Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Kejutan


__ADS_3

Kedua keluarga besar itu kini tengah menikmati makan malam bersama untuk merayakan hari ulang tahun Devi.


"Tumben kamu makannya banyak Vin, kamu juga sudah agak gendutan sekarang" tanya Devi yang heran melihat porsi makan anaknya


"Iyaa ma, aku kangen masakan mama, jadinya Vina makan banyak deh hehehe" kata Vina tersenyum menampilkan gigi putihnya yang rapi.


"Kalian lanjutkan aja dulu makannya" kata Angga melerai pembicaraan anak dan ibu itu.


Setelah selesai makan malam kini kedua keluar itu sedang duduk bersantai di ruang keluarga sambil bercengkrama.


"Jeng selamat ulang tahun yaa, ini aku ada sesuatu buat kamu" kata Ani sambil memberikan sebuah kotak yang dibungkus dengan kertas kado.


"Aduuh makasih yaa jeng, seharusnya tidak perluh repot-repot" jawab Devi menerima bingkisan tersebut sambil mereka cipika-cipiki.


"Tidak apa-apa jeng sama besan sendiri" kata Ani sambil tersenyum dan juga di balas senyum oleh Devi.


"Ma, kita juga punya kado spesial untuk mama" kata Vina.


"Oyaa?? apa itu sayang" jawab Devi antusias.


"Ini, mama buka aja" kata Vina menyerahkan sebuah kotak kecil.


"Ini benaran Vin, kamu tidak bercanda kan" kata Devi yang masih belum percaya pada apa yang di lihatnya.

__ADS_1


"Iyaa ma, itu benaran, dan kalian sebentar lagi punya cucu" kata Vina sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit.


"Kalian serius, jadi Vina hamil Van" tanya Ani sangat antusias.


"Iyaa ma, usia kandungannya sudah mau memasuki bulan ke empat" jawab Vano sementara Vina hanya tersenyum.


"Kenapa kalian baru memberitahu kami sekarang" timpal Angga.


"Maaf pa, kita sengaja kasih kejutan buat kalian" jawab Vina.


"Sudah jangan di permasalahkan yang penting menantu dan calon cucu kita sehat" kata Dimas.


"Apa calon cucu kami nakal sayang" kata Devi sambil mengelus perut anaknya.


"Yaa bagus dong sayang, biar Vano juga merasakan bagaimana repotnya" timpat Ani yang juga ikut mengelus perut Vina.


***


Mama dan papa Vano kini telah pulang ke rumahnya, sementara Vano dan Vina menginap atas permintaan mama Devi.


Dan kini mereka berdua tengah berbaring di atas kasur empuk Vina dengan posisi Vano memeluk Vina dari belakang.


"Van aku pengen tidur di kamar mama sama papa" kata Vina tiba-tiba.

__ADS_1


"Kok gitu sayang, mama sama papa juga pasti sudah tidur, masak kamu mau ninggalin aku sendiri" jawab Vano memesang muka memelasnya.


"Pokoknya aku mau tidur sama mama dan papa" kata Vina lalu melepaskan pelukan Vano dan segera bangun dari tidurnya dan menuju kamar orang tuanya.


***


Sementara itu Devi dan Angga yang telah tidur nyenyak tiba-tiba terbangun dari tidurnya karena mendengar suara pintu yang diketuk dengan tidak sabaran, Angga lalu bangkit dari tidurnya lalu membuka pintu kamarnya.


"Ada apa sayang, kamu membangunkan kami" tanya Angga saat membuka pintu.


"Aku pengen tidur sama mama dan papa" jawab Vina lalu masuk kamar orang tuanya begitu saja dan langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur.


"Kamu kan sudah ada suami sayang, kasian Vano kalau kamu tidur sama kami" kata Devi, namun belum sempat Vina menjawab kini Vano telah berada di depan pintu mertuanya.


"Sayang, ayo tidur di kamar kita aja yuuk" ajak Vano.


"Aku mau tidur sama orang tua aku" jawab Vina tetap pada pendiriannya.


"Tapi Vin" kata Vano frustrasi.


"Biar saja Van, mungkin itu bawaan bayi kalian" kata Devi memberi pengertian.


"Baiklah ma" kata Vano lalu kembali ke kamarnya dengan frustasi karena Vano tidak akan bisa tidur tanpa istrinya.

__ADS_1


__ADS_2