minggu sekali akan pulang untuk membersihkan rumah kadang Tika juga ikut kalau nggak ditemani Bibi dan Pak Supir di rumah Mama Dina.

__ADS_1


Karina sudah meminta kunci rumah yang biasanya Risa yang menyimpan.


"Assalamualaikum."


Ucap Karina diikuti oleh Gama.


Gama berjalan di belakang Karina mengikuti istrinya itu sebelumnya telah menutup pintu kembali.


"Mas, istirahat ke kamar ya."


Gama tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Karina membuka kamarnya dan dia begitu merindukan tempat tidurnya.


"Alhamdulillah.."


Karina merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur miliknya yang sudah 6 bulan ini dia tinggalkan.


Gama tersenyum lalu menghampiri istrinya setelah meletakan tas yang ia bawa tadi di kursi.


"Sayang, seneng."


Gama ikut merebahkan tubuhnya disamping Karina dan sambil memandang istrinya yang tersenyum senang.


Karina menoleh dan tersenyum senang.


"Sayang.."


Gama memeluk Karina dan mencium keningnya.


"Kenapa Mas."


Goda Gama dengan menggerakkan kedua alisnya.


Karina menatap suaminya sambil tersenyum dan makin mengeratkan pelukannya.


"Mandi dulu Mas."


Karina lalu melepaskan pelukannya dan bangun dari tempat tidur.


"Nanti saja sekalian mandinya sayang."


Gama meraih tangan Karina dan membuatnya jatuh ke pelukannya.


"Lepasin Mas, mau mandi."


"Suruh siapa tadi menggoda Mas."


"Ampun Mas, geli..."


Gama menggelitik tubuh Karina dan membuatnya minta ampun.


"Mas.. Lepas."


Gama masih saja mengganggu Karina malah menciumi leher jenjangnya.


"Nggak mau.."


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


"Mbak, Assalamualaikum.."


Terdengar ketukan pintu depan dan memanggil Karina.


"Mas, itu pasti Risa sudah pulang."


"Selamat kamu sayang, tapi nanti malam siap - siap ya."


Gama mencium pipi Karina lalu melepaskan istrinya untuk membuka pintu.


"Waalaikumsalam.."


Ternyata pintu depan tadi dikunci oleh Gama.


"Lama banget sih Mbak."


Risa mencium tangan Karina yang tak datang sendiri ternyata Tika ikut ingin menginap.


"Tika mau nginep juga."


"Iya Mbak, Mas Gama mana Mbak."


Muncul Gama dari dalam ternyata tadi ke kamar mandi.


"Kenapa pada ikut ke sini ganggu aja."


"Emang mau ngapain Kak Gama."


"Mau berduaan, kalian ngapain ke sini."


"Mau ganggu Mbak Karin sama Kak Gama lah.. Ha ha ha..."


Tawa Tika dan Risa lalu masuk ke dalam kamar.


"Nanti pulang besok sekolah."


"Kita sudah bawa pelajaran Kak."


Jawab Tika dari dalam kamar Risa.


"Sudah Mas biarin aja."


Karina mengusap lengan Gama.


"Lapar Sayang."


Gama manja dengan memeluk pinggang Karina dan istrinya hanya menggelengkan kepalanya.


"Karin masak dulu ya Mas."


"Yuk, Mas temenin Sayang."


Karina ke dapur dan diikuti Gama sedangkan Risa dan Tika asyik di kamar.


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2