
"Allaahu Akbar, Allaahu Akbar..."
Suara merdu Gama mengumandangkan adzan membuat penumpang lain di dalam pesawat menetap ke arahnya dengan haru.
Iya.. Gama masih di pesawat perjalanan menuju ke Indonesia dan Karina sudah melahirkan putri mereka.
Tangis haru pecah dari Gama dia harus mengumandangkan adzan melalui ponsel untuk putri cantiknya.
Perasaan bahagia dan sedih semua bercampur aduk ada juga rasa bersalah karena tidak bisa menemani Karina berjuang untuk melahirkan anak mereka.
"Maafin Papa sayang."
Gama memandang wajah putrinya dari layar ponsel miliknya, hingga membuat penumpang seorang Bapak paruh baya yang berada di sebelahnya menepuk pundaknya memberikan kekuatan.
"Congratulation..."
Ucapnya dan Gama tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Sayang, maafin Mas ya. Mas tidak bisa menepati janji untuk menemai melahirkan malaikat kecil kita."
Gama memandang Karina yang bersandar di bed rumah sakit sambil membopong baby mungil buah cinta mereka.
Karina tersenyum bahagia, namun air matanya langsung meleleh begitu saja.
"Nggak papa Mas, Papa hati-hati ya. Dedek nungguin Papa." Ucap Karina.
"Papa sayang kalian, sebentar lagi Papa sampai Sayang."
Mereka akhirnya menyudahi video call karena Gama tidak bisa terlalu lama menggunakan ponselnya di dalam pesawat.
Perjalanan yang akan di tempuhnya masih sekitar 2 jam lagi untuk mendarat di Indonesia untuk berjumpa dengan istri dan anaknya.
Gama memandangi foto bayi mungilnya yang baru saja dilahirkan oleh Karina. Rasa bahagia tidak dapat ia sembunyikan betapa bersyukurnya Dia sekarang sudah menjadi seorang bapak.
~Flashback On~
__ADS_1
Karina dilarikan ke rumah sakit dan langsung masuk ke rumah di sana dia sudah mengalami pembukaan lima.
Dalam hatinya sangat ingin sekali ditemani oleh Gama namun, mau gimana lagi suaminya belum pulang. Dia saja tidak mengetahui apakah Gama sudah tahu atau belum jika dirinya akan melahirkan.
Setelah pembukaan sempurna Karina ditemani oleh Mama Dina di dalam ruang persalinan dan syukurnya dia bisa melahirkan dengan cara normal.
Dengan mengikuti aba-aba dari dokter akhirnya Putri mungilnya dilahirkan ke dunia ini dengan mudahnya.
Baru setelah bayinya keluar Mama Dina memberitahu jika Gama sudah perjalanan akan pulang ke Indonesia.
Karina tersenyum bahagia melihat putri kecilnya yang diletakan di dadanya. Mulutnya bergerak mencari sumber kehidupannya, yang ia pikirkan hanyalah suaminya sampai di Indonesia dengan selamat.
Setelah dibersihkan akhirnya Gama di Video call Mama Dina supaya mengadzani putri mereka.
Tak kalah ributnya dengan Gama, dia ketika mendengar kabar kalau karina sudah masuk rumah sakit berusaha untuk mencari profesor yang menjadi pendamping nya meminta cuti supaya bisa kembali ke Indonesia walaupun hanya beberapa hari untuk menemani istrinya yang saat ini sedang melahirkan.
Mungkin memang rejeki Gama, profesor sangat baik sekali walaupun hanya mendapatkan cuti selama 3 hari dia sudah sangat bersyukur bisa pulang melihat putri kecilnya lahir ke dunia ini.
~Flashback Off~
Karina bahagia, putri kecilnya menyusu dengan lahapnya. Dia usap pelan kepala si baby dan rasanya sudah tak sabar untuk bertemu dengan suaminya.
Budenya Karina juga sudah ditelepon memberitahu jika keponakannya sudah melahirkan.
Risa dan Tika senang sekali, Dia menunggui keponakannya yang baru saja lahir yang ditidurkan di boks bayi.
"Kalian jangan ganggu, nanti kalau nangis suruh gendong lho."
Ucap Mama Dina yang melihat Risa dan Tika sangat antusias.
"Siap Ma, nanti aku gendong."
Jawab Tika.
"Mbak kamu biar istirahat, tenaganya masih belum pulih."
__ADS_1
Tika dan Risa melihat Karina yang mulai terlelap sehabis menyusui Si kecil tadi.
Sekitar 1 jam kemudian pintu diketuk dan seseorang mengucapkan salam.
"Assalamualaikum."
Mama Dina beranjak untuk membuka pintu ruangan dimana Karina dan si kecil dirawat.
"Waalaikumsalam."
Nampak Gama yang tersenyum gembira lalu memeluk Mamanya.
"Mama..."
"Kamu sudah sampai."
Gama melepaskan pelukannya dan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Ayo masuk, Karina dan si kecil masih tidur."
Gama tak sabar, dia menggandeng tangan Mamanya dan masuk ke dalam.
Kedua maniknya langsung tertuju ke si kecil dan Karina yang terlelap berdampingan.
Karina di bed dan si kecil ada di boks bayi.
Di dalam juga ada Bude dan keluarga serta Papa Eko yang ikut bergabung bersama, setelah mengalami semuanya Gama mendekat ke arah Istri dan anaknya yang masih terlelap.
"Sayang, Papa datang."
Kedua mata Gama berbinar memandang dua wanita kesayangannya.
"Gama kamu bersihkan badan dulu, kamu baru dari perjalanan bawa kuman nanti baru pegang si kecil."
Gama yang sudah akan mengusap putrinya akhirnya ia urungkan dan berjalan ke arah kamar mandi.
__ADS_1
"Papa mandi dulu ya sayang."
ππππ