Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Pertemuan


__ADS_3

Saat ini Vina sedang bersiap-siap untuk bertemu dengan calon suaminya kelak, Vina sebenarnya sudah siap dari tadi tetapi dia hanya berdiam diri di depan cermin meratapi hidupnya kedepan.


"Sayang kamu sudah siap" tanya Devi saat membuka pintu kamar anaknya, namun sepertinya Vina tidak menyadari kehadiran mamanya.


"Sayang, kamu kenapa" lanjut Devi lagi sambil memegang pundak anaknya dari belakang, membuat Vina kaget akan kehadiran mamanya di kamarnya.


"Ma, apa mama yakin mau menjodohkan aku dengan anak teman mama, bagaimana kalau dia punya kekasih, terus bagaimana kalau nanti aku tidak bahagia" tanya Vina dengan penuh keraguan.


"Dengarin mama sayang, anak sahabat mama itu tidak punya kekasih, mana mungkin dia mau di jodohkan sama kamu kalau dia punya kekasih, dia pasti menolaknya seandainya itu terjadi, dan lag kalau kamu takut tidak bahagia sama dia, semua rumah tangga itu tidak ada yang berjalan mulus nak, tergantung bagaimana kita menjalaninya" nasihat Devi membuat Vina hanya menghembuskan nafasnya.


"Kalian belum siap, ini kita sudah mau telat loh" timpal Angga yang sudah berarda di pintu kamar anaknya karena sudah terlalu lama menunggu kedua perempuan itu.


"Kita sudah siap kok pa, ayo sayang" jawab Devi lalu menggandeng tangan anaknya dan mereka pun segera menujuh ketempat janjian pertemuan mereka.


***

__ADS_1


Sementara itu Ani yang sudah lama menunggu anaknya yang tidak juga turun sedari tadi akhirnya berteriak memanggil anaknya itu.


"Van..Vano..., kenapa kamu lama bangat siih, cepatan turun" teriak Ani dengan emosi yang tertahan.


"Mama kenapa siih teriak-teriak, kayak lagi di hutan aja" jawab Vano sambil menuruni tangga.


"Ini semua itu karena kamu, kita sudah telat 15 menit ini, lagian kenapa siih kamu lama bangat" kata Ani masih dengan kemaran yang tertahan.


"Bisa tidak ma, kalau perjodohannya di batalin aja" kaya Vano tanpa menjawab perkataan mamanya.


"Tidak bisa, ayoo pa kita berangkat" kata Ani pada suaminya yang sedari tadi hanya menonton perdebatan anak dan ibu itu.


Sesampainya di restoran tempat kedua keluarga itu untuk bertemu, tiba-tiba ponsel Vano berbunyi yang menandakan panggilan masuk.


"Mama sama papa masuk dulu aja yaa, Vano mau angkat telfon dulu" kata Vano pada kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Awas kalau kabur" ancam Ani.


"Iyaa ma aku tidak kabur kok" jawab Vano sambil menjauh untuk menjawab telfonnya.


Setelah Vano mengakhiri telfonnya dengan sang penelfon tadi Vano segera memsaki restoran tersebut, namun tiba-tiba dia menabrak seseorang yang sangat di kenalnya.


***


Sementara itu Devi dan keluarganya yang sudah menunggu sejak 20 menit yang lalu, masing-masing sibuk dengan ponselnya, namun Vina memecah keheningan yang terjadi di antara mereka.


"Masih lama yaa teman mama datangnya, aku mau ke toiket dulu" kata Vina bangkit dari duduknya.


"Iyaa jangan lama-lama" jawab Devi, namun Vina sudah beranjak dan tidak menjawab perkataan mamanya karena dia sudah kebelet.


Namun karena Vina sedikit berlari dan tidak fokus ke depan dia menabrak seseorang yang paling di bencinya.

__ADS_1


"Loh ngapain di sini" tanya orang itu.


"Lagi dinner sama pacar aku, minggir kamu" jawab Vina berbohong lalu meninggalkan Vano sendirian, sementara pria itu hanya menatap perempuan itu dengan tatapan sendu.


__ADS_2