
Vina kini berada di dalam kamarnya menangis tersendu-sendu, untungnya anaknya itu seakan mengerti keadaan mamanya dan tidak rewel sama sekali sejak kedatangan sara, hati Vina benar-benar kacau saat ini, apa lagi saat dia mengingat perkataan Sara tadi pagi.
Flashback on
Apa kamu tidak tahu, bagaimana hubungan kami di belakangmu" tanya Sara tersenyum sinis.
"Aku percaya pada suamiku, bahkan kini kami telah memiliki anak" kata Vina menunjuk Axel yang berada dalam gendongannya membuat Sara semakin terpancing emosi, namun sesat kemudian dia kembali tersenyum sinis.
"Apa kamu yakin kalau Vano benar-benar mencintaimu" tanya Sara tersenyum sinis.
"Kalau suamiku tidak mencintaiku tidak mungkin kami bisa punya anak" balas Vina tidak kala sinisnya.
"Aku yakin Vano melakukan itu hanya karena nafsu saja, karena pada kenyataannya dia hanya mencintaiku" kata Sara menatap sinis Vina dan anaknya.
"Kamu terlalu percaya diri sekali" balas Vina dengan tatapan yang lebih sinis.
__ADS_1
"Yaaa, aku sangat percaya diri, karena buktinya sekarang aku telah mengandung buah cinta kami" kata Sara mengelus perutnya yang kini membuncit.
"Aku tidak percaya denganmu" kata Vina berusaha menguasai dirinya.
"Itu terserah kamu, tapi akhir-akhir ini Vano selalu pulang tengah malam bukan, itu karena dia menemaniku lebih dulu, dan setiap pagi dia juga selalu datang melihatku yang sering mual di pagi hari" kata Sara yang membuat Vina bagai di sambar petir di siang bolong karena yang di katakan Sara semua benar adanya.
"Apa kamu masih yakin, kalau suamimu mencintaimu" kata Sara tersenyum sinis lalu meningkal Vina yang kini sudah meneteskan air matanya
Flashback end
Saat Vina masih menangis memikiran perkataan wanita tadi, tiba-tiba ponselnya berdering, Vina pun mengambil ponsel yang tadinya sudah di simpan dalam tasnya dan melihat nama yang tertera pada layar ponselnya, Vina lalu menghapus air matanya dan berusaha menetralkan suaranya.
"Halo ma" sapa Vina.
"Halo Vin, kamu dimana, kenapa sampai sekarang kamu belum juga sampai di rumah mama" tanya Devi dari seberang sana tersengar cemas.
__ADS_1
"Maaf ma, tadi aku lupa kabarin mama, kalau aku ada acara mendadak, kapan-kapan kami ke rumah mama" bohong Vina.
"Baiklah sayang, mama tunggu tunggu kedatang kalian" kata Devi dan mengakhiri panggilannya.
Saat mamanya sudah mengakhiri panggilannya, Vina melihat Axel yang berada dalam gendongannya yang kini sudah tidur dengan nyenyak, Vina lalu membaringkan Axel dalam box dan memperbaiki posisi tidurnya agar anaknya dapat tidur dengan nyaman.
Vina yang sudah tidak bisa berfikir antara ingin mempercayai suaminya atau Sara, segera mengambil ponselnya dan menghubungi suaminya, namun hanya suara operator yang tersengar, Vina kembali mencoba menghubungi suaminya sekali lagi,namun hasilnya tetap sama, dia lalu memutuskan untuk menunggu suaminya pulang kerja dan meminta penjelasan kepadanya.
Karena sudah lelah memikirkan segala kemungkinan yang terjadi, dia lalu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur king sizenya dan tidak lama kemudian dia sudah masuk ke dalam alam mimpi.
Jam sudah menunjukkan pukul 19.13, dan Vina baru terbangun dari tidurnya, dia lalu menuju box bayi dan dia sangat bersyukur karena Axel masih tidur dengan nyenyak.
Vina lalu membersihkan diri dan setelah itu dia menyiapkan makan malam untuk suaminya, karena sebentar lagi Vano akan pulang bekerja.
Setelah menyiapkan makan malam, Vina kembali mengecek anaknya dan ternyata Axel sudah bangun, Vina kemudian menyusui anaknya dan Axel kembali tertidur.
__ADS_1