
Setibanya Vina di rumah mamanya, Vina langsung membuka pintu rumah mamanya dan mendapati Devi sedang berada di ruang keluarga sedang menonton tv, sementara Devi yang mendengar suara pintu terbuka langsung menolehkan kepalanya ke sumber suara.
"Tumben kamu malam begini ke rumah mama, ada apa" tany Devi.
"Papa belum pulang ma" kata Vin tanpa menjawab pertanyaan mamanya.
"Papa kamu katanya hari ini lembur" jawab Devi.
"Oyaa kamu belum jawab pertanyaan mama, ada apa kamu malam-malam begini ke rumah mama, terus suami kamu mana" tanya Devi membuat Vina hanya menatapnya sendu.
"Ma, Vano hari ini bawa perempuan pulang ke rumah kami, Vano selingkuh ma, dan sudah dua bulan terakhir Vano selalu dingin sama aku" kata Vani sambil meneteskan air matanya.
"Kenapa kamu menangis, bukannya kamu tidak cinta sama suami kamu, terus kenapa kamu menangis" tanya Devi.
__ADS_1
"Tapi aku gak suka kalau Vano bawa perempun lain ke rumah kami ma, dia itu tidak menghargai aku sebagai istrinya" jawab Vina yang tidak sadar mengucapkan dirinya sebagai istri.
"Nah itu kamu tau kalau kamu sekarang sudah jadi istri, terus kenapa kamu tidak melakukan tugas dan kewajiban kamu sebagai seorang istri" kata Devi yang membuat Vina tidak bisa menjawab perkataan mamanya.
"Mama sudah perna bilang sama kamu untuk melakukan kewajiban kamu, tapi kamu tidak mendengarkan mama, kalau sekarang Vano cari itu dari perempuan lain mama tidak bisa menyalahkannya karena di sini memang kamu yang salah" lanjut Devi membuat Vina meneteskan air matanya.
"Tapi aku belum siap ma" kata Vina masih sesuguhkan.
"Sekarang kamu sudah berkeluarga, mama harap kamu dapat menyelesaikan masalah rumah tangga kamu sendiri" kata Devi sambil memegang tangan anaknya.
***
Keesokan paginya Vina kembali ke rumahnya dan mendapai Vano sedang menikmati segelas kopinya.
__ADS_1
"Baru ingat rumah kamu" kata Vano tanpa menatap ke arah Vina yang baru memasuki rumah.
"Aku cuma kasih kamu waktu untuk berduaan dengan kekasih kamu, jadi wajarlah kalau aku baru pulang" kata Vina berusaha untuk terlihat dingin agar Vano tidak mengetahui kalau dia sedang cemburu.
"Apa?? aku cemburu?, apa-apaan kamu Vina" batin Vina sambil menaiki tangga menuju kamarnya.
"Apa kamu belum cinta juga sama aku Vin, apa aku harus membawa perempuan berbeda setiap harinya supaya kamu cemburu sama aku" kata Vano pada dirinya sambil menatap Vina yang sedang menaiki tangga.
Sesampainya di kamar, Vina kembali memikirkan bagaimana supaya Vano tidak membawa perempuan lain ke rumah mereka.
"Apa iyaa aku harus melakukan itu sama Vano, supaya dia tidak mencari perempun lain" kata Vina pada dirinya sendiri membuat dia semakin pusing.
Karena sudah pusing berfikir Vina pun kembali ke lantai bawa dan ingin membicarakan semuanya pada lelaki itu, namun ternyata Vano sudah berangkat ke kantornya, karena tidak ingin terlalu pusing Vina pun menghubungi salah satu temannya dan mngajaknya jalan-jalan untuk menghilangkan stresnya.
__ADS_1
Kini Vina dan temannya Rani sedang berada di salah satu mall, Vina ingin berbelanja sepuasnya untuk menghilangkan stresnya namun ternyata dia tambah pusing saat melewati restoran di mall dan tanpa sengaja melihat Vano dan seorang perempuan yang membuat hati Vina terasah perih.