Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Melahirkan Putri Kedua


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit Vano memarkirkan mobilnya dengan asal lalu menggendong istrinya langsung menuju ruang bersalin, sesampainya di sana mereka langsung di sambut oleh dokter yang selama ini memeriksa dan mengontrol kehamilan Vina.


"Istrinya langsung di bawa masuk saja pak" kata dokter itu dan Vano menganggukkan kepalanya, kemudian membaringkan istrinya di atas brangkar yang tersedia, dan dokter pun segera memeriksa Vina.


"Sudah pembukaan sembilan pak, bentar lagi istrinya akan melahirkan, kami akan mempersiapkan alatnya dulu" kata dokter tersebut.


Tidak lama kemudian dokter dan para perawatnya kembali dengan alat-alat yang Vano tidak ketahui namanya.


"Ini sudah waktunya ibu melahirkan, apa mau di temani sama suaminya" tanya dokter itu dan mendapat anggukan dari Vina.


"Baiklah kalau begitu dengar aba-aba saya ya" lanjut dokter itu dan kembali mendapat anggukan dari Vina dan vano.


"Ayoo bu tarik nafas dulu, terus hembuskan" arahan dari dokter yang juga di ikuti oleh Vano.

__ADS_1


"Terus dorong bu, ayoo bu, dikit lagi" lanjut dokter itu.


"Ayoo sayang, kamu harus semangat demi anak kita" kata Vano memberi semangat pada istrinya dengan tangannya menggenggam tangan istrinya dan tangannya yang lain di gunakan untuk melap keringat sang istri tercinta.


"Pokoknya setelah ini aku gak mau punya anak lagi" protes Vina di sela kesakitannya.


"Iyaa sayang terserah kamu" jawab Vano pasrah, sementara Vina yang tidak puas dengan jawaban suaminya menjambak rambut Vano dengan sekuat tenaga hingga beberap belai lepas dari kepalanya, kemudian Vina mengejan dengan kuat dan terdengar suara tangisan seorang bayi membuat sakit di kepala Vano langsung menghilang, Vano pun mencium seluruh muka istrinya mulai dari kening, pipi, hidung dan berakhir di bibir tipis istrinya membuat dokter dan para suster yang melihatnya menjadi salah tingkah.


"Selamat yaa, bayi kalian berjenis kelamin perempuan, bayinya akan kami bersihkan terlebih dahulu" kata dokter itu menghentikan ciuman suami istri itu.


"Silahkan di beri asi bu, saya pamit dulu, sebentar lagi ibu akan di pindahkan ke ruang rawat" kata dokter itu memberitahu.


"Baiklah dok terima kasih" jawab Vina kemudian dokter itu melangkahkan kakinya meninggalkan sepasang suami istri itu yang berbahagia atas kelahiran putri keduanya.

__ADS_1


"Mau di kasih nama siapa anak kita Van" tanya Vina sambil menyusui anaknya.


"Bagaimana kalau kita kasih nama Felicia Vani Bratawiya, nama panggilannya Vani, biar mirip nama kamu" kata Vano dengan senyum manisnya.


"Nama yang bagus, aku setuju Van" Vina menganggukan kepalanya.


"Oyaa kamu sudah kasih tau keluar kita kalau aku udah lahiran" lanjut Vina bertanya dan Vano hanya menepuk keningnya.


"Maaf sayang, aku lupa mengabari mereka, aku akan kabari mereka sekarang juga" kata Vano lalu mengambil ponselnya dari dalam saku celananya kemudian menghubungi orang tua mereka.


***


Tidak lama kemudian orang tua mereka kini telah berada di rumah sakit dan Vina juga telah di pindahkan ke ruang perawatan VVIP, di sana terlihat Devi sedang bermain bersama cucunya, sementara Ani memberenggul kesal pada Vano, dan Angga dan Dimas hanya duduk di sofa mengamati kegiatan mereka.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak memberitahu kami di awal kalau istrimu melahirkan" cerca Ani pada anak laki-lakinya itu.


"Maaf ma, aku lupa, lagian aku tidak punya banyak waktu untuk menghubungi kalian" jujur Vano namun Ani hanya meninggalkannya dan ikut bergabung bersama Devi bermain bersama cucu kedua mereka.


__ADS_2