Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Pengganggu


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu, kini usia Axel sudah menginjak tujuh bulan dan semakin menggemaskan, tapi semenjak dua bulan yang lalu Vano selalu pulang larut saat putra dan istrinya sudah tertidur dan berangkat sebelum mereka bangun.


Pagi ini Vina mengerjabkan matanya karena mendengar tangisan Axel, saat matanya sudah terbuka sepunuhnya, dia melihat ke sampingnya dan tidak mendapati Vano di sana, dia pun kemudian bangkit dari tempat tidurnya dan berlajan menuju box bayi dimana Axel masih menangis dengan kencangnya.


"Kamu kangen sama papa yaa nak" kata Vina pada anaknya sambil menggendongnya.


"Mama juga kangen sama papa sayang, kenapa yaa, papa akhir-akhir ini seperti menghindari kita" kata Vina lagi dan seketika anaknya terdiam seakan mengerti perkataan mamanya.


***


Karena Vina sudah merasa kesepian di rumahnya dia pun menelfon mamanya, pada deringan pertama mamanya itu langsung menjawab panggilan Vina.


"Haloo maa, mama dimana" tanya Vina saat panggilan sudah tersambung.

__ADS_1


"Mama di rumah sayang, ada apa, tumben kamu telfon mama" kata Devi dari seberang sana.


"Ma, kenapa mama tidak perna main lagi ke rumah Vina, Vina kesepian di sini ma, apa lagi akhir-akhir ini Vano selalu pulang larut" kata Vina.


"Maafkan mama nak, papa sedang sibuk dan tidak ada yang mengurusnya, gimana kalau kamu yang kesini terus menginap di rumah mama, mama juga sudah kangen sekali sama kamu dan cucu mama" tawar Devi.


"Mama serius, kalau begitu kami siap-siap dulu yaa ma, sekalian aku juga mau telfon Vano minta isin, biar nanti dia langsung ke sana ma" kata Vina lalu mengakhiri obrolan mereka.


Setelah mengakhiri panggilan dengan mamanya Vina kembali menghubungi suaminya, namun sudah tiga kali mencoba menghubungi suaminya itu tapi hanya suara operator yang menjawabnya.


Saat semua keperluannya telah siap, Vina lalu memandikan anaknya, setalah itu dia kembali membaringkan anaknya di dalam Box bayi, kemudian dia mandi dengan secepat kilat dengan pintu kamar mandi di biarkan terbuka agar dia bisa mandi sambil mengawasi anaknya.


Setalah melewatkan waktu hampir satu jam, kini mereka telah siap, namun saat mereka akan segera berangkat, tiba-tiba terdengar suara bel pintu yang di tekan dengan tidak sabaran.

__ADS_1


Ting..tong.. ting..tong, mendengar itu Vina langsung menggendong anaknya dan turun untuk membuka pintu, namun saat pintu terbuka dia heran melihat seorang perempuan yang sedang membelakanginya.


"Maaf, anda cari siapa yaa" tanya Vina membuat orang itu membalikkan badannya, dan Vina saat terkejut melihat orang itu.


"Apa kamu masih ingat dengan aku" tanya perempuan itu sambil berjalan mendekati Vina.


"Kamu siapa, sepertinya kita pernah bertemu" tanya Vina pura-pura.


"Ahh sepertinya kamu lupa, biar aku perkenalkan diri dulu, nama aku Sara, aku adalah pacar Vano, apa kamu lupa, waktu itu Vano pernah membawaku ke rumah ini" kata Sara berusaha memanasi Vina.


"Aahh yaa, aku ingat, jadi kamu perempuan MURAHAN yang pernah di bawah oleh SUAMIKU yaa" kata Vina menekan kata murahan dan suami, namun perkataan Vina langsung memancing emosi Sara.


"Apa kamu tidak tahu, bagaimana hubungan kami di belakangmu" tanya Sara tersenyum sinis.

__ADS_1


"Aku percaya pada suamiku, bahkan kini kami telah memiliki anak" kata Vina menunjuk Axel yang berada dalam gendongannya membuat Sara semakin terpancing emosi, namun sesat kemudian dia kembali tersenyum sinis.


__ADS_2