
Sudah beberapa bulan berlalu sejak mereka berdua menyatakan cinta satu sama lain, sejak saat itu mereka selalu memberi kebahagian satu sama lain, seperti saat ini mereka tidur saling berpelukan dan memberi kehangatan pada tubuh pasangannya, namun tiba-tiba Vina terbangun dari tidurnya dan segera menuju kamar mandi memuntuhkan isi perutnya karena dia meresa perutnya seperti di aduk-aduk, sementara Vano yang melihat istrinya berlari secara tiba-tiba segera menyusul istrinya ke kamar mandi dan mendapati istrinya sedang memuntahkan isi perutnya, hoeek... hoekkkk, Vina sudah berusaha memuntahkan isi perutnya tapi hanya cairan bening yang keluar.
"Kamu kenapa sayang" tanya Vano sambil memijat belakang leher istrinya.
"Aku tidak tau Van, perutku rasanya seperti di aduk-aduk, perasaan aku tidak makan sesuatu yang salah deh, apa aku masuk angin yaa" jawab Vina dengan lemas.
"Kita ke dokter aja yaa sayang, muka kamu pucat sekali, aku takut terjadi apa-apa sama kamu" tanya Vano yang mengkhawatirkan keadaan istrinya.
"Aku tidak apa-apa Van, aku cuma butuh istrahat aja, nanti juga mendingan sendiri" jawab Vina sambil tersenyum lembut.
"Yaa sudah, sekarang kamu istrahat aja yaa, tapi nanti kalau kamu mual lagi, kita langsung ke dokter aku tidak tega liat kamu kayak gini" kata Vano lalu menggendong istrinya menujuh tempat tidur mereka.
"Iyaaa, kamu tenang aja Van, aku tidak apa-apa kok, tapi aku boleh minta sesuatu gak dari kamu" tanya Vina dengan was-was.
"Kamu mau apa, apa pun buat kamu sayang" jawab Vano sambil membelai lembut rambut panjang istrinya dengan sayang.
__ADS_1
"Boleh tidak kalau hari ini kamu jangan masuk kerja dulu, entah kenapa aku mau hari ini kamu peluk aku seharian" kata Vina malu-malu sambil menenggelamkan mukanya yang memerah di dada bidang suaminya.
"Tumben kamu minta aku cuti, biasanya kan kamu selalu marah-marah kalau aku tidak kerja" ucap Vano sambil terkekeh geli melihat kelakuan istrinya.
"Aku juga tidak tau Van, entah kenapa aku seperti ini" jawab Vina sambil mencibikkan bibirnya kesal karena suaminya menertawakannya.
"Baiklah, demi istriku tercinta aku akan cuti hari ini, tapi aku minta izin dulu sama papa yaa" jawab Vano sambil mengambil ponselnya yang terketak di atas nakas.
"Eehh jangan, nanti papa khawatir sama aku" kata Vina.
"Kan papa Angga sudah serahin perusahannya sama aku, jadi biar bagaimana pun papa tetap pemiliknya" jawab Vano memberi pengertian pada istrinya.
"Kamu tenang aja, aku tidak akan bilang kalau kamu sakit, jadi kamu tidak usah khawatir yaa" lanjut Vano lagi, setelah mendapatkan anggukan dari istrinya, Vano lalu menghubungi papa mertuanya.
***
__ADS_1
Setelah menghubungi papa mertuanya Vano kembali meletakkan ponselnya di atas nakas.
"Papa bilang apa Van" tanya Vina
"Papa bilang kalau kita butuh liburan" kata Vano sambil terkekeh.
"Aku tidak butuh liburan, aku hanya mau kamu peluk aku seharian" kata Vina sambil menatap suaminya.
"Van, kok aku tiba-tiba pengen makan bakso urat yaa" kata Vina.
"Ini masih pagi Vin, masak kamu mau makan yang berat" jawab Vano.
"Tapi aku sangat menginginkannya Van, terus pake saos pedas yang banyak" kata Vina sangat antusias membayangkan bakso uratnya.
"Ini masih pagi sayang, nanti kamu sakit perut" jawab Vano yang heran dengan istrinya.
__ADS_1
"Tapi aku ingin makan itu Van" kata Vina sambil meneteskan air matanya membuat Vano semakin bingung dengan kelakuan istrinya.