Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Menerima Perjodohan


__ADS_3

Sepeninggalan Vina, Devi langsung menghubungi sahabatnya, pada deringan pertama sahabatnya itu sudah menjawab panggilannya.


"Haloo jeng, bagaimana" tanya orang dari seberang sana"


"Haloo, jeng aku punya kabar bagus, anak aku sudah mau di jodohkan sama anak kamu, duuh aku senang banget deh jeng, sebentar lagi kiota bakal jadi besan" kata Devi sambil tersenyum bahagia.


"Waah bagus dong jeng, berarti tinggal anak aku yang harus aku bujuk ni jeng" jawab Ani tidak kala bahagianya.


"Iyaa jeng, semoga semua rencana kita berhasil yaa" kata Devi masih dengan senyumnya.


"Iyaa jeng aku juga berharap begitu" jawab Ani dan mereka pun mengakhiri percakapan mereka, dan tidak lama setelah itu Vano pun sudah kembali dari kantornyal, melihat anaknya yang sudah pulang Ani pun memanggilnya.


"Vano, mama mau bicara sama kamu" kata Ani saat melihat anaknya sudah menaiki tangga.


"Ada apa ma, Vano capek mau istrahat" jawab Vano dengan muka lelahnya tapi tetap menghampiri mama tercintanya tersebut.


"Kenapa sampai sekarang kamu belum bawah calon kamu kesini" todong Ani.


"Kan waktu itu sudah ketemu di mall ma" jawab Vano masih dengan muka lelahnya.


"Mama tidak suka dengan perempuan itu" kata Ani.

__ADS_1


"Terserah mama saja, lagian dia juga sudah tidak mau dengan aku" jawab Vano dengan muka sedih mengingat kemarahan Vina tadi sore.


"Syukur deh, kalau begitu mama mau jodohkan kamu dengan anak teman mama" kata Ani antusias.


"Terserah mama saja, aku capek mau istrahat" jawab Vano lalu meninggalkan mamanya menuju kamarnya, sementara itu Ani tersenyum sangat bahagia karena akhirnya anaknya itu tidak menolak untuk dijodohkan.


***


Sepeninggalan Vano, Ani langsung menghubungi sahabatnya.


"Ada apa jeng, bukannya kita baru saja mengeobrol tadi" kata Devi.


"Yang benar kamu jeng, kenapa dia cepat sekali menerimanya" tanya Devi yang penasaran.


"Dia sepertinya sedang galau jeng, makanya dia pasrah saja, tapi aku senang karena dia tidak jadi dengan perempuan tidak sopan itu" jawab Ani senang sekaligus sedikit kesal.


"Kalau begitu tinggal kita atur aja jadwal pertemuannya sebelum anak-anak kita berubah pikiran" tanya Devi.


"Iyaa jeng, ide kamu bagus juga, bagaimana kalau pertemuannya besok malam saja, kan lebih cepat lebih baik" jawab Ani.


"Iyaa jeng aku setujuh, sudah dulu yaa jeng, aku mau tanya anak aku dulu supaya dia tidam kemana" kata Devi dan mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


***


Sementara itu Devi yang baru saja mengakhiri panggilannya dengan sahabatnya melihat Vina berjalan menuruni tangga segera memanggil anaknya itu.


"Vin, kamu kesini dulu mama mau bicara sama kamu" panggil Devi.


"Iyaa ma bentar, aku mau ambil minum dulu" jawab Vina lalu berbelok ke arah dapur, tidak lama kemudian Vina pun sudah duduk di sofa bersama mamanya.


"Ada apa ma" lanjut Vina saat dia sudah mendudukkan bokongnya.


"Besok kamu ada acara tidak" tanya Devi.


"Tidak ada ma, emangnya ada apa" jawab dan tanya Vina penasaran.


"Kalau begitu besok malam kamu harus dandan yang cantik, karena kita mau ketemu sama calon suami kamu" kata Devi.


"Kenapa secepat itu ma" tanya Vina begitu kaget.


"Lebih cepat lebih baik, supaya perusahaan papa juga cepat dapat investornya" ujur Devi menjelaskan.


"Baiklah ma" ucap Vina yang sudah pasrah karena dia melakukan semua ini untuk menyelamatkan perusahaan papanya.

__ADS_1


__ADS_2