Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Kecelakaan


__ADS_3

Sementara itu di di luar rumah milik Vano dan Vina, seseorang yang tengah mengawasi kegiatan keluarga itu mengepalkan tangannya sampai kukunya memutih.


Kemarahan orang itu semakin memuncak saat dia melihat pasangan itu keluar dari rumah sambil bergandengan tangan, serta perlakuan manis Vano pada istrinya yang mencium keningnya dan di balas Vina dengan mencium pipi Vano membuat orang itu menggertakkan giginya dengan tangan masih terkepal kuat.


Melihat Vano yang sudah memasuki mobilnya dan Vina yang juga sudah masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya, membuat orang itu juga bergegas menuju mobil yang di parkir tidak jauh dari pekarangan rumah Vano.


Orang itu mengikuti mobil Vano dari kejauhan supaya Vano tidak mengenalinya, saat sudah berada di jalan yang lumayan sepi, orang itu mengambil ponselnya lalu menghubungi anak buahnya untuk melakukan rencana mereka.


Sementara itu Vano yang sedang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, melirik jam yang terpasang manis di pergelangan tangannya, membuat dia menambah kecepatan mobilnya karena dia akan mengadakan meeting dengan investor asing.


Karena sudah buru-buru, Vano yang melihat dua mobil dari arah yang berlawanan dengan kecepatan yang sangat tinggi dan satu mobil mengambil jalur Vano membuat lelaki itu tidak dapat mengendalikan mobilnya membuat dia memutar stril mobilnya ke kiri membuat mobil Vano terjatuh ke dalam jurang.

__ADS_1


Sementara orang yang tadi mengikuti Vano dan dua mobil lainnya, turun dari mobil mereka dan berjalan ke tempat di mana mobil Vano terjatuh, orang itu hanya tersenyum sinis, dan menyuruh anak buahnya untuk meninggalkan tempat itu sebelum ada yang melihatnya.


***


Sementara itu Vina yang baru saja memandikan Axel mendengar suara ponselnya berbunyi, dia kemudian mengambil ponselnya dan melihat nomor tidak di kenal menghubunginya, Vina mengerutkan keningnya dan sedetik kemudian menepuk jidatnya karena dia baru menyadari kalau itu adalah nomor baru Vano yang belum sempat di simpannya.


"Haloo, kenapa Van, perasaan kamu baru berangkat, apa ada yang ketinggalan" jawab dan tanya Vina pada penelfon tersebut.


"Iyaa pak, ini ponsel suami saya, ada apa yaa" kata Vina dengan sopan dan santai.


"Kami menemukan mobil suami Ibu jatuh ke jurang, dan sekarang suaminya sedang di bawah ke rumah sakit, kami tidak tau ingin menghubungi siapa, tapi saat kami membuka ponsel korban hanya nomor Ibu yang ada" kata polisi tersebut, sementara Vina yang mendengar suaminya mengalami kecelakaan, langsung menjatuhkan ponselnya dan tubuhnya seketika lemas.

__ADS_1


Suara tangisan Axel kembali menyadarkan Vina pada dunia nyata, dia lalu mengambil ponselnya yang terjatuh dan kembali menghubungi nomor suaminya dan menanyakan rumah sakit mana suaminya di bawah, setelah mengetahui alamat rumah sakitnya, Vina lalu menggendong Vano dan bergegas keluar rumah dan menunggu taxi di depan rumahnya.


Tidak lama kemudian taxi lewat dan Vina segera menahannya dan memberi tahu tujuannya.


Sesampainya di rumah sakit Vina membayar ongkos taxinya dan segera berlari menuju meja resepsionis sambil menggendong Axel.


"Permisi sus, saya mau tanya pasian atas nama Devano Bratawija yang kecelakaan yang baru saja di bawa kesini sekarang di rawat dimana sus" tanya Vina sangat panik.


"Pasien yang kecelakaan tadi sekarang sedang di tangani oleh dokter di UGD, ibu silahkan lurus saja ke sana" kata suster itu mengarahkan.


Vina pun berlari menuju lorong yang tadi di katakan oleh suster, dan kini dia telah sampai di UGD dan hanya bisa menatap Vano dari luar yang kini terbaring kaku dan sejumlah alat medis menempel di badannya, dan dokter yang menangani suaminya dengan kaca yang menghalangi mereka.

__ADS_1


__ADS_2