Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Ngidam lagi


__ADS_3

Saat di perjalan pulang, Vano dan Vina di kejutkan dengan polisi dan juga kedua orang tua mereka di depan sana, Vano lalu menghentikan mobilnya dan turun menemui mereka.


"Ada apa ini ma, dari mana kalian tau jalan ini" tanya Vano pada mamanya.


"Rencana kita tidak sesuai dari awal, dari tadi kami berusaha menghubungimu, tapi tidak aktif dan untungnya papa memasang GPS di mobil kamu jadi kami bisa melacak keberadaan kalian" jawab Ani.


"Bagaimana keadaan kamu sayang, kamu baik-baik saja kan" kata Devi yang muncul dari arah belakang mereka dan langsung memeluk anaknya.


"Iyaa ma, aku baik-baik saja kok" jawab Vina balas memeluk mama tercintanya.


"Lalu di mana Sara ma, kenapa mobilnya juga ada disini" tanya Vano.


"Sara sudah di amankan pihak kepolisian nak, untungnya kami cepat datang sehingga Sara dan anak buahnya cepat di amankan" tanya Vano pada mertuanya.


"Sudahlah, lebih baik kita pulang, kasian Vina dan janinnya dia butuh istrahat" kata Angga menyudahai percakapan mereka dan mereka semua pun kembali ke rumah Vano dan Vina.


Sesampainya di rumah Vano langsung membawa Vina ke kamar mereka, sementara ke dua orang tua mereka juga menuju ke kamar tamu yang sering mereka tempati ketika menginap di rumah Vano.

__ADS_1


"Van dimana Axel, dari tadi aku tidak melihatnya" tanya Vina saat mereka sudah di kamar.


"Kamu tenang aja, Axel aku titipkan sama sepupuku aku, besok aja kita jemput dia yaa sayang" jawab Vano lalu mengusap rambut istrinya dengan lembut.


"Apa kita tidak merepotkan kak Nia, kasian dia, apa lagi dia juga sedang hamil" tanya Vina membuat Vano tersenyum lembut.


"Tidak sama sekali sayang, kamu tidak usah khawatir yaa, kak Nia sendiri yang minta menjaga Axel, katanya dia mau belajar menjaga anak sebelum dia lahiran" jawab Vano terkekeh.


"Kamu istrahat aja yaa, gak usah banyak pikiran, besok kita jemput Axel" lanjut Vano lagi lalu mereka pun berbaring dan tidak lama kemudian mereka sudah berada dalam alam mimpi.


***


"Maaf yaa aku membangunkan kamu" kata Vina setelah membasuh muka pucatnya.


"Tidak apa-apa, aku juga harus jadi suami yang siaga buat kamu" jawab Vano lalu mengelus pipi istrinya dengan lembut.


"Bagaimana kamu melewati semua ini saat kamu di sekap oleh Sara" tanya Vano masih mengelus pipi istrinya.

__ADS_1


"Mungkin calon anak kita juga mengerti kondisi aku waktu itu, jadi aku gak perna mual seperti ini" jawab Vina tersenyum lembut.


"Yaa udah kalau gitu kita istrahat lagi aja yaa" kata Vano mengiring Vina dari dalam kamar mandi, namun sesampainya di kamar Vina menahan tangan Vano yang hendak membaringkannya.


"Ada apa sayang" tanya Vano.


"Anu..aku mau.." kata Vina terbata-bata sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kamu mau apa sayang" senyum Vano.


"Aku pengen makan ayam geprek buatan kamu" kata Vina tersenyum penuh arti.


"Tapi kan kamu tau, aku tidak perna bersentuhan dengan dapur" kata Vano juga menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ini keinginan anak kamu, kamu mau nanti anakmu ileran" ancam Vina.


"Baiklah aku akan coba" jawab Vano lalu segera menuju dapur membuat ayam geprek.

__ADS_1


"Sepertinya aku akan kena lagi dengan ngidam Vina yang aneh" kata Vano pada dirinya sendiri dan tersenyum miris, walaupun begitu dia tetap berusaha membuat apa yang di inginkan oleh istrinya itu.


__ADS_2