Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Menerima Kehadiran Calon Buah Hati


__ADS_3

Beda halnya dengan Vina, dia tampak kaget saat mendengar kata dokter kalau ternyata dia sedang mengandung, sehingga perkataan dokter selanjutnya sudah tidak dia dengarkan karena terlalu kaget mendengar kabar tidak terduga ini, bukannya dia tidak menerima kehadiran calon buah hatinya, hanya saja dia belum siap untuk melahirkan lagi, namun samar-samar dia mendengar dokter itu akan keluar dari ruangannya, dia akhirnya memutuskan untuk bertanya.


"Dok, kenapa saya bisa hamil yaa, maksud saya, kan saya pake alat kontrasepsi dok, apa itu bisa membuat orang hamil dok" tanya Vina berusaha tenang.


"Jadi begini bu, alat kontrasepsi itu tidak menjamin tidak bakal hamil, alat kontrasepsi hanya bersifat mencegah kehamilan saja, tapi jika punya kesuburan yang baik, maka tidak menutup kemungkinan untuk hamil bu" jawab dokter itu menjelaskan dengan senyum membuat Vina hanya mengangguk tanda mengerti.


"Jika sudah tidak ada yang di tanyakan, saya pamit dulu untuk memeriksa pasien yang lain" lanjut dokter itu lagi lalu menatap semua orang dalam ruang itu.


Sepeninggalan dokter itu, mama ini memperhatikan raut wajah menantunya yang terlihat sedih, dia kemudian mendekati menantunya itu lalu bertanya.


"Kamu kenapa sayang, apa kamu tidak senang dengan kehadiran calon anak kalian" tanya mama Ani dengan lembut.

__ADS_1


"Bukan begitu ma, hanya saja aku belum siap dengan kehadirannya, mengurus dua anak saja aku masih memerlukan bantuan baby sister" jawab Vina dengan lesu.


" Dengarkan mama nak, anak itu anugera nak, kamu tidak perlu kuatir akan hal itu, jika yang kamu takutkan tidak bisa merawat anak kalian dengan baik, ada mama yang akan selalu bantuin kalian, mama juga senang kok kalau jagain cucu mama" kata mama Ani sambil mengelus kepala menantunya itu dengan lembut membuat hati Vina jadi menghangat.


"Maaf aku yaa ma, aku sudah mau punya anak tapi masih suka ngerepotin mama, aku bersyukur bisa punya mertua sebaik mama" kata Vina sambil menetekan air matanya.


"Itu sudah tanggung jawab mama sayang untuk bantuin anak-anak mama" jawab mama Ani ikut terharu.


"Maafin mama juga yaa nak sudah sempat menyangkal kehadiran kamu" lanjut Vina lagi sambil mengelus perutnya yang masih rata.


"Kamu tidak menyesal kan dengan kehadiran dia" kata Vano ikut mengelus perut rata istrinya membuat Vina kembali menggeleng.

__ADS_1


"Maaf aku" hanya itu kata yang bisa keluar dari bibir mungil istrinya itu.


***


Beberapa hari berlalu dan kini Vina sudah kembali dari rumah sakit setelah di rawat selama empat hari, namun Vano belum membolehkan istrinya itu untuk melakukan apa pun karena mengingat kondisi kandungannya yang lemah.


"Sayang aku sudah kasih tau mama Devi kalau kamu sedang mengandung, dan katanya minggu depan mereka bakal balik ke sini" kata Vano membuat Vina tersenyum bahagia, pasalnya mamanya itu sudah hampir satu tahun berada di luar negeri karena papanya membuka cabang di sana, sementara perusahaan induk sudah di serahkan pada Vano, sementara Vina sudah sangat merindukan kedua orang tuanya itu.


Kini Vano kembali membaringkan istrinya di atas tempat tempat tidur mengingat kondisi istrinya yang masih sangat lemah.


"Kamu istrahat dulu yaa" kata Vano setelah menyimuti tubuh istrinya.

__ADS_1


"Van, aku pengen makan ramen buatan mama lagi" kata Vina lagi memelas.


"Baiklah sayang, kamu istrahat dulu yaa, nanti aku bangunkan kalau sudah jadi, aku mau tanya mama dulu" jawab Vano yang di anggukan oleh Vina kemudian dia keluar mencari mamanya.


__ADS_2