Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Marahnya Vina


__ADS_3

Pagi ini Vano ingin kembali mengajak keluarganya kembali ke rumah mereka, karena dia ingin menyelesaikan masalahnya di rumahnya dan tidak ingin mertuanya tau kalau Vina sedang marah kepadanya.


"Ma, pa, hari ini kami kembali ke rumah kami yaa, kapan-kapan kami main ke sini lagi" kata Vano saat mereka sedang berada di meja makan menikmati sarapan pagi mereka, membuat Vina melotot atas perkataan suaminya tersebut.


"Kamu pulang aja sendiri, aku sama Axel masih mau di sini" kata Vina karena dia masih marah dengan suaminya itu.


"Sayang, kamu tidak boleh gitu sama suami kamu, kasian Vano kalau dia pulang sendiri, nanti dia tidak ada yang ngurus, lagian kamu harus nurut sama suami kamu" cerama Devi.


"Tapi ma, aku masih mau di sini sama kalian" jawab Vina yang masih tetap pada pendiriannya.


"Pulanglah nak, kalian butuh waktu berdua" kata Devi sambil memegang tangan anaknya itu, karena dia paham ada yang tidak beres dengan anaknya.


"Baiklah ma" jawab Vina pasra

__ADS_1


***


Setelah melewati perdebatan yang panjang di meja makan, kini Vano beserta istri dan anaknya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah mereka, namun Vina masih belum mau berbicara sedikit pun dengan suaminya.


"Kamu kenapa siih Vin, dari kemarin jutek terus sama aku, apa aku ada salah sama kamu" tanya Vano namun dia masih tetap fokus menyetir, namun Vina tidak meresponnya sama sekali.


"Vin, bilang dong sama aku, aku mana tau salah aku apa kalau kamu hanya diam saja" tanya Vano lagi.


"Kalau soal itu, aku minta maaf sam kamu, karena belum sempat bilang, aku ada pekerjaan mendadak di luar kota, dan aku jug minta maaf tidak sempat mengabari kamu karena.." kata Vano belum meneruskan ucapannya namun langsung di potong oleh Vina.


"Sudalah Van, aku tidak mau mendengarkan penjelasan ap pun dari kamu, aku tau ada yang kamu tutupi dari aku, jadi aku harap kamu bicara sebelum aku mengetahui sendiri" marah Vina lalu keluar dari mobil Vano karena merek telah sampai di rumah.


"Vin, aku tidak menutupi apa pun dari kamu, makanya kamu dengarin dulu penjelasan aku" kata Vano saat berusaha mengejar Vina dan memegang pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Sudahlah Van, aku capek sama kamu" kata Vina berlari mamasuki rumahnya dan menuju kamar ruang tamu sambil menggendong anaknya dan menguncinya dari dalam.


"Vin, tolong kamu jangan seperti ini, kita perlu bicara Vin, aku tidak mau kamu salah paham sama aku" kata Vano sambil mengetuk pintu kamar tamu tersebut, tapi Vina tidak meresponnya.


"Vin, aku mohon sama kamu buka pintunya, kamu jangan kekanakan begini dong, bagaimana bisa aku menjelaskannya kalau kamu kayak gini" lanjut Vano lagi masih dengan mengetuk pintu kamar tamu tersebut.


"Kalau begitu terserah kamu Vin, aku cuma mau bilang kalau nanti siang aku harus ke luar kota lagi, dan aku harap saat aku kembali kamu sudah mau mendengarkan penjelasan aku" kata Vano lalu menuju ke kamarnya dan Vina untuk menyiapkan keperkuannya sendiri.


***


Sudah satu jam berlalu namun Vina belum juga mau keluar dari kamar, sementara Vano yang sudah telat kembali ke kamar tamu dan mengetuk pintu itu lagi.


"Sayang, aku berangkat yaa, kamu sama Axel baik-baik di rumah yaa, tunggu aku kembali dan aku akan menjelaskan semuanya" kata Vano lalu meninggalkan Vina yang masih marah di balik pintu tersebut, saat Vano sudah berangkat dengan mobilnya dia tidak menyadari ada sepasang mata yang sedang mengawasi rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2