Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Kecelakaan


__ADS_3

Setelah mengucapkan terima kasih pada perawat itu, Vano segera melangkakan kakinya ke kamar yang telah di tunjukkan oleh perawat tadi, sebelum membuka pintu, Vano menyiapkan hatinya terlebih jika nanti istrinya marah besar kepadanya.


Setelah di rasa tenang, Vano membuka pintunya dan pemandangan pertama yang dia lihat adalah anaknya yang baru lahir berada dalam gendongan istrinya sambil menyusul.


Dia pun melangkahkan kakinya mendekati mereka, namun ternyata mamanya yang lebih dulu menyadari kehadirannya.


"Kenapa baru datang, dasar suami tidak bertanggung jawab" cerca mama Ani.


Sementara Vina yang mendengar perkataan mamanya mengalihkan pandangannya dan mendapati Vano di sana.


"Ngapain kamu di sini, baru tau kalau istrinya di sini atau baru ingat kalau istrinya sedang hamil besar" kata Vina yang membuat Vano membisu dan seketika suhu menjadi panas dalam ruangan itu.


"Sayang, a..a..aku" kata Vano terbata-bata, namun belum sempat Vano melanjutkan ucapannya, ponsel mama Ani tiba-tiba berdering, sehingga Vano tidak melanjutkan ucapannya.


Sementara mama Ani yang melihat nama yang tertera disana langsung menjawab panggilannya.

__ADS_1


"Halo, kalian sudah di mana" tanya mama Ani pada orang tersebut.


"Halo, kami dari pihak kepolisian ingin memberitahu kalau pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan, apa anda keluarganya, karena saat kami membuka ponselnya anda adalah orang terakhir yang menghubunginya" kata orang seberang sana.


"Apa..?? itu tidak mungkin, bagaimana itu bisa terjadi" tanya mama Ani dengan suara bergetar.


"Kami tidak tau bagaimana kronologinya, pihak kami sedang melakukan penyelidikan akan kasus ini, sementara korban sudah di larikan ke rumah sakit terdekat" jawab polisi itu.


"Baiklah, terima kasih pak, kami mohon supaya kasus ini segera terungkap" kata mama Ani dengan lesu lalu mematikan sambungan telfonnya.


"Vin.. kamu harus sabar, mama ka..." kata mama Ani tidak meneruskan ucapannya karena pintu di buka oleh seseorang, yang ternyata adalah perawat.


"Maaf menganggu, pasien sudah boleh di pindahkan ke ruang rawat" kata perawat itu lalu membantu Vina menaiki kursi roda lalu mendorongnya.


Sementara mama Ani danVano menggendong anaknya mengikuti dari belakang, namun saat sampai di ruang rawat, mama Ani tidak ikut masuk karena tidak tau apa yang akan di katakan pada menantunya itu.

__ADS_1


Sementara itu di dalam ruangan, Vano yang merasa ada perubahan pada mamanya setelah menerima telfon membaring anaknya pada box yang telah di siapkan pihak rumah sakit.


"Sayang, aku temui mama dulu yaa, aku takut terjadi apa-apa sama mama" kata Vano pada istrinya dan di angguki oleh Vina, walaupun Vina masih marah pada suaminya, namun dia berusaha mengesamping marahnya terlebih dahulu karena mama Ani terlihat sedang tidak baik.


Setelah mendapat persetujuan istrinya, Vano segera keluar dan mendapati mamanya sedang duduk pada kursi tunggu di luar, melihat itu Vano segera menghampirinya.


"Ma, ada apa, kenapa mama terlihat sedih, juga muka mama sangat pucat" tanya Vano lalu duduk di samping mamanya.


"Apa yang harus kita katakan pada Vina, dia baru aja melahirkan" kata mama Ani menatap kosong ke depan.


"Emang apa ma" tanya Vano sudah mulai panik.


"Mama Vina mengalami kecelakaan saat menuju ke sini" kata mama Ani dengan pandangan kosong.


"Maksud mama" tanya Vano yang merasa ini semua masih ambigu.

__ADS_1


"Tadi yang menelfon mama adalah pihak kepolisian, mereka mengatakan kalau mamanya Vina mengalami kecelakaan, dan kondisinya cukup para dan sekarang sudah di larikan ke sini" jawab mama Ani akhir menumpahkan air matanya, mendengar itu Vano juga tampak syok.


__ADS_2