Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Penawaran


__ADS_3

Vina yang baru bangun dan tidur merasa sangat haus, segera menuruni tangga dan menujuh ke dapur, lalu dia membuka kulkas dan menegus air langsung dari botolnya, setelah di rasa cukup dia lalu kembali ke kamarnya, namun saat sampai di ruang keluarga Vina melihat tv masih menyala, Vina lalu di menuju ke ruang tersebut dan berniat mematikan tv, namun saat ingin mematikan tv tanpa sengaja dia melihat mamanya sedang tidur di sofa.


"Ma, mama.." ucap Vina membangunkan mamanya.


"Kenapa mama tidur disini" lanjut Vina lagi saat Devi sudah mulai membuka matanya.


"Maaf mama ketiduran, mama lagi nungguin papa kamu" jawab Devi dengan suara khas orang bangun tidur.


"Emang papa belum pulang ma, tumben papa belum pulang jam segini" tanya Vina.


"Iyaa akhir-akhir ini papa kamu selalu lembur, katanya sedang ada masalah dikantor" jawab Devi dengan lesu.


"Mama tidur dulu aja, yukk aku antar ke kamar ma" kata Vina, namun belum sempat mereka beranjak dari tempatnya seseorang terdengar membuka pintu utama.


"Pa.., tumben papa pulang larut" kata Vina saat melihat orang yang membuka pintu tersebut.


"Kenapa kalian belum tidur" kata Angga melangkahkan kakinya menuju anak dan istrinya, tanpa menjawab pertanyaan Vina.

__ADS_1


"Pa..,, papa belum jawab pertanyaan aku" kata Vina lagi, membuat papanya hanya menghembuskan nafasnya.


"Perusahaan papa sedang dalam masalah, rekan bisnis papa tiba-tiba membatalkan kerja sama dengan perusahaan kita, sehingga membuat perusahaan mengalami kerugian besar, sementara papa lagi mengusahakan mencari orang yang mau kerja sama dengan perusahaan papa" kata Angga dengan lesu.


"Pa..,, maafin aku yaa, belum bisa bantuin papa di perusahaan" kata Vina dengan sedih.


"Iyaa tidak apa-apa sayang, kamu nikmati dulu masa santai kamu yaa" kata Angga sambil mengusap kepala Vina dengan sayang.


"Nanti mama juga tanya teman mama yaa pa, siapa tau suaminya mau bantu" kata Devi menimpali.


"Iyaa ma, makasih yaa, liat kalian aja papa sudah semangat kok" kata Angga memeluk sayang kedua orang itu.


***


"Bagaimana" kata Vano langsung pada intinya.


"Berlajan sesuai rencana bos, Birgantara grup sudah di ambang kebangkrutan, dan lagi direktur Birgantara sedang mencari investor" jawab orang dari seberang sana dan membuat Vano tersenyuk kemenangan, lalu mematikan sambungan telfon tersebut secara sepihak, Vano pun segera beranjak dari kursi kebesarannya dan meninggalkan kantornya.

__ADS_1


***


"Selamat siang pak ada orang yang ingin bertemu dengan bapak" kata sekretaris Angga dengan sopan.


"Suruh dia masuk" jawab Angga, yang di angguki oleh sekretarisnya dan tidak lama kemudian pun pintu di ketuk dan seseorang masuk tanpa di persilahkan.


"Selamat siang Pak Angga, masih ingat dengan saya" kata Vano, membuat Angga berusaha untuk mengingatnya.


"Kamu bukannya yang pernah hadir di acara wisuda anak saya" jawab Angga.


"Iyaa, ternyata Om masih ingat, saya ke sini datang membawa penawaran untuk Om" kata Vano.


"Saya mau bantu Om jadi investor sekaligus bekerjasama dengan perusahan saya kalau Vina mau menikah dengan saya" kata Vano membuat Angga terkejut.


"Bukannya kamu pacarnya?" jawab Angga bingung.


"Maaf Om, kita sebenarnya tidak pacaran, dan Vina selalu menolak saya" kata Vano.

__ADS_1


"Baiklah nanti akan saya bicarakan dengan anak saya lebih dulu" jawab Angga.


"Baiklah, saya tunggu kabar baiknya Om" kata Vano kemudian segera pamit dari sana, kerena pekerjaannya juga sudah menunggunya.


__ADS_2