
Kini Vano tengah berkutat di dapur membuat ayam geprek keinginan istrinya dan kondisi dapur pun seketika hancur seperti kapal pecah, sementara Ani yang hendak turun membuat sarapan di kejutkan dengan keberadaan Vano dan dapur yang sudah berantakan.
"Apa yang kamu lakukan Van, kenapa pagi-pagi sekali kamu sudah membuat dapur berantakan, bukannya kamu anti sama dapur yaa" tanya Ani masih berdiri di pintu dapur dan mengamati kekacauan yang terjadi.
"Iyaa ma, Vina lagi ngidam ayam geprek" jawab Vano sambil menyusun masakannya di piring.
"Kenapa kamu tidak minta tolong saja sama mama" kata Ani berjalan mendekati anaknya itu.
"Vina maunya aku sendiri yang buat ma" jawab Vano masih fokus menata masakannya.
"Hahahahaha,, mama sepertinya harus berterima kasih sama Vina, berkat dia akhirnya kamu mau menyentuh dapur, sekarang kamu tau kan, gimana susahnya di dapur" kata Ani sambil menertawakan anak semata wayangnya itu.
"Ada apa ini, kenapa kalian ribut sekali" tanya Devi yang tiba-tiba muncul di dapur.
__ADS_1
"Ini loh jeng, saya senang banget, akhirnya Vano mau menyentuh dapur" kata Ani terkeke geli.
"Ini juga terpaksa ma, kalau bukan Vina yang ngidam mana mau aku menyentuh dapur seperti ini" kesal Vano.
"Yaa udah sekarang kamu panggil Vina, terus kita sarapan bareng, kami mau buat sarapan dulu" kata Devi melerai perdebatan besan dan menantunya itu, perkataan mertuanya pun mendapat anggukan dari Vano.
***
Kini mereka telah menikmati sarapan mereka masing-masing dengan Vina yang terlihat sangat menikmati ayam gepreknya, walau pun Ani dan Devi tidak yakin dengan hasil masakan Vano namun mereka memaklumi karena Vina sedang ngidam, biar bagaimana pun rasanya pasti akan tetap terasa nikmat.
Kini rumah mereka menjadi sepi karena Ani dan Devi pun sudah kembali ke rumah masing-masing, dan hal itu pun membuat Vina merengek manja agar mereka segera menjemput Axel.
***
__ADS_1
Beberapa bulan telah terlalu, dan kini usia kandungan Vina sudah memasuki usia sembilan bulan, dan kini Vano mengambil cuti karena dia tidak ingin meninggalkan istrinya dalam keadaan sedang hamil besar, dan saat ini Vano sedang berada dalam ruang kerjanya sedang menyelesaikan pekerjaanya.
Sementara itu Vina kini sedang duduk menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang sambil membaca semua majalah, namun tiba-tiba saja dia merasakan sakit pada perutnya.
"Auwww" ringis Vina sambil mengusap perutnya dengan lembut, awalnya dia mengambaikan rasa sakit itu karena dia merasa itu adalah kontraksi biasa, dia pun kembali membaca majalahnya dengan santai, namun kini kontraksi itu datang lagi dengan sakit yang luar biasa, dan dia kembali panik saat dia melihat kakinya yang basah, ternyata air ketubannya sudah pecah.
Dia pun berteriak memanggil Vano.
"Van... Vanoo, tolong aku" teriak Vina, sementara Vano yang sedang fokus bekerja langsung berlari menghampiri istrinya dengan panik.
"Kamu kenapa sayang" tanya Vano dengan nafas yang tersenggal-senggal.
"Sepertinya aku sudah mau lahiran, air ketubanku sudah pecah Van" kata Vina berteriak kesakitan.
__ADS_1
Mendengar itu Vano langsung menggendong istrinya dan mereka pun segera ke rumah sakit tanpa membawa selembar baju pun karena rasa panik sudah menguasai mereka.
"Sabar yaa sayang, dikit lagi kita sampai" kata Vano berusaha menenangkan istrinya namun tidak di respon sama sekali oleh Vina karena keringat sudah membanjiri seluruh tubuhnya.