Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Vano Ngambek


__ADS_3

Pagi ini Vano bangun dengan muka yang di tekuk, pasalnya aksinya tadi malam di gagalkan oleh Axel, karena pada saat Vano baru akan memulai aksinya Axel bangun dan menangis dengan kencang membuat Vina langsung mendorong Vano dan menggendong anaknya dan parahnya setelah menidurkan Axel, Vina langsung tidur tanpa mempedulikan suaminya.


"Kamu masih marah sama aku Van" tanya Vina yang melihat muka suaminya namun Vano hanya berjalan ke kamar mandi tanpa menjawab pertanyaan istrinya membuat Vina hanya menghela nafasnya, lalu turun ke dapur untuk membuat sarapan.


"Pagi ma, maaf yaa aku telat bangunnya" sapa Vina dan mencium pipi mama dan mertaunya.


"Tidak apa-apa sayang, mama maklum kok" jawab mertuanya tersenyum penuh arti, setelah itu mereka melanjutkan acara masaknya dan menyiapkannya di meja makan.


Kini mereka semua sedang menikmati sarapan mereka di meja makan, namun wajah Vano masih saja di tekuk dan itu tidak lepas dari pandangan orang tuanya, setelah Angga dan Dimas pamit ke kantor mereka masing-masing, Vano pun meninggalkan maja makan tanpa berbicara sedikit pun.


"Vano, kamu mau kemana, istri sama anak kamu ada disini" teriak Ani saat Vano sudah melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya.


"Aku mau istrahat ma" jawab Vano tanpa menolehkan kepalanya lalu melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


Sementara itu di meja makan Devi dan Ani memperhatikan Vina meminta penjelasan.


"Ma, aku titip Axel sebentar yaa, aku mau bicara dulu sama Vano" kata Vina lalu bangkit dari duduknya.


"Emang kamu sama Vano ada masalah apa sayang, dari tadi mama perhatikan muka Vano di tekuk terus" tanya Devi.


"Tidak ada masalah apa-apa kok ma, Vano aja yang terlalu berlebihan, aku titip Axel sebentar yaa ma, aku mau bicara dulu sama bayi besar itu" kata Vina kesal dan segera menuju kamarnya tanpa menunggu persetujuan mertua dan mamanya.


***


Melihat itu Vano langsung membaringkan tubuhnya lalu menarik selemut hingga dadanya dan membelakangi istrinya.


Vina yang melihat kelakuan suaminya hanya tersenyum kemudian mendekati suaminya yabg sedang marah itu.

__ADS_1


"Sayang, masih marah yaa" tanya Vina duduk pinggir kasur, namun Vano tidak menjawabnya dan justru memejamkan matanya, Vina pun ikut membaringkan tubuhnya lalu masuk ke dalam selimut bersama suaminya kemudian memeluk suaminya dari belakang.


"Kenapa kamu kayak anak kecil banget siih Van, iyaa aku minta maaf, tapi aku benar-benar lelah kamarin" kata Vina lalu menyandarkan kepalanya di punggung suaminya.


"Seharusnya kamu juga ngertiin aku, aku bahkan sudah lama tidak mendapatkan hakku" jawab Vano masih memejamkan matanya.


"Yaa ampun sayang, kenapa kamu jadi cemburu dengan anak kita"kata Vina lalu berpindah ke depan Vano membuat Vano terpaksa membuka matanya.


"Aku sudah titip Axel sama orang tua kita, jadi hari ini adalah waktu untuk kita berdua" kata Vina namun Vano kembali membalikkan badannya dan membelakangi istrinya, melihat itu Vina pun kesal dengan kelakuan suaminya yang menjadi kekanakan itu.


"Kalau begitu aku keluar aja ngurusin Axel, percuma juga aku di sini ngurusin bayi besar yang ngambek" kata Vina kemudian bangkit dari tidurnya, namun tangannya di cekal oleh Vano.


"Cuma segitu aja usaha kamu bujuk aku" kata Vano.

__ADS_1


"Kamu sendiri yang tidak mau di bujuk, lepasin, aku mau liat Axel di bawa" kata Vina berusaha menarik tangannya dari cekalan Vano, namun tangannya justru di tarik oleh Vano sehingga tubuhnya jatuh di atas tubuh Vano.


"Ini waktunya kamu sama aku sayang" kata Vano lalu memulai aksinya sementara Vina hanya pasrah menerima perkakuan Vano.


__ADS_2