Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Dilema


__ADS_3

Sesampainya di kediaman Birgantar, Angga langsung memanggil istrinya dan menyuruhnya untuk memanggil anak semata wayang mereka, istrinya yang heran pun tetap menjalankan perintah istrinya.


"Pa, ada apa" tanya Vina yang melihat papanya sedang duduk di sofa ruang tamu.


"Duduk dulu nak, papa mau bicara masalah penting sama kamu" kata Angga, dan Vina pun duduk di hadapan papanya di ikuti mamanya yang duduk samping papanya.


"Papa selama ini tidak pernah meminta apa-apa sama kamu, tapi kali ini tolong bantu papa, demi perusahaan kita" kata Angga dengan serius membuat istri dan anaknya kebingungan.


"Emang aku harus bantu apa pa" tanya Vina.


"Kamu masih ingat Vano kan, yang pernah datang di acara wisuda kamu itu, tadi dia datang ke kantor papa dan menawarkan mau jadi investor di perusahaan papa, tapi dia mengajukan syarat yang papa tidak bisa putuskan sendiri, dan papa perluh keputusan dari kamu nak" kata Angga menghembuskan nafasnya karena dia merasa berat untuk menyampaikannya.


"Emang apa yang bisa aku bantu pa, kenapa harus menunggu keputusanku" tanya Vina penasaran.


"Dia bilang sama papa, dia akan jadi investor di perusahaan papa, kalau kamu bersedia menikah dengannya" kata Angga dengan berat hati.

__ADS_1


"APA..??, pa aku tidak mau dengan dia, dia itu laki-laki yang tidak bertanggung jawab pa, dan aku juga sangat membenci dia" jawab Vina dengan marah.


"Mama juga tidak setujuh pa, laki-laki itu tidak punya sopan santun, dan mama juga tidak menyukainya" kata Devi ikut menimpali.


"Papa siih tidak memaksa kalian, karena papa juga tidak mau mengorbankan masa depan anak papa" kata Angga.


"Makasi yaa pa, tapi aku juga merasa bersalah tidak bisa membantu papa" jawab Vina dengan wajah yang sedih.


"Kamu tenang aja sayang, mama akan coba tanya sama teman mama, siapa tau anak sama suaminya bisa membantu kita" kata Devi yang melihat raut wajah sedih anak dan suaminya.


***


Setelah sepeninggalan Vina, Devi langsung menghubungi sahabatnya di depan suaminya.


"Hallo jeng" kata orang dari seberang sana.

__ADS_1


"Halloo jeng, aku boleh gak minta bantuan sama kamu" tanya Devi.


"Bantuan apa jeng, kalau aku bisa aku pasti bantuin kamu" jawab Ani.


"Begini jeng suami aku lagi butuh dana untuk perusahannya, dan ada orang mau bantuin dan minta nikahin anak aku tapi aku tidak setuju, makanya aku minta bantuan kamu supaya nanti anak aku nikahnya sama anak kamu" kata Devi menjelaskan.


"Waahh ide bagus itu jeng, bentar aku tanya suami aku dulu yaa,nanti aku kabari kamu" kata Ani lalu mematikan sambungan .


Tidak lama kemudian pun ponsel Devi kembali berbunyi dan dia segera menjawab panggilan tersebut.


"Haloo.. gimana jeng" tanya Devi was-was.


"Suami aku mau bantuin suami kamu jeng, sekarang kamu tinggal bujuk anak kamu, nanti anak aku juga aku paksa sampai mau" kata Ani dengan antusias.


"Waahh makasih yaa jeng, aku bakal pastiin anak aku bakal mau di jodohin sama anak kamu" jawab Devi sambil tersenyum bahagia, lalu mereka pun mengakhiri obrolan mereka.

__ADS_1


"Papa sudah dengarkan, suami sahabat mama sudah mau bantuin kita, sekarang aku mau ke kamar Vina dulu dan bujuk dia, aku yakin kali ini dia pasti mau" kata Devi meninggalkan suaminya dan menuju ke kamar anaknya.


__ADS_2